18.5 C
East Java

Saat Bunga Desaku Di Sumberbaru Tampak Birokrasi Jember Kian Solid 

Jember, Jempolindo.id – Suasana malam itu terasa penuh kekeluargaan, saat Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kebun Gunung Gambir, Desa Gelang Kecamatan Sumberbaru, pada Jum’at (26/09/2025) malam.

Suasana pegunungan terasa segar, saat berkumpul TP3D, seluruh OPD Pemkab Jember, bersama beberapa Camat, diantaranya Sumberbaru, Umbulsari, dan Semboro, beserta Kepala Desa dan RT RW.

Seperti biasa, selama dua hari, sejak Jum’at (26/09/2025) hingga Sabtu (27/09/2025) mereka akan menginap di tenda yang sudah tersedia.

Bupati Jember Muhammad Fawait, mengawali sambutannya dengan membacakan sholawat bersama sama, yang diikuti oleh seluruh yang hadir.

Mereka saling berbaur satu sama lain, tanpa ada perbedaan pangkat dan golongan.

“Kita yang hadir malam ini tidak ada perbedaan, semua sama,” kata Bupati Jember.

Suasana penuh keakraban itu membuat kegiatan Bunga Desaku kali ini, menambah rasa kebersamaan. Para camat, Kepala Desa dan perwakilan RT RW, masing – masing menyampaikan usulannya.

Usulan para Kepala Desa dan RT RW, nanti akan dibahas di masing masing OPD yang berwenang menangani.

“Mumpung para Kepala OPD semua hadir, nanti semua usulan akan dibahas bersama,” kata Gus Fawait.

Kepala Desa dari beberapa kecamatan yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan usulannya, tentang pembangunan yang dibutuhkan di desanya.

Lalu, para Kepala Desa satu persatu menyampaikan usulannya, mulai dari kebutuhan infrastruktur jalan, pengairan, penerangan jalan umum, PBB, hingga penanganan mobil ambulans.

Usai, para kepala desa menyampaikan usulannya, Bupati Jember mengajak diskusi para Kepala OPD, untuk membahas semua usulan yang telah disampaikan.

Pada kesempatan itu, Gus Fawait menekankan bahwa prioritas pembangunan Kabupaten Jember, diantaranya penanganan kemiskinan, stunting, pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.

“Saya tidak bisa sendirian dalam menangani masalah yang ada, membutuhkan kerjasama penjenengan semua,” ujarnya.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu mengajak segenap masyarakat Kabupaten Jember, untuk memanfaatkan layanan kesehatan melalui UHC (Universal Health Coverage) yang sudah disediakan pemerintah.

“Eman, pemerintah sudah menyediakan ratusan miliar, untuk layanan kesehatan melalui UHC,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember juga telah mengalokasikan sebanyak 8.000 kuota beasiswa untuk program Beasiswa Cinta Bergema 2025.

“Beasiswa untuk biaya kuliah (UKT) dan biaya hidup sebesar Rp 500 ribu per bulan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jember juga telah memberikan insentif Rp1,5 juta kepada 22.000 guru ngaji di tahun 2025, dengan total dana Rp 33 miliar, sebagai wujud penghormatan.

Penyaluran dilakukan mulai 10 September 2025 di kantor desa atau balai desa, yang dilakukan dengan cara terhormat.

“Selain insentif, guru ngaji juga mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Diujung acara, Plt Kabag Kesra Kabupaten Jember Nurul Hafid Yasin sempat menyampaikan isu yang berkembang tentang adanya dugaan pemotongan insentif guru ngaji sebesar Rp 50 ribu.

“Isu sudah diposting di banyak status WA. Kami klarifikasi, bahwa isu itu tidak benar,” kata Hafid.

Menanggapi informasi itu, Gus Fawait menegaskan, tidak boleh ada potongan dalam bentuk apapun kepada insentif guru ngaji.

“Jika memang ada pemotongan, termasuk permasalahan lainnya, silahkan laporkan melalui kanal Wadul Gus’e, pasti kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Kegiatan Bunga Desaku malam itu berlangsung hingga menjelang tengah malam.

Masing-masing akan beristirahat di tenda yang sudah tersedia. Kemudian, akan melanjutkan kegiatan pada keesokan harinya. (#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img