Jember, Jempolindo.id – Terkait Viralnya penolakan menu MBG (Makan Bergizi Gratis), Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA) Kabupaten Jember Achmad Sudiono, mengklarifikasi isu tersebut bukan basi.
Kepada sejumlah media, Achmad menjelaskan bahwa menu sajian MBG, diolah oleh para ahli gizi muda, yang membuat terobosan makanan masa kini.
“Ahli gizi muda ini membuat terobosan dengan mengolah makanan semacam salad, yang menggunakan mayonis,” ujar Achmad, yang ditemui di dapur MBG, Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang, pada Jum’at (29/09/2025) siang.
Baca juga: Diduga Berulang kali Sajian MBG Basi, Guru SD Negeri 5 Bintoro Jember Ancam Layangkan Gugatan
Bau menyengat itu, kata Achmad bukan basi, melainkan aroma campuran cuka, yang asam.
“Ini bukan basi, melainkan bau cuka, yang rasanya asam,” katanya.
Untuk menyakinkan bahwa sajian MBG itu tidak berbahaya, Achmad juga mencicipinya.
“Bismillahirrahmanirrahim…. Allahu Akbar,” katanya sambil menyantap menu MBG nya.
Yayasan TPA Sudah 4 Bulan Melayani MBG
Pada kesempatan itu, seorang wartawan Jember, juga turut mencicipi sajian menu MBG di dapur milik Yayasan TPA.
Selama 4 bulan, Yayasan TPA telah menjalankan program MBG, yang selama ini tidak ada komplain dalam melayani para ribuan siswa di 22 sekolah.
“Kalau ada komplain dari satu lembaga sekolah, tetapi kenapa dari 21 sekolah lainnya, tidak ada yang komplain,” katanya.
Kurang Komunikasi Dengan Lembaga
Komplain itu, kata Achmad akan dijadikannya sebagai introspeksi, agar dalam menjalankan kewajibannya, menjadi lebih baik lagi.
“Kami tidak perlu bermusuhan dengan siapapun, komplain dari salah satu sekolah ini, kami jadikan sebagai bahan evaluasi, supaya lebih baik lagi,” katanya.
Achmad menyadari, bahwa terjadinya permalasahan, karena kurangnya komunikasi dengan pihak lembaga.
“Ini kan menu baru, memang perlu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pihak sekolah, sehingga punya pemahaman yang sama,” ujarnya.
Mantan Kepala Dispendik Jember itu menyayangkan Guru SD Negeri 5 Bintoro tidak mengkomunikasikan permasalahan yang ditemukannya dilapangan.
“Padahal, kami sering berkunjung ke sekolahnya, kalau saja segera dikomunikasikan kepada kami, insyaallah tidak akan terjadi kesalahpahaman,” katanya.
Guru SD Negeri 5 Bintoro Menolak, Pertanyakan Penggunaan Cuka
Sebelumnya dikabarkan, Nur Fadli Guru SD Negeri 5 Bintoro Kecamatan Patrang Kabupaten Jember menolak sajian MBG (Makan Bergizi Gratis).
“Ya gimana lagi, kejadian ini sudah berulangkali, ini kan bisa berbahaya untuk anak anak,” ujar Nur Fadli kepada media ini, melalui jaringan ponselnya, pada Jum’at (26/09/2025).
Nur Fadli meminta agar pengelola Dapur MBG dan Ahli Gizinya, memperbaiki sajian MBG yang harus dikonsumsi anak didiknya.
“Jika tidak, kami akan menggugat. Karena kan kalau ada apa apa kami juga yang dipanggil,” katanya.
Penolakan itu terjadi pada tiga sekolah di Wilayah Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, diantaranya SD Negeri Bintoro 05, SMP Negeri 15, dan TK Dharma Wanita Bintoro 02.
Para siswa menolak untuk mengkonsumsi 181 sajian MBG itu, setelah mencium bau mencurigakan.
“Karena kami takut terjadi apa apa, kami mengambil tindakan dengan mengamankan seluruh makanan tersebut,” kata Fadli.
Menghindari agar tidak dianggap fitnah, sengaja Fadli merekam kejadian tersebut dalam bentuk video.
Dalam vidio itu, tampak Fadli bersama para guru lainnya, sedang mengumpulkan sajian MBG yang gagal dikonsumsi anak didiknya, diantaranya berupa sayuran Kubis, Wortel dan beberapa menu lainnya.
“Ini sudah bau, kalau dikonsumsi anak anak kan bisa berbahaya,” ujarnya.
Nur Fadli meminta agar pengelola Dapur MBG tidak main main dengan keselamatan anak didiknya.
“Tolong kepada ahli gizi dan pengelola Dapur MBG, yang biasa menyediakan untuk kami, jangan main-main dengan keselamatan anak anak,” sergahnya.
Asal sajian MBG itu, menurut Nur Fadli, berasal dari dapur MBG yang dikelola yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA).
“Saya gak ngurus sudah siapapun penanggung jawabnya,” ujarnya gusar.
Pria itu tetap mempertanyakan penggunaan cuka, sebagai bahan campuran menu sajian MBG.
“Saya bukan ahli gizi, tetapi penggunaan cuka, tetap harus dievaluasi. Sepanjang yang saya ketahui, bisa berdampak pada kesehatan lambung. Terutama bagi anak anak yang mengalami masalah lambung,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Dapur MBG yayasan TPA menyajikan sekitar 3.600 porsi makanan yang di distribusikan ke 22 lembaga, anak-anak balita, dan ibu-ibu hamil. (Slmt)





