Tolak Regulasi Ngawur Ribuan Mahasiswa Jember Turun Ke Jalan

0
273

Jempolindo.id – Jember. Ribuan mahasiswa Jember yang tergabung dalam Cipayung Plus hari ini, Senin (23/9/19) turun kejalan.  Aksi mahasiswa GMNI, HMI, IMM dan KAMMI itu  berorasi secara bergiliran di Bundaran DPRD Jember menyerukan  penolakan atas sejumlah  RUU yang dinilainya ngawur.

“Perjuangan panjang dan berat melawan tirani orde baru telah membuahkan era baru, era reformasi yang telah 21 tahun  berlalu belum sepenuhnya tercapai,” seperti di tulis dalam siaran pers Cipayung Plus Jember.

Mahasiswa menuding ada sekelompok oligarki telah membajak semangat reformasi, masuk kedalam sistem politik dan meracuni instrumen kesejahteraan rakyat.

“Hubungan DPR dan Presiden sebagai pembentuk undang undang tak lain tak lain hanyalah hubungan konspirasi belaka,” tulisnya dalam siaran pers.

Keranda Mahasiswa
Masa Aksi Mahasiswa Jember membawa keranda kematian bertuliskan “DPR MATI”

Mahasiswa menilai :

  1. Pembahasan UU KPK  telah menabrak prosedur pembentukan peraturan perundang – undangan.
  2. RUU Pertanahan sangat mengandung unsur liberasi tanah. Politik hukumnya tidak lagi berpihak pada kesejahteraan petani
  3. Rencana perubahan KUHP masih menuai sejumlah pasal kontroversial . Pasal pasal karet dan multitafsir berpotensi memenjarakan seseorang hanya untuk melindungi kekuasaan.
  4. RUU Pemasyarakatan  menurunkan efek jera yang sepatutnya dirasakan para narapidana.
    .

Aksi Mahasiswa bergerak menuju Gedung DPRD meminta bertemu dengan pimpinan DPRD Jember agar bersedia menyampaikan  tuntutan mahasiswa.

Polisi sempat menghadang dipintu pagar, mencegah agar mahasiswa tidak masuk ke Gedung DPRD Jember. Ketua GMNI Cabang Jember Irham Fidaruzziar berhasil melakukan lobi – lobi agar masa aksi diperkenankan masuk ke halaman DPRD Jember.

Ahmat Halim
Pimpinan DPRD Jember Ahmad Halim saat berkomunikasi dengan perwakilan aksi Mahasiswa

Sebenarnya, Pimpinan DPRD Jember Ahmad Halim  bersama.anggota DPRD lainnya   tampak proaktf berusaha menemui masa  Mahasiswa, tetapi perwakilan mahasiswa tetap memaksa masuk.

Sejumlah perwakilan Aksi Mahasiswa ditemui pimpinan DPRD Jember di ruang Banmus.

Dalam pertemuan antara perwakilan aksi mahasiswa dan DPRD Jember, Ketua IMM Jember Andi Saputra menegaskan terkait Rencana UU
ada indikasi konspirasi eksekutif dan legislatif.

Andi Saputra
Ketua IMM Jember Andi Saputra

” Karenanya kami mendesak DPRD Jember untuk menyampaikan aspirasi kami. Selanjutnya kami mohon pimpinan  dewan temui masa, jika tidak bersedia maka  kami pastikan akan datang lagi dengan  gelombang masa lebih besar,” tegasnya.

Irham Fidaruzziar
Ketua GMNI Jember (Baju Merah) Irham Fidaruzziar saat membacakan pernyataan DPRD Jember

Ketua GMNI Cabang Jember Irham Fidaruzziar juga berharap dewan melanjutkan   aspirasi Mahasiswa.

Sementara Ketua HMI Cabang Jember Azhar Adaby  menegaskan bahwa  pembahasan dan mekanisme RUU dinilainya ngawur, kontroversi dan cacat proses.

“Karenanya kami harap presiden  bersikap tegas. Kami juga mendesak agar kpk dimasukkan dalam amandemen UU,” pintanya.

Hanif Q Arifin
Ketua KAMMI Jember Hanif Q Arifin

Lebih jauh ketua KAMMI Cabang Jember Hanif Q Arifin menjelaskan bahwa adanya  aksi mahasiswa menunjukkan Kondisi bangsa saat ini tidak sedang baik baik saja.

“Kami menilai pembahasan RUU cacat moril, materiil dan  menabrak moralitas,” sergah Hanif.

Meski Pimpinan DPRD Jember Ahmad Halim telah menyanggupi untuk menindak lanjuti  aspirasi mahasiswa, tetapi  perwakilan mahasiswa mendesak agar dibuat pernyataan tertulis yang ditanda tangani anggota DPRD Jember.

“Kami minta juga agar pernyataan tertulis ini hari ini juga di kirim ke DPRRI,” tegas Andi Saputra.

GMNi
Ketua GMNI Jember Irham F saat kirim Faks

Pernyataan tertulis yang sudah ditanda tangani sejumlah anggota DPRD Jember saat itu juga dikirimkan ke  DPRRI melalui Faximile. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini