Beranda blog

Pasca Pilkades Curahkalong Pipa Air Sumber Langon Dirusak Orang Tak Dikenal

0

Jember-Jempolindo.id – Beredar rekaman vidio melalui akun facebook milik Muhammad Sofi di Grup Curahkalong City, perihal pengrusakan pipa air yang mengalir dari sumber mata air Langon di Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari. Senin (21/10/19).

Menurut M Sofi, vidio dibuat pemuda sanggrahan  Indra, putra Kades Terpilih H Abdul.Kadir. Suara vidio itu menjelaskan bahwa akibat pengrusakan pipa air, masyarakat mengalami kesulitan.

“Tolong untuk polri, bener bener serius menangani pengrusakan ini, air ini untuk ibadah lho,” pintanya.

Berdasar keterangan warga, pengrusakan terjadi pasca Pilkades Curahkalong (Kamis,19/09/19). Tak diketahui pasti motif pengrusakan itu.

“Wah gak berani menuduh mas, soalnya tidak jelas juga maksud pelaku,” kata Muhammad Sofi.

Tak diketahui pasti pelaku pengrusakan itu. Warga hanya menyadari ada kerusakan setelah air  tak mengalir seperti biasanya.

“Kalau pelaku ya Mr X mas, warga tahu setelah memeriksa ke sumber langon, ternyata pipannya sudah yang rusak,” kata M Sofi.

Air itu selama ini dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum, mandi dan kebutuhan lainnya bagi warga Desa Darungan, Dusun Sanggrahan Sumberklopo Desa Curahkalong dan sekitarnya.

Ketua Kelompok Tani Sumberklopo Teguh Wahyudi membenarkan adanya pengrusakan pipa air itu. Hanya saja warga tidak berani melapor ke polisi.

“Sepertinya tidak ada yang berani melaporkan, warga milih diam saja, soalnya tahu sendiri lah mas, bisa bisa keamanan warga  malah terancam,” kata Teguh Wahyudi.

Warga memilih bergotong royong membenahi pipa yang rusak. Kini, pipa air sudah kembali berfungsi seperti sediakala. senin (21/10/19).

“Sepertinya sudah diperbaiki, meski dengan peralatan seadanya,” pungkas Teguh W. (*).

Kusbandono Primadona  Jagongan Mencari Pengganti Bupati Jember

0
Kusbandono
Aktivis Senior PMII Kusbandono

Jember – Jempolindo.id – Saat jagongan Butuh Bupati Baru bertajuk  “Jagongan bersama Calon bupati pengganti Bupati Faida”, diantara 8 Bakal Calon Bupati lainnya,  kehadiran Bakal Calon Bupati Kusbandono cukup menarik perhatian. Jum’at (18/10/19).

Bukan saja Kusbandono diffable, tetapi lontaran pernyataannya cukup memukau hadirin.Sejumlah 8 Bakal Cabup Jember yang hadir pada acara Jagongan

“Konco konco Difabel , konco konco Penyandang cacat, hanya dijadikan komoditas pencitraan bersama Lansia, Tukang Becak, dan lainnya,” ketusnya.

Alasan pencalonan Kusbandono  tampaknya merupakan tumpukan keprihatinannya atas carut marutnya Peerintahan Kabupaten Jember sejak 4 tahun di bawah kendali Faida.

Kusbandono adalah pelaku sejarah terbentuknya Perda difable tahun 2016. Aktivis PMII itu salah satu penyusun perda difable, dia tahu persis nuansanya.  Tak heran jika Kusbandono memanfaatkan momentum Pilkada 2020 untuk mencalonkan sebagai Bupati Jember.

“Dengan keterbatasan fisik saya yang seperti ini, dan terbilang nekat, atau dianggep guyonan, dengan ketulusan yang sedalam dalamnya, Bismillah saya Kusbandono orang yang paling ngeyel dan kardiman terhadap  pemerintahan Jember saat ini berangkat maju menjadi Bakal calon bupati jember,” tandasnya.

Kustiono musri sebagai penggagas acara kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Semangat Demokrasi untuk melihat potensi para bakal calon yang akan maju pada 2020 mendatang.

“Ini adalah semangat yang setiap hari kita dengungkan dalam bingkai gerakan BUTUH BUPATI BARU ( B3 ), untuk Jember yang lebih baik,” terang aktifis tersebut.

Menurut Kustiono Jember masih memiliki banyak orang orang potensial dalam membangun Jember lebih baik dan bermartabat.

“Kita tidak mau salah pilih lagi mas, cukup sudah Bupati yang sekarang ini memimpin Jember dengan berbagai permasalahannya, maka acara malam ini adalah bagian dari harapan untuk memilih Bupati baru selain Bupati Faida,” tandasnya.

Menanggapi majunya Kusbandono sebagai Bacabup Jember, Kustiono menilainya sebagai keberanian yang patut diapresiasi.

“mas Kusbandono lebih berani maju mencalonkan diri dibandingkan saya yang memiliki fisik sempurna, saya tidak ada apa apanya dibandingkan mas Kusbandono,” pungkas Kustiono Musri. (And)

JEKa Bekali Mahasiswa STE Mandala Agar Siap Hadapi Era Digital

0

Jember – Jempolindo.id – Jember Ekonomi Kreatif (JEKa)  terus berkiprah memotivasi tumbuh kembangnya pengusaha muda. Kali ini JEKa hadir saat Yudisium STE MANDALA, guna memberikan pembekalan  bertajuk ” Peran Generasi Millenial dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0″. Sabtu (19/10/19).

Melalui Ketua Jember Ekonomi Kreatif ( JEKa ) Heri Purnomo menjelaskan, kegiatan  diikuti   calon sarjana ekonomi,  juga menghadirkan para penerima beasiswa bidik misi di STE Mandala Jember.

Menurut Heri Purnomo kegiatan ini sangat positif,  Mahasiswa  diharap   bisa menyesuaikan diri dengan segala perubahan jaman termasuk era digitalisasi.

“Mau tidak mau dan bisa atau tidak bisa, maka setiap mahasiswa  harus  membekali diri, sehingga bisa bertahan dan berkembang sesuai tuntunan jaman,” papar Heri. (*)

Gelar Patroli Dialogis Kapolres Alfian Hadiri Doa Bersama Relawan Jumadi

0

Jember- Jempolindo.id – Jelang  pelantikan   Ir H Joko Widodo   –   KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden Republik Indonesia  dan  Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Periode 2019-2024, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK M Hum, perintahkan seluruh Polsek jajaran Polres Jember   melaksanakan kegiatan patroli dialogis rutin bersinergi dengan TNI.

Didampingi Kapolsek Kaliwates AKP Edi Sudarto SH MH dan Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal,  bertandang pada acara Doa Bersama yang digelar Relawan Jumadi Made, Jumat (18/10/2019).

“Patroli Dialogis merupakan  upaya menciptakan rasa aman dan nyaman jelang pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI supaya dapat berjalan lancar dan khidmat tanpa adanya gangguan kamtibmas di wilayah,” tutur Kapilres Alfian.

Kapolsek Kalipates AKP Edi Sudarto Menambahkan, Patroli Dialogis   juga  upaya antisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Patroli sinergitas dilakukan dengan sasaran para tokoh agama dan tokoh masyarakat, objek vital serta daerah rawan tindak kejahatan yang berada di wilayah Kecamatan.

“Khususnya menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI ini, kegiatan tersebut lebih kita tingkatkan dari sebelumnya. Kegiatan patroli tersebut juga sebagai bentuk hadirnya TNI-Polri menjaga keamanan ditengah-tengah masyarakat. Terutama menjelang pelantikan presiden,”  pungkasnya (*).

GMNI Jember Gelar Kaderisasi Tumbuh Kembangkan Marhaenisme

0

Jember – Jempolindo.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember melaksanakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) di Biskit Sempolan. Jumat – Minggu (18-20/10/ 19) dengan Tema “ Menumbuhkan Kesadaran Ideologi Kader sebagai Ujung Tombak Perjuangan”.

Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) GMNI merupakan proses kaderisasi setelah Pekan Penerimaan Anggota Baru ( PPAB). KTD dilaknasakan sebagai Proses pemantapan pemahaman ideologi serta pengesahan Anggota menjadi Kader agar dapat bersama-sama berjuang dijalan Marhaenisme.

Irham Fidaruzziar Ketua DPC GMNI Jember menyampaikan, Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) adalah Kewajiban yang Harus dilaksanakan GMNI sesuai AD/ART. Irham sapaan akrabnya juga menegaskan pengusungan Tema Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) merupakan penegasan Kader sebagai ujung tombak perjuangan.

“ Setiap organisasi pasti memiliki Ideologi, begitu juga GMNI dengan Marhaenisme-nya, pengambilan tema kali ini tidak lain adalah agar Kader yang mengikuti Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) saat ini dapat memegang teguh Marhaenisme ajaran Soekarno, Karena hari ini masih banyak ketertindasan yang terjadi, jika bukan kita sebagai Kader GMNI yang akan berjuang melawan Penindasan lalu siapa lagi ?,” tandasnya.

Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) diikuti 80 orang, terdiri dari DPK-DPK di lingkungan DPC GMNI Jember serta beberapa DPC GMNI sekitar seperti Banyuwangi, Bojonegoro, bahkan Madura. (Wild)

Jagongan B3 Jadi Ajang Curhat Penantang Faida

0

Jember – Jempolindo.id.  Jagongan bersama calon pengganti Bupati Jember dr  Faida  MMR yang digelar Komunitas Butuh Bupati Baru (B3), bertempat di Yayasan Raudhatul Mutaallimin (Yasrama), Jumat (18/10/19) jadi ajang curhat 8  Bakal Calon Bupati Jember. Gelaran Jagongan itu diikuti tokoh Jember dari berbagai kalangan.

Mantan Ketua Asosiasi Kepala Desa Jember  Zoelkifli   selama menjadi kepala desa Sukowono merasa paling banyak didholimi Faida. Atas alasan itulah Zoelkifli menjajal mendaftar sebagai bakal calon bupati Jember periode tahun 2020 – 2025.

Zulkifli
Mantan Kades Sukowono Zulkifli

“Saya paling banyak didholimi, kita harus berani melawan,” tegasnya.

Begitupun Pengusaha H Moh Nur Sulis yang mendaftar melalui Partai Nasdem, mengungkapkan  situasi Kabupaten Jember  yang menurutnya harus dibenahi. Karenya H Sulis mengajak bersama- sama bekerja mengatasi permasalahan itu.

“Semua tentu ada kelebihan dan kekurangannya. sebaiknya mari bekerjasama sama menanggulangi permasalahan yang ada,” katanya.

Aktivis  senior PMII  Kusbandono yang juga mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Jember melalui PDIP mengungkapkan kekecewaannya atas pemerintahan Bupati Faida yang hanya memanfaatkan kaum difable.
Seperti yang dialaminya saat turut serta menyusun Perda Disabilitas tahun 2016.

“Saya siap bersama sama memperbaiki Jember,” tegasnya.

Kusbandono
Aktivis Senior PMII Kusbandono

Sementara mantan Kepala BPPD Jember Ir Rasid Zakaria justru  mempertanyankan bagaimana caranya memenuhi harapan  Butuh Bupati Baru.

” Saya menerima.amanat dari para Kyai dan Ulama, amanatnya Faida harus diganti,” tegas Rasid.

Rasid
Mantan Kepala BPPD Jember Ir Rasid Zakariap

Rasid yang telah mendafar Bacabup melalui PDIP dan Partai Nasdem
mengaku sudah melakukan survey,  hasilnya Faida masih kuat. Meski menurut kalkulasi politiknya Faida tidak punya pintu untuk dapat rekom.

“Faida di Jember jadi Macan, tetapi saat mendaftar di PDIP  jadi kucing,” Sindir Rasid.

Pernyataan pemilik Rien Collection H Hendy Siswanto ikut menjadi Cabup  hanya berniat memperbaiki dirinya agar lebih bermanfaat dengan turut serta memperbaiki Kabupaten Jember.

“Diusia saya yang 58 tahun ini saya mengajak untuk  bergotong royong melakukan perbaikan. Jember harus jauh lebih dari yang sekarang, kita sudah tertinggal dari kabupaten lain,” Katanya.

Hendy
Pemilik Rien Collection Hendy Siswanto

Hendi menyadari tidak semua 13  Bacabup yang sudah mendaftar melalui partai politik tidak akan direkom semua.

“Jika terjadi ada tiga pasang calon yang direkom partai, ya bagaimana baiknya sudah,” katanya.

Mantan Kepala BPN Jember Joko Susanto yang tampaknya hanya melalui Partai Gerindra, juga merasa prihatin mengamati kondisi Jember.
Joko mengklaim  didukung para kyai.

Joko mengkritisi kebijakan anggaran APBD, menilai APBD menurutnya tak hanya bicara  hasil, melainkan mesti dicermati  prosesnya.

Proses yang berpengaruh terhadap perekonomian, duit tetap beredar di Jember. Jika pekerjaan dilakukan oleh orang luar Jember,  uang hanya akan  dinikmati orang luar Jember

“Menjadi tugas bupati bagaimana mensejahterakan masyarakat jember,” katanya.

Joko S
Mantan Kepala BPN Jember Djoko S

Mantan pimpinan DPRD Jembeer periode 2014 – 2019 Ayyub Junaedi menghimbau agar dalam memilih pemimpin masyarakat bisa melihat
track recordnya.

“Jadilah pemilih rasional, karena tantangan bupati ke depan sangat besar,” kata Ayyub.

Ayyub
Ketua DPC PKB Jember Ayyub Junaedi

Ayub mencontohkan rendahnya kinerja pemkab Jember, diantara soal Jember yang tidak mendapat  quota  rekruetmen  ASN tahun 2019.
Berdasar informasi, ternyata akibat dari buruknya tata kelola birokrasi.

“Masak ada kasi kambing, kasi sholawat, kasi haji,” sindir Ayub.

Pengusaha Property Abdussalam menyadari carut marutnya birokrasi jember yang berdampak pada pelayanan masyarakat.

“Untuk itu saya bertekad turut serta memperbaiki Jember, dengan jargon Jember Juara,” katanya.

h abdussalam
Pengusaha Property H Abdussalam

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, satu – satunya dari 50 anggota DPRD yang hadir merasa masih ada nuansa tersandera di lingkungan DPRD Jember. Hal itu tampaknya akibat dari terjeratnya kasus Bansos yang sempat menjebloskan ke penjara Mantan Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni.

“Setiap kali saya ingin mengomentari kebijakan eksekutif dan saya sampaikan kepada anggota dewan lainnya selalu ada rasa ketakutan,” akunya.

Ahmad Halim
Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad.Halim

Halim mengaku prihatin membandingkan dengan kesejahteraan yang diterima anggota DPRD Kabulaten tetangga.

“Anggota dewan Jember take home pay  hanya 26 juta. Sedangkan Banyuwangi sudah 36 juta dan Bondowoso 34 juta,” keluhnya.

Pertanyaan Rasid perihal cara B3 melaksanakan agendanya,  ditanggapi Tuan Rumah Sekaligus moderator acara jagongan Kustiono. B3 kata Kustiono dapat dilalui salah satunya dengan mencermati Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2019.

“LHP BPK  merupakan pintu masuk menghabisi Faida. Apalagi jika didukung kekuatan anggota DPRD,” kata Kustiono menyakinkan.

Kustiono
Penggagas B3 Kustiono Musri

Kustiono juga menegaskan perlunya kekompakan para Bacabup penantang Faida untuk tidak saling menyerang.

“Kita minta kesepakatan para bacabup,” tegas Kustiono.

Lain halnya dengan Aktivis Jember Agus MM  meragukan LHP BPK dapat digunakan sebagai senjata untuk menyerang Faida. Dirinya yang mengaku mempelajari LHP BPK sejak tahun 2015 menganggap tidak bisa menggeser bupati.

” LHP BPK itu banci,” sergahnya.

Agus MM
Aktivis LSM LAPPAP Jember Agus Mashudi

Aktivis Partai Nasdem Mursid menyatakan sikap penolakannya untuk mendukung Faida, meski seandainya Partai Nasdem merekom Faida.

“Kalaupun saya harus dipecat dari keanggotaan partai gak apa – apa,” tandasnya.

Sementara Ketua Partai Berkarya Jember Muhammad Firdaus merasa perlu banyak mendengar seluruh masukan dari semua pihak untuk dijadikan bahan laporan kepada pimpinan partainya.

“Kami akan memberikan pertimbangan kepada pimpinan partai siapa yang pantas direkom,” katanya.

Firdaus
Ketua Partai Berkarya Jember M Firdaus

Aktivis Partai Golkar Hafidi mengingatkan agar  memilih pemimpin yang memiliki kemampuan serta komitmen yang kuat.

” Jika partai merekom calon pemimpin   bukan ahlnya, tunggu saat kehancurannya,” sindir Hafidi.

Hafidi
Aktivis Partai Golkar Hafidi

Saat diminta pendapatnya Ketua PWI Jember Sigit Maryanto menegaskan posisi PWI sebagai lembaga profesional  bersikap netral.

Ada yang menganggap  PWI   oposisi. Sesungguhnya PWI  mengkritisi faida  sebagai bupati.  jika diperlukan untuk sarana publikasi sepanjang tidak menjelekkan calon lain PWI siap,” tegas Sigit.

Sigit
Ketua PWI Jember Sigit Edy Maryanto

Acara jagongan itu ditutup dengan pernyataan KH Syaiful Rijal (Gus Syef), mengklarifikasi bahwa kritik yang dilakukannya bukan terhadap Faida secara personal, melainkan Faida sebagai Bupati.

Gus Syef
Penanggung Jawab B3 KH Syaiful Rijal

“Sekarang kan ahlaknya makin ambruk, sudah perlu diganti,” pungkasnya. (*)

Saran Akmal Diamini Pemerintah Soal Kongres Agar PSSI Patuhi FIFA

0

Jempolindo.id – Pernyataan pengamat sepak bola sekaligus pegiat antimafia bola Akmal Marhali yang meminta PSSI jaga integritas diamini oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. Terkait tanggal Kongres pemilihan PSSI yang dimajukan ke 2 November 2019, idealnya harus komunikasi dulu dengan FIFA.

Awalnya, PSSI menetapkan kongres dilaksanakan 25 Januari 2020 dan telah disetujui FIFA. Namun, pada 27 Juli 2019, PSSI mengubah dan memajukan jadwal kongres menjadi 2 November 2019 dengan delegasi (voters) hasil kompetisi tahun 2018.

La Nyala
Ketua DPDRI La Nyala Mattaliti

Terhadap rencana ini, FIFA memberikan respon negatif dan tetap merekomendasikan kongres dilaksanakan 25 Januari 2020. Namun, PSSI tetap bersikukuh dan memilih mengabaikan rekomendasi FIFA.

“Jika Kongres PSSI tetap dilaksanakan pada 2 November 2019, tidak hanya mengabaikan delegasi (voters) sejati hasil kompetisi 2019. Namun juga sebuah kesalahan moral dan integritas organisasi. PSSI membiarkan kelahiran kepengurusan baru yang cacat,” kata Akmal.

Merespon hal ini, Seskemenpora Gatot S Dewa Broto menjelaksan bahwa itu memang urusan internal PSSI. Tapi, FIFA yang telah memberikan koridor waktu hendaknya tak dilanggar dan dipegang.

Gatot
Sekretaris Kemenpora GatotS Dewabroto

Dia mencontohkan dengan sikap PSSI pada 2016 lalu. Saat itu hendak menggelar Kongres di Makassar, tapi pemerintah menyarankan di Yogyakarta.

“Kemudian Sekjen FIFA minta 10 November 2016 di Jakarta, dan itu terjadi tidak keluar dari jadwalnya,” tutur Gatot.

Dia mengingatkan, kongres 2 November itu belum dapat persetujuan FIFA. Karena itu, kalau punya inisiatif PSSI hendaknya izin terlebih dulu ke otoritas sepak bola dunia tersebut.

“Lebih baik ikuti FIFA daripada hasil Kongres PSSI tidak diakui,” ucapnya.

Karena itu, Gatot meminta PSSI segera meminta izin dan komunikasi dulu dengan FIFA. Kalau perlu, pemerintah juga siap menguatkan komunikasi ke FIFA.

“Daripada sudah keluar uang persiapan untuk 2 November, eh, terus FIFA beri teguran karena tak sesuai dengan arahan FIFA. Jadi ya, PSSI komunikasi dulu dengan FIFA aman atau tidak. Kami pemerintah siap bantu Komunikasi,” tandasnya.(*)

AKD Diharap Mampu Jadi Wadah Perjuangan Masyarakat Desa

Gresik – Jempolindo.id. Menanggapi Musyawarah Daerah Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Gresik, Kamis (17/10/19) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Propinsi Jawa Timur Ir Muhammat Yasin MSi dihubungi Jempol melalui ponsel menyampaikan harapannya agar AKD mampu menjadi wadah perjuangan masyarakat desa.

“Ya tentunya sebagaimana tujuan organisasi, maka saya berharap AKD mampu menjadi wadah bagi para Kepala Desa untuk meningkatkan kapasitas dirinya agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya untuk mensejahterakan masy desa,” tutur Yasin.

DPMD Provinsi Jatim
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ir M Yasin MSi

Yasin berharap AKD mampu menjadi media temu tukar pengalaman dalam pengelolaan pembangunan Desa, sekaligus sebagai wahana pengembangan potensi dan kreativitas para Kepala Desa.

“Terutama dalam menjalankan kewenangannya untuk mengurus dan mengatur urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat berdasarkan prakarsa, asal usul, potensi dan sumber daya yang dimiliki desa,” harap Yasin.

Gayung bersambut, Wakil Bupati Gresik Dr Mohamad Qosim S sos Msi
menyatakan dalam sambutannya bahwa hubungan antara Pemerintah kabupaten Gresik dengan AKD tampak berjalan harmonis.

Wabup Gresik
Wakil Bupati Gresik Dr M Qosim Ssos MSi

“Saya lihat kedekatan yang otentik antara bupati dan wabub digresik dengan kades, dibuktikan dengan keberpihakan program dan pendanaan bagi desa. termasuk hadiah kendaraan operasional bagi AKD Kabupaten Gresik,” katanya.

Sementara mewakili Pengurus AKD Propinsi Jawa Timur Bhisma Perdana SH juga berharap nuansa Muda AKD Gresik dapat dijadikan sebagai momentum guna melakukan evaluasi, kaderisasi, dan proyeksi agar AKD bisa menyesuaikan dengan dinamikan zaman.

Peran AKD
Pengurus AKD Jatim Bhisma Perdana SH

“AKD Jatim sebagai organisasi tempat berhimpunnya semua kades sejawa timur, terus berupaya memperjuangkan kepentingan masyarakat desa melalui berbagai upaya,” tutur Bhisma.

Perjuangan AKD, kata Bhisma diantaranya sebagai pengusul UU No 6 tahun 2014 Tentang Desa, dan pengusul bantuan untuk desa dengan konsep pemberdayaan yang sekarang dikenal sebagai bansos.
Produk regulasi itu diakuinya sebagai hasil kajian dan usulan AKD propinsi Jatim.

Lebih jauh Bhisma berharap AKD akan terus berperan mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten untuk membuat rugulasi yang sehat, sesui dengan ke khasan masing – masing desa.

“Upaya itu bertujuan agar dana desa bisa menjadi pengungkit kesejateran masyarakat desa, sesuai dengan Jargon Akd : akd bangkit , akd jaya , desa sejahtera,” pungkasnya. (*)

Jelang Pelantikan Presiden TNI Polri Lumajang Gelar Operasi Gabungan

0

Lumajang – Jempolindo.id.  Antisipasi kerawanan kejahatan Jalanan jelang pelantikan Presiden RI tanggal 20 oktober 2019, Satu kompi TNI dan 50 personil Polri melaksanakan Patroli Gabungan dan penyisiran di wilayah pinggiran hingga kota Lumajang. Kamis Malam (17/10/19).

Kabag Ops Polres Lumajang AKP Yatno menghimbau masyarakat agar menjaga situasi dan kondisi Lumajang tetap Aman dan Nyaman.

“Mari kita jaga wilayah Lumajang ini dari orang–orang yang tidak bertanggung jawab,yang akan dengan sengaja membuat kegaduhan dan keonaran di wilayah Lumajang ini,” himbaunya.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan, selama melaksanakan Patroli gabungan Tidak ada hal menonjol yang menggangu kamtibmas.

“Selain itu, kita juga meningkatkan patroli di jam rawan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti pemuda mabuk-mabukan, Begal dan kejahatan jalanan lainnya. Patroli Gabungan ini sebagai bentuk cipta kondisi menjelang pelantikan Presiden dan wakil presiden,” kata Arsal.

Menurut Arsal, operasi gabungan itu merupaksn sinergritas TNI Polri, sekaligus menunjukan kepada masyarakat bahwa TNI Polri siap mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat Lumajang.

“Kami siap menghadapi segala kemungkinan yang akan mengganggu situasi kamtibmas di Lumajang,” pungkas Arsal. (and)

Siapa Nyana Kapolres Jember Alfian Nurrizal Ternyata Keluarga Besar Ulama Jember

0

Jember-Jempolindo.id. Siapa nyana Kapolres Jember AKBP ALFIAN NURRIZAL SH SIK MHum ternyata masih bernazab keturunan ulama besar Madura. Nasabnya terungkap saat kapolres berkunjung ke Kyai Muhlisin Alaudin di desa Curah Lele Kecamatan Balung, Rabu ( 16/10/19).

Dalam agenda Safari ke para Kyai dan Ulama di 31 kecamatan di kabupaten jember, Kapolres menyempatkan hadir secara langsung menemui Pengasuh pondok pesantren Ash Shidiqi.

Saat Kapolres bersilaturahmi, Kyai Muhlisin secara detail menanyakan asal usul kapolres yang baru menjabat dua minggu di Jember itu, karena sebelum kehadiran Kapolres ke pondok pesantren Ash Sidiqi, Kyai Muhlisin sudah dapat info dari Group WA jaringan para Ulama, bahwa ada keturunan Ulama besar dari Madura menjabat kapolres di kabupaten jember.

“saya tadi sempat penasaran kepada Bapak kapolres jember, infonya berasal dari Madura dan kebetulan sebelum kehadiran beliau ke Ponpes ini, saya dapat info dari Group NAAT ( Naqobah Ansab Auliyah Tis’ah ) dan ramai di group bahwa ada keturunan “Bujuk” ( read : bahasa madura, Kakek Buyut) bernama “Bindere” ( Bendoro = Bangsawan Pesantren ) Abdullah atau berjuluk Bindere Bungsoh ( Bungsu ) yang berasal dari Batu Ampar “Temor” ( Read bahasa madura : Timur ) Madura Jawa Timur, dinas di Jember,” terang Kyai Muhlisin kepada Jempol.

Berdasar keterangan K Muhlisin, Kapolres baru paham bahwa dirinya masih merupakan bagian keluarga besar Ulama Jember seperti Ketua NU Cabang Jember Dr KH Abdullah Syamsul Arifin, Kyai Khotib Umar, Kyai Muhyidin, dan Almarhum Kyai Abdullah Yaqin Mlokorejo, bahkan Kyai Muhlisin Alaudin sendiri juga masih bagian kerabat AKBP Alfian Nurrizal.

“Alhamdullilah mas, Pimpinan keamanan di Jember ternyata masih keluarga besar dari Sumenep Madura, terlebih setelah diruntut masih ada Nazab dengan banyak Kyai dan ulama besar di kabupaten jember, ini menjadi sebuah sinergitas antara Ulama dan Polres Jember dalam menciptakan keamanan yang sejuk dan Islami,” papar Kyai Muhlisin.

Dalam keterangannya, Lulusan Akpol tahun 2000 yang meraih rangking ke 4 terbaik itu juga sempat terkejut, ternyata keluarganya di Sumenep masih nasab berkaitan dengan ulama besar di Kabupaten jember.

“Saya juga merasa bangga mas, ternyata garis keturunan itu sangat berpengaruh dalam kaitan membangun silaturahmi seperti ini, semoga dengan adanya informasi ini semakin menjadikan saya tidak takabur dalam menjalankan kepemimpinan sebagai kapolres di jember,” terang Pria berwajah blasteran itu.

“Ulama adalah bagian terpenting dalam cipta kondisi keamanan di setiap daerah, maka perlu bagi saya yang baru menjabat di jember ini melakukan Silaturahmi kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kabupaten Jember yang memiliki 31 kecamatan ini merupakan wilayah yang cukup besar,” terang kapolres.

Agenda silaturahmi diahiri acara ramah tamah yang disiapkan santriwati, Kapolres yang didampingi Kasat Intel, Kapolsek dan beberapa Anggota polres Jember tampak menikmati suasana Pesantren yang sederhana dan penuh kekeluargaan. ( and )

%d blogger menyukai ini: