CUITAN REDAKSI
Beranda / CUITAN REDAKSI / Sumbangan Dana Pendidikan di SMA Negeri 1 Kencong Untuk Bangun Gedung ?

Sumbangan Dana Pendidikan di SMA Negeri 1 Kencong Untuk Bangun Gedung ?

Sumbangan Dana Pendidikan
Caption : SMA Negeri 1 Kencong yang sedang membangun tambahan gedung sekolah dengan anggaran dari Sumbangan wali murid

Jember – Sumbangan dana pendidikan sepertinya masih rancu antara diperkenankan dan tidak. Penggalangan dana dalam bentuk sumbangan sukarela hanya dapat dilakukan oleh Komite Sekolah sesuai amanat Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. Bentuknya berupa bantuan dan atau sumbangan sukarela, bukan pungutan.

Seperti yang terjadi di SMA  Negeri 1 Kencong Kabupaten Jember, Eko Susilo Santoso, humas SMA negri 1 Kencong,  menjelaskan membludaknya minat siswa dan siswi yang akan belajar di sekolah tersebut, membuat sekolah tersebut kekurangan ruang kelas.

“Saat ini jumlah murid di SMA negeri 1 kencong berjumlah sekitar 1100 siswa,” jelas Eko

Saat ini, kata Eko pihak sekolah sudah memiliki gedung sekolah sekitar 38 kelas, yang dianggapanya masih kurang memenuhi agar  kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung.

“Itu masih kekurangan, sedangkan pengajuan untuk penambahan gedung sekolah yang baru sudah sering kita layangkan ke pemprov Jatim, namun sampai saat ini belum ada realisasi,” jelasnya ke beberapa awak media.

Melacak Jejak Sejarah dan Makna Kata “Londo Ireng”

Sedangkan anggaran dari Pemprov Jatim, kata Eko, tiap tahun hanya cukup untuk operasional sekolah dan untuk gaji guru honorer.

“Karenanya pihak komite bersama wali murid merasa prihatin atas kondisi sekolah,” ujarnya.

Guna menutupi kekurangan buat belajar mengajar, tutur Eko,  ketua Komite Sekolah SMA 1 Negeri Kencong bersama wali murid, membuat terobosan dengan  membangun ruang sekolah,  menggunakan uang gedung yang  didapat dari sumbangan siswanya.

“Dari hasil pembayaran uang gedung tersebut, yang  dikumpulkan selama 2 tahun, komite sekolah sudah berhasil membangun gedung sekolah sebanyak 12 kelas, dengan  dua lantai,” jelas Eko Susilo.

Mengenai pengelolaan uang sumbangan siswa itu, Eko mengaku pihak sekolah tidak ikut campur dalam pembangunan gedung sekolah tersebut.

Pusaran Rasuah di Lombok Barat: Dari Alphard hingga Sapi Kurban

“Itu murni di kerjakan oleh pihak komite,” imbuhnya.

Terkait sumbangan uang sumbangan Wali Murid itu, Eko menjelaskan sudah diketahui oleh pihak kacabdin pemprof Jatim.

Dari pantauan jempol (Selasa, 21/12/2021), pihak Komite Sekolah, kini tengah mengerjakan pembangunan gedung sekolah, yang rencananya akan  membangun gedung sekolah sebanyak 6 ruang kelas.

Menanggapi sumbangan siswa itu, Anggota DPRD Jawa Timur H Karimullah menyatakan pungutan yang bersifat wajib tidak diperkenankan.

“Tetapi, jika wali murid mau berpartisipasi atas kekurangan biaya sekolah untuk meningkatkan fasilitas dalam menunjang kwalitas pendidikan, monggo-monggo saaja selama pihak-pihak  terkait sepakat tidak ada paksaan,” tegas Legislator  Partai Golkar itu. (Gito)

Realita menjadi guru honorer di balik janji PPPK 2026

× Advertisement
× Advertisement