Beranda blog

Aksi Masa Tuntut Faida Mundur, Tuding Manfaatkan Kekuasaan Untuk Kepentingan Pribadi Dan Kroninya

0

Jember – Jempol.Propaganda Bupati Faids yang menggambarkan dirinya sebagai penyelamat uang negara dengan stigma menolak kompromi DPRD adalah sikap absurd dan paradoks. Sebab, kenyataannya Bupati Faida bersama segerombolan kroni-kroninya justru lebih banyak menikmati uang negara berupa ‘honor-honor bernilai ratusan juta rupiah disamping gaji, fasilitas dari negara dan juga biaya operasional tiap tahun yang dibebankan kepada uang rakyat”

Sejumlah masa yang mengatasnakan Gerakan Reformasi Jember  menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Wahya Wibawa Graha Kabupaten Jember. Selasa (21/01/20).

Aksi itu menuntut agar Faida mundur dari jabatannya sebagai Bupati Jember, karena dinilai telah merugikan rakyat Kabupaten Jember.

Dalam siaran pers yang ditanda tangani Koordinator Lapangan (Korlap) Kustiono Musri, menyatakan Faida telah memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri sendiri.

“Uang rakyat senilai 570 juta telah dialirkan ke yayasan Rumah Sakit Bina Sehat adalah bukti nyata,” kata Kustiono.

Faida juga dinilai telah dengan sengaja mempraktekkan kekuasaan  absolut yang hanya terpusat pada dirinya, tanpa mau dikontrol publik dengan memaksakan kehendak serta kemauannya, karena merasa paling benar sendiri.

Dalam pembahasan APBD yang dilangsung setiap tahun, acapkali Faida mengembangkan opini bahwa DPRD Jember yang membuat rumit pembahasan.

“Konstitusi mengamanatkan APBD tidak bisa diputuskan sendiri oleh Bupati  namun harus dibahas bersama dengan DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat,” kata Kustiono.

Sikap Faida mengabaikan peranan DPRD Jember sebagai mitra kerjanya dalam menjalankan roda pemerintahan, semakin tampak saat DPRD Jember harus menggunakan hak konstitusinya dengan menggelar hak angket.

Faida tetap bersikukuh menolak  keabsahan hak angket, yang sebenarnya tidak punya kewenangan melalukan penilaian.

Hak Angket digelar DPRD Jember sebagai reaksi konstitusional, ketika ada temuan mendagari melalui pemeriksaan khusus atas Struktur Organisasi dan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Jember sejak awal 2019 dengan menabrak sistem merit yang berlaku nasional di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Faida telah membangun negara dalam negara,” sergah Kustiono.

Karenanya aksi masa menuntut agar pemerintah pusat melalui mendagri  menindak tegas dengan melakukan pemeriksaan khusus untuk menelisik motif ideologis, politis da  praktis atas seluruh kebijakan strategis Bupati Faida selama menjabat.

Aksi Massa itu sempat memanas saat Jumadi menyampaikan adanya  pemanfaatan opini bohong yang dilakukan dengan sengaja untuk mengarahkan seolah olah rakyat menolak Hal Angket.

“Saya orang gebang, orang Pasar Gebang yang mana yang menolak hak angket, silahkan segera tunjukkan. Saya beri waktu 15 menit, jika tidak saya akan bakat,” sergah Jumadi sembari menunjuk baner yang dipampang di depan pendopo.

Jumadi juga menuding Pendopo telah digunakan sebagai Kantor Rumah Sakit Bina Sehat.

“Ijinkan kami memeriksa ke dalam pendopo,” desaknya kepada Petugas Kepolisian yang sedang berjaga.

Polisi tidak memperkenankan Jumadi masuk pendopo, hanya bersedia membantu memeriksa kebenaran tuduhan itu.

Aksi massa sempat memasang dua  spanduk bertuliskan  “TURUNKAN BUPATI TIDAK PATUH ATURAN” di depan pendopo dan kantor Pemkab Jember.

Hingga tengah hari aksi massa membubarkan diri. (*)

Bupati Faida Diundang Ketua DPRD Jember, Tapi Jawaban Tertulisnya Ditolak Ada Apa Ya ?

0

Jember- Jempol. Kedatangan Bupati Jember dr Faida MMR ke Gedung DPRD Jember memenuhi undangan Ketua DPRD Jember H Itqon Syauqi ST HI  cukup mengejutkan sekaligus membingungkan. Senin (20/01/20).

Surat Undangan DPRD Jember kepada Bupati Jember

Pasalnya, kehadiran Bupati Jember diundang resmi oleh Pimpinan DPRD Jember berdasarkan surat undangan Nomer : 170/45/35.09.2/2020 perihal UNDANGAN RAPAT DENGAN PANITIA HAK ANGKET yang ditanda tangani Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi.

Ditanya Jempol melalui chating Whatsapp soal keabsahan surat undangan itu, Itqon menjelaskan secara prosedural semua surat yang ber kop surat DPRD Jember harus ditanda tangani Ketua DPRD Jember.

“Sayang tadi saya tidak datang, tapi teman teman (anggota DPRD Jember ) sudah menjelaskan dalam konferensi pers,” paparnya.

Dihadapan wartawan, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyatakan bahwa sesuai prosedur semua surat yang keluar dari DPRD Jember harus diketahui ketua.

Undangan terhadap Bupati Jember itu dibenarkan Ketua Panitia Hak Angket Tabroni.

“Semua surat  keluar dari DPRD atas nama ketua,” jawabnya singkat.

Tabroni hanya menyayangkan sikap Bupati Jember yang tidak mengakui keabsahan hak angket.

“Tak ada yang menolak, panitia hak angket akan tetap berjalan sesuai aturan perundamgan ” tegasnya.

Silang sengkarut perihal kehadiran Bupati Jember, sepertinya bermula dari pemahaman pokok surat yang secara eksplisit mengundang Bupati dalam Rapat Panitia Hak Angket, sedangkan pada alinia terahir disebut meminta Bupati Jember menghadirkan OPD terkait berikut dokumen yang diperlukan.

Sisi lain, Wakil Ketua Panitia Hak Angket DPRD Jember David Handoko Seto menolak jawaban Bupati Jember kepada Panitia Hak Angket yang sudah disiapkan Bupati Faida secara tertulis.

“Secara konstitusional kami menolak jawaban tertulis Bupati,” tegas

David menjelaskan kedatangan Bupati Faida diterima sebagaimana layaknya orang yang akan menyampaikan aspirasinya.

“Tetapi kami tidak memperkenankan Bupati jika akan membacakan jawaban tertulisnya di depan panitia hak angket,” jelasnya.

Sementara, Bupati Jember dr Faida MMR dalam pernyataan tertulisnya terkesan tidak memahami aturan hak interpelasi maupun hak angket.

Hal itu tampak pada jawaban Bupati Jember alenia ke dua :
Usul penggunaan hak interpelasi DPRD Kabupaten Jember telah menimbulkan ketidak jelasan, apakah keputusan DPRD ini maksudnya adalah DPRD mengusulkan penggunaam Hak Interpelasi kepada Bupati Jember untuk mendapat persetujuan ?. Padahal, sesuai UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah usulan penggunaan hak interpelasi tidak melibatkan bupati”

Jawaban diatas kelihatan adanya kebingungan Bupati Jember dalam memahami Hak konstitusi DPRD Jember. (“)

BPD Keboguyang Susun Proker Tingkatkan Kualitas Kinerja Pemerintahan Desa

0

Sidoarjo – Jempol. Sebagai upaya meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan Desa Keboguyang Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, Ketua BPD Keboguyang Rossandi menggagas penyusunan Program Kerja (Proker).

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari (16-17/01/20) di Tretes Raya Hotel Prigen Pasuruan itu, menurut Rossandi merupakan merupakan kegiatan percontohan (pilot project).

“Kami berupaya meningkatkan kualitas kinerja BPD sebagai mitra kerja pemerintah desa, melalui upaya penyusunan program kerja yang lebih sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan,” katanya.

Tim Penyusun Proker:
> wakil Ketua BPD: Moch Taam
> sekretaris BPD: Nur Karima Firdaus
> ketua Bidang A: Anas Firmansyah
> anggota bidang A: Jamilah
>ketua Bidang B: Fachur Rozy
>Anggota Bidang B: Agus Purwanto

Lebih lanjut, Rossandi menegaskan gagasannya itu juga merupakan upaya adanya Sinkronisasi Diagram Alur Jadwal Kementerian Desa tentang Semua Kegiatan di Desa, Pembuatan Kalender Kerja 2020 dan Penyusunan Perencanaan Pembangunan.

“Melalui Proker yang sistematis diharapkan tercipta pemerintahan desa yang tangguh dan masyarakat yang mandiri,” tegasnya.

Rossandi berharap gagasan ini juga bisa diterapkan di desa lainnya.

“Jika diperlukan kami siap mendampingi,” katanya.

Pada kegiatan itu tampak turut hadir sebagai nara sumber, perwakilan Kejaksaan Negeri Sidorajo Muklis dan Hendi, serta Tim Ahli (TA) P3MD Ulil Azmi.

Kasi intel Kejakasaan Negeri Sidoarjo Hendy S menyampaikan pentingnya objektivitas dalam menyusun rencana kerja dan Anggaran agar tidak terjadi manipulasi data kegiatan

Sedangkan TA P3MD Ulil Azmi berharap agar Setiap Proses Perencanaan BPD dan Pemdes harus ada Komunikasi yang Baik.

“Jangan memaksa membuat kebijakan bersandar pada selera individu maupun kelompok tertentu,” kata Azmi. (*)

Terima Dubes RI untuk Mexico, Ketua DPD RI dukung Expo Indonesia En Mexico

0

JAKARTA- Jempol-Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung penuh ajang Expo Indonesia En Mexico (EIM) yang akan digelar September 2020, dengan mengundang 10 provinsi pilihan, untuk menampilkan berbagai kegiatan promosi yang mencakup Trade, Tourism, Investment and Culture.

Dukungan itu disampaikan langsung kepada Duta Besar LBBP RI untuk Mexico Cheppy T. Wartono, yang berkunjung ke DPD RI, Senin (20/1/2020). “DPD RI akan membantu dengan menyampaikan juga ke beberapa Kepala Daerah pentingnya agenda Expo di Mexico ini. Mengingat kami akhir tahun lalu, sempat berkunjung ke sana dan melihat sendiri besarnya potensi dan peluang yang bisa dimanfaatkan Indonesia,” tandas LaNyalla.

Diungkapkan LaNyalla, tahun lalu, necara perdagangan Indonesia-Mexico mencapai 1,19 milyar dolar AS. Dengan rincian ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 905,35 juta, sedangkan impor sebesar USD 287,32 juta. “Ini masih bisa ditingkatkan lagi, mengingat Mexico menduduki peringkat 6 dunia sebagai tujuan wisata. Sehingga produk-produk dari Indonesia seharusnya bisa juga terjual di sana. Atau destinasi wisata kita bisa dikenalkan di sana,” ujarnya.

Ditambahkan Dubes Cheppy, Mexico adalah pasar yang potensial dengan jumlah penduduk 140 juta dan ditopang GDP per kapita mendekati 10.000 USD. Negara ini juga termasuk dalam negara G-20. “Dan yang lebih penting lagi, Mexico bisa dijadikan sebagai hub untuk mendistribusikan produk-produk dari Indonesia ke negara-negara Amerika Latin,” ungkap Cheppy.

Expo Indonesia En Mexico September 2020 selama liha hari itu, Selain diisi oleh both untuk Indonesia, juga diikuti oleh 5 negara bagian di Mexico. Dengan target pengunjung sebanyak 10 ribu orang. “Kami berharap setiap provinsi bisa mengikutsertakan pebisnis di wilayahnya untuk terlibat menawarkan produk di ajang B to B yang kami siapkan,” pungkas Cheppy. (*)

Sumber berita :SIARAN PERS KETUA DPD RI 20-1-2020

—————-

Anton “Macan” Tampil Memukau Rubah Stigma Negatif Mantan Napi

0

Jember – Jempol. Sebelum Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jember menghirup udara bebas, tampaknya harus dipastikan terlebih dulu kesiapan mentalnya.

Saat ditemui awak media disela – sela pementasan Band Warga Binaan Lapas Jember di Kota Cinema Jember,  Jumat (17/01/20) staf Sub Pembinaan dan Kesehatan Lapas 2A Jember, Andi Eko Sutrisno menyampaikan,  pementasan musik  itu bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat langsung, bahwa warga  lapas juga memiliki hak yang sama untuk hidup di lingkungan masyarakat.

“Tujuannya adalah mempersiapkan kembali mereka untuk berintegrasi dengan masyarakat,” ucap Andi.

Kata Andi, kegiatan itu merupakan program rutin yang dilakukan Lapas Jember untuk mendekatkan kepada masyarakat.

“Sebelum mengeluarkan mengeluarkan warga binaaan harus melalui sidang dan asesment apakah yang bersangkutan benar-benar siap atau tidak,” ujarnya.

Andi juga mengaku, aksi memukau   warga binaan sudah  sering mengisi acara-acara penting.

“Salah satu contoh di Car Freday dan masih banyak kegiatan lain di luar lapas,” sebutnya.

Bahkan kata Andy, para pemain musik itu akan ada kontrak khusus untuk rutin bermain di beberapa tempat.

“Dengan begitu masyarakat akan melihat. Stigma yang semula lapas itu adalah penjara tidak lagi. Tetapi lembaga pembinaan,” sebutnya.

Salah satu warga lapas Anton “Macan” yang sedianya akan meninggalkan Lapas pada hari Minggu (19/01/20) bersama grup  musik band warga binaan Lapas 2A Jember, Jawa Timur, mampu  memukau ratusan pengunjung Kota Cinema Jalan Gajahmada.

Sementara penghuni Lapas Jember Anton, mengaku senang bisa diberikan kesempatan untuk bisa tampil dalam berbagai ajang.

“Ini sebagian karya kami sebagai warga binaan. Bukan hanya musik, kami juga diajari seni rupa dan kegiatan kami di salam lapas,” akui Anton.

Warga Kelurahan Gebang ini juga berharap, jika nanti brbas,  masyarakat bisa  menerima penghuni lapas.

“Ambilah sisi baik dari kami. Jangan ditiru apa yang tidak baik dari kami. Terimasih pada pembina lapas, yang selama ini membina kami,” lugasnya.

Dima Akhyar saat saksikan pementasan warga lapas

Tokoh Masyarakat Jember Dima Akhyar yang tampak turut menyaksikan pementasan Warga Lapas  turut mendukung upaya Sosoalisasi yang dilakukan Lapas Jember.

“Ini bagus, agar Warga Lapas bisa percaya diri, sekaligus juga mengedukasi masyarakat agar juga bisa menerima warga lapas seperti bagian dari masyarakat pada umumnya,” katanya. (*)

Ketua DPD RI Dukung Roadmap Erick Thohir Tata BUMN

0

JAKARTA-Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung roadmap yang disusun Menteri BUMN Erick Thohir untuk menata wajah BUMN di Indonesia ke depan. Demikian dikatakan LaNyalla usai mengadakan coffee morning dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Hotel Fairmont Senayan, Kamis (16/1/2020).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin. Sementara dari DPD RI tampak Wakil Ketua III Sultan Bakhtiar Najamuddin, Ketua Komite II Yorrys Raweyai, Wakil Ketua Komite II Bustami Zainudin serta Sekjen DPD Reydonnyzar Moenek dan Staf Khusus Ketua DPD Sefdin Syaifudin Alamsyah.

Dikatakan Erick, apa yang disampaikan Ketua DPD RI dalam pengantar pertemuan arahnya sudah sama dengan apa yang menjadi arahan Presiden RI Joko Widodo. Dimana intinya adalah BUMN tidak mematikan pengusaha swasta. “Presiden menugaskan kami untuk menciptakan ekosistem yang baik antara BUMN, Swasta, BUMD dan BUMDes. Itu yang sedang kami susun dan jalankan sekarang. Termasuk penggunaan key performance indicator dalam penataan ini,” tukasnya.

Ia juga menyatakan Menteri BUMN memiliki kewenangan untuk menutup atau memerger perusahaan plat merah yang ada. “Ini salah satu bagian dari cara untuk mengembalikan BUMN kepada core bisnisnya. Kita konsolidasikan atau kita tutup. Intinya harus back to core business,” tandasnya.

Sebab, lanjut pengusaha di sektor media dan sport itu, dari Rp 210 trilyun keuntungan BUMN, disumbang oleh tidak lebih dari 10 BUMN saja. “Jadi lebih baik fokus kepada BUMN yang besar-besar saja, daripada ke yang kecil-kecil, yang malah bersaing dengan UKM dan swasta menengah,” ungkapnya seraya memberi contoh program re-orientasi beberapa BUMN, sehingga tidak malah menjadi kompetitor swasta/UKM.

Erick juga memaparkan rencana pengembangan pelabuhan Benoa menjadi world class port yang memadukan layanan jasa pelabuhan dan bisnis serta pariwisata. “Nantinya Benoa menjadi one stop area yang dilengkapi dengan pusat kesenian, wisata kuliner dan pusat perdagangan UMKM. Juga convention hall, pusat perdagangan dan lainnya. Sehingga kapal-kapal pesiar besar yang sandar, bila waktu singgahnya hanya sebentar, mereka tetap bisa belanja dan juga menikmati kuliner,” ujarnya.

Pelabuhan ini selain punya area hutan kota, juga dilengkapi terminal energi, industri perikanan dan instalasi pengelolaan air limbah. Tak ketinggalan penataan jalur nelayan dan tempat sandar kapal-kapal nelayan. “Ini akan menggerakkan ekonomi kawasan dengan cepat,” tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD mengawali dengan menyampaikan beberapa catatan DPD atas serapan aspirasi dan pengaduan dari kalangan dunia usaha terhadap BUMN yang dirasa menguasai dan mempersempit ruang gerak swasta.

“BUMN yang paling banyak mendapat pengaduan dari kalangan dunia usaha selain Pelindo dan Angkasa Pura, juga dominasi BUMN karya di pekerjaan jasa konstruksi. Salah satu indikatornya banyaknya aduan yang masuk ke DPD, Ombudsman dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Artinya masih terjadi praktek monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat,” urai mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu.

Ditambahkan LaNyalla, beberapa asosiasi di sektor pelabuhan seperti INSA, ALFI dan IPERINDO juga pernah mengadukan beberapa persoalan yang mereka alami ke DPD RI. Terutama kurangnya layanan yang diberikan Pelindo kepada swasta yang beraktifitas di lingkup pelabuhan. “Di Surabaya dikeluhkan tentang pendangkalan alur, sehingga pengusaha galangan kapal kesulitan mendapat pekerjaan kapal skala besar. Ini salah satu contoh saja,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, LaNyalla berharap roadmap yang disusun Erick Thohir mampu mewujudkan kejayaan BUMN untuk menjadi pemain global. Mengikuti tender pekerjaan di luar negeri. Sehingga memasok devisa negara. Seperti sudah pernah dilakukan PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Inka, PT Dirgantara Indonesia dan lainnya. (*)

Sumber berita :

SIARAN PERS
KETUA DPD RI
16-1-2020
—————–

Ekspedisi Domestik Geographik Jember Ideas Sambangi Sekolah Terpencil

0

Jember_Jempol. Ekspedisi Domestik Geographik Jember Ideas kali ini coba menyusuri perjalanan para pejuang pendidikan di Kawasan Afdeling Bande Alit Kecamatan Tempurejo. Sebuah kawasan yang berada ditengah Kebun PT Ledokombo dan Taman Nasional Meru Betiri. Senin (13/01/20).

Foto bersama di depan SD Nrgeri 04 Andongrejo Kec Tempurejo, yang berada di tengah kebun LDO ditengah Taman Nasional Meru Betiri

Bermula dari penuturan Kepala Sekolah SD Negeri 04 Andongrejo Kecamatan Tempurejo Jember Kasiono, Tim Jember Ideas tergelitik untuk menapak tilasi perjalanan para guru yang harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dari rumah tinggalnya.

“Jika hujan, jalan setapak sepanjang 10 Km sudah tak bisa dilewati kendaraan apapun, kecuali berjalan kaki,” ucap Kasiono suatu hari.

Setelah seluruh perbekalan disiapkan, Tim Jember Ideas berangkat jam 06.00 Wib dari rumah Kasiono, dipimpin langsung Dima Akhyar, ditemani Agung, Ari Arjes, Kasiono dan Memet menggunakan transportasi mobil menempuh jarak 5 km menuju pintu pos pertama.

“Kita menggunakan mobil hanya bisa sampai pos pertama, selebihnya harus jalan kaki,” kata Kasiono.

Jalanan menuju pos pertama, tampaknya pernah diaspal di era Bupati Jember Ir MZA Djalal, hanya saja sudah tampak rusak parah, tanpa disentuh perawatan kembali.

Sekitar 30 menit perjalanan, Tim Jember Ideas sampai di pos pertama, tampak Pak Karim yang sudah 40 tahun mengabdi sebagai penjaga pos, membuka portal.

Tim Jember Ideas menitipkan kendaraan di pos pertama untuk selanjutnya menyusuri jalan setapak menuju lokasi sasaran dengan berjalan kaki.

Jalan setapak sepanjang 10 km, lebar jalan 1 m itu masih berupa tanah, berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang samping kanan kirinya berupa semak belukar. Kondisi hutan memang sudah terlihat rusak dan beralih fungsi. Terlihat banyak pohon besar tumbang.

Jalan naik turun cukup terjal hingga lumayan menguras napas, apalagi yang tak terbiasa dengan jalanan di pegunungan.

Sepanjang jalan Tim Jember Ideas bertemu dengan warga yang sedang mencari bambu buat dijual sekedar memenuhi kebutuhan hidup dan bibit porang untuk dibudi dayakan.

Setelah menempuh kira- kira 2 km, Tim Jember Ideas merasa perlu istirahat untuk memulihkan napas yang sudah mulai terengah – engah. Tim Jember Ideas harus beristirahat sebanyak tiga kali untuk sampai tujuan.

“ya beginilah jalan yang harus kami lalui setiap hari,” kata Kasiono yang masih kelihatan lebih bugar dari lainnya.

Setelah menempuh sekitar 1,5 jam jalan kaki, Tim Pro Dima tiba dilokasi disambut anak – anak bersama ketiga guru yang yang tampak memang sudah menunggu.

“Capek ya pak, ya beginilah jalan yang harus kami tempuh setiap hari,” ujar Wening, guru yang rumahnya di Ambulu. Lantas, anak – anak bergiliran bersalaman.

Sambil melepas lelah, Tim Jember Ideas menyempatkan bersenda gurau bersama murid sekolah dan para gurunya.

Wening Retno, sejak 2017 memulai mengajar di SDN Andongrejo 04 sebagai Guru Tidak Tetap (GTT), sebelum kemudian diangkat menjadi CPNS.

Setiap hari harus menempuh jarak 25 km dari rumahnya menuju sekolah bersama satu teman guru pria.

Sedangkan Nur Hayati memilih tinggal dirumah warga sekitar, karena jarak tempuh dari rumahnya di Wuluhan menuju sekolah sekitar 40 km.

Sebenarnya ada Rumah Dinas Guru yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat, sayangnya Rumah itu sudah hancur, tembok dan atapnya runtuh.

“Seminggu sekali saya dijemput suami,” kata Nur yang sedang didampingi Teguh suaminya.

Selang beberapa lama, datang Komite Sekolah Mohammad Sholeh yang kebetulan sedang pulang kerja.

Sholeh menuturkan keprihatinannya atas pengorbanan para guru yang telah puluhan tahun mengajar di sekolah terpencil itu.

“Saya berharap agar guru pengajar sebaiknya berasal dari wilayah terdekat saja. Sampean kan sudah merasakan sendiri bagaimana sulitnya dan jauhnya jalan yang harus ditempuh,” kata Sholeh.

Pria yang juga berprofesi sebagai mandor besar di perkebunan LDO itu ada perhatian pemerintah terhadap perbaikan fasilitas jalan.

“sebenarnya ada jalan besar hanya saja dua kali lebih jauh dan kondisi jalannya lebih parah,” katanya.

Mencoba menunggang kuda

Dirasa cukup berbincang, Tim Jember Ideas memutuskan pulang. Sekedar ingin merasakan menunggangi kuda, Dima Akhyar mencoba menunggang kuda sampai perbatasan rumah penduduk terdekat. Selebihnya melanjutkan dengan berjalan kaki.

“kita coba menunggang kuda, bebas bbm, perintah cukup dengan voice akan sampai tujuan,” ujar Dima bercanda.

Sambil sejenak beristirahat menuju pulang, tim menyempatkan mampir di rumah warga. Agus, asal Ponorogo yang sudah tinggal di kawasan itu lebih 10 tahun ingin agar sarana jalan diperbaiki.

“semoga saja kelak jalan kami diperhatikan,” katanya penuh harap.

Ekspedisi Domestik Geogaohik Tim Jember Ideas kali ini cukup ekslusive, menyenangkan sekaligus menyedihkan.

“kita senang berkesempatan menjumpai warga terpencil, sekaligus bersedih masih banyak yang perlu sentuhan,” pungkas Dima. (☺😢)

Opera Van Jember : “Rengganis Minggat”

0

Jember_Jempol. Sebagai agenda penutup tahun 2019,  Opera Van Jember dibawah Binaan Dima Akhyar, menampilkan lakon “Rengganis Minggat”. Selasa (31/12/2019).

Simak Vidionya :

Lakon ini diambil dari legenda rakyat sekitar Pegunungan Arhopuro. Tentang Seorang Dewi Bernama Dewi Rengganis, yang gemar memakan bunga.

Dima Akhyar, berperan sebagai Raden Repadmojo, dibantu seniman tradisi yang tergabung dalam Paguyuban Seni Tradisi Nusantara (Pasentran), diantaranya Ari Arjes, Kang Noyo, Kang Gendut, Satoha, Sulastri, Kang Kiwir dengan didukung kolaborasi seniman ludruk dan janger.

Alkisah, legenda Dewi Rengganis telah melekat di benak masyarakat sekitar Pegunungan Argopuro.  Kisah dimainkan dengan apik oleh Opera Van Jember dalam lakon “Rengganis Minggat”.

Lakon humor  ini  dikemas tidak jauh dari kisah sesungguhnya, menjadi lebih menarik sebagai tontonan yang kreatif.

Siang itu, di taman sari keraton sedang bersenda gurau para cantrik Repadmojo, Yakni Marmoyo Marmadi dan Markentut. Mereka berupaya menghibur  Tuannya Raden Repadmojo yang sedang besedih dan uring-uringan, gara – gara bunga bunga yang ditanamnya rusak.

“siapa orangnya yang berani merusak tanamanku ?,” keluh Repadmojo.

Raden Repadmojo alias Pangeran Kelan memang gemar menanam bunga dan buah buahan, hingga hutan pegunungan Argopuro terjaga dari tangannya.

Belakangan bunga dari pohon yang ditanam rusak, seperti dipetik orang. Repadmojo memerintahkan ketiga cantriknya untuk mencari tahu siapa orang yang telah berani merusak.

Menyusuri huran belantara,  ketiga cantrik Repadmojo sampai di  daerah pertapan Arca Pada.

Sang Pandita sedang bercengkrama dengan cantriknya membicarakan putrinya, Dewi Rengganis yang mulai dewasa tetapi belum ada pria yang menyandingnya.

Saat sedang bercengkrama, datanglah cantrik Repadmojo yang sedang mencari penyebab kerusakan bunga bunga di wilayahnya.

Terjadi percakapan antara Ketiga cantrik dan pendeta tentang sosok perempuan yang diduga merusak tanaman tuannya.

Pendeta memanggil Rengganis untuk  kebenarannya. Rengganis tidak bisa mengelak tuduhan itu.

Tak selang beberapa lama, Raden Repadmojo menyusul di Padepokan Arca Podo.

Saat mengetahui yang merusak tanamannya adalah putri cantik, Repadmojo malah jatuh cinta dan menyatakan lamarannya.

Rengganis menolak halus dengan memberikan syarat agar Repadmojo menikahi cantriknya bernama Adam Manik.

Repadmojo kembali kepadepokannya untuk mempertimbangkan tawaran Rengganis.

Sedangkan Rengganis ternyata memiliki hubungan gelap dengan Raja Jin Banaspati.

Rengganis merasa bingung dengan lamaran Repadmojo segera menemui kekasihnya itu di sebuah hutan wingit.

Menerima pengaduan Rengganis sang raja Jin memberikan solusi dengan cara merubah dirinya menjadi Rengganis.

Sementara, di kedaton Repadmojo jatuh sakit, gara – gara membayangkan sang pujaan Dewi Rengganis. Para cantrik menghiburnya.

Saat sedang menghibur Repatmojo, datanglah Jin jelmaan Rengganis yang menyatakan bersedia dinikahi. Tentu saja Repadmojo bergembira dan sembuh seketika.

Ketika sedang bercumbu rayu lalu  Rengganis jadi jadian itu berubah menjadi Jin kembali. Sontak, Repadmojo yang merasa dipermainkan marah besar dan terjadilah perkelahian.

Pandeta dan Rengganis datang saat sedang terjadi pertempuran, dan melerai.

Pendeta memarahi Rengganis yang sudah mempermainkan Repadmojo dan mengusir Rengganis.

Mendengar sang kekasih diusir pendeta, Raja Jin tidak terima dan membawanya kabur.

Sejak itulah, Rengganis menghilang untuk selamanya. Meski terkadang masih menampakkan diri.

Pertunjukan  berahir….

Arzuna Rent Car Siap Layani Anda di Wilayah Jabodetabek

0
Arzune Rent Car

Bagi anda di wilayah Jabotabek yang membutuhkan sewa mobil, kami siap melayani anda.

 

Price List Arzuna RentCar
=============================

New Comer On 2020….Present……

Pemakaian Jakarta Per 12 Jam

Avanza/Er3/Mobilio Rp 450.000
Inova Tahun 2014 Rp 600.000
Inova Tahun 2016/2017 Rp 700.000
Inova Tahun 2018/2019 Rp 750.000

Pemakaian Luar Jakarta Per 12 Jam

Avanza/Er3/Mobilio Rp 500.000
Inova Tahun 2014 Rp 700.000
Inova Tahun 2016/2017 Rp 800.000
Inova Tahun 2018/2019 Rp 900.000

Note:
》 Harga diatas MobiL dan Supir saja
》 OperasionaL seperti BBM, Tol, Parkir dan makan Supir dari penyewa
》 Jika keluar Kota maka akan dikenakan Biaya Inap buat supir atau disediakan inap
》 Harga tdk mengikat dan bersifat Fleksibel utk penggunaan Lebih dari 3 hari

 

Kontak Layanan :
081212817217
081282367779

PAUD Al Barokah : “Yuk… Bangga Jadi Petani !!!”

0

Jember_Curahkalong_Jempol. Menanamkan kebanggaan sebagai petani, tampaknya mulai disadari sebagai keniscayaan bagi bangsa yang berbasis agraris. Karenanya, Yayasan Al Barokah Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari Jember, telah menjalankan Sekolah Lapang bagi siswa – siswi PAUD dan Madrasah Ibtidaiuah di bawah naungannya.

Lihat Vidionya :

Gefung Psud Al Barokah Desa Curah Kalong Bangsalsari

Yayasan Al Barokah
Alamat RT.01 Rw.23 Dusun Curahkalong Tengah Desa Curahkalong Bangsalsari Jember.
Berdiri sejak tahun 2007.
Ketua Yayasan AHMAD MUHID NURHASAN
Kepala Sekolah : NANIK NIAMATUS S
Jumlah Guru : 9
Jumlah Murid : 56

Ditemui saat mendampingi anak didiknya, Ketua Yayasan Al Barokah Ahmad Muhid Nur Hasan menjelaskan, kegiatan sekolah lapang dilaksanakan setiap sebulan sekali, merupakan upaya agar siswa siswinya memgenal langsung potensi alam disekitarnya.

Suswa PAUD Al Barokah saat belajar menanam padi

“Anak – anak kami bawa langsung ke lapangan, agar bisa lebih mengenal dan menghayati,” tuturnya.

Tampak siswa siswi PAUD sedang berada ditengah sawah, mempraktekkan cara menanam padi. Kakinya telanjang tak ragu kotor dengan lumpur.

“Kegiatan kali ini kami mengajak siswa siswi berbaur dengan petani, mengenal sawah, bibit padi dan cara menanamnya,” katanya.

Metode pendidikan yang diterapakan di PAUD Al Barokah juga sebagai upaya agar generasi muda bangga sebagai bangsa Indonesia yang merupakan salah satu negara agraris terbesar di dunia.

 

Selain berbaur dengan petani, melalui Sekolah lapang siswa juga diperkenalkan dengan kebun karet dan kopi yang memang sudah ada disekitar sekolah.

“Potensi Sumberdaya alam yang sangat luar biasa harus seimbang dengan semangat generasi penerus bangsa untuk Bertani,” tandasnya.

Alumni Pondok Pesantren Salafiah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo bertekad mengabdi melalui dunia pendidikan guna turut serta dalam Pemerataan penyelenggaraan pendidikan Pendidikan.

Sebelum yayasan berdiri tahun 2007 anak-anak usia dini sekitar lingkungan tidak ada yang menempuh pendidikan usia dini. Sedangkan pendidikan dasarnya harus di tempuh di luar Desa Selodakon.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, termasuk masyarakat Curahkalong, kini sudah terus berkembang,” pungkasnya. (nurdin)

%d blogger menyukai ini: