JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Sejumlah pasien miskin yang menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember melontarkan kekecewaan terhadap fasilitas rumah sakit milik pemerintah tersebut.
Mereka menilai ketersediaan kursi roda sangat minim dan tidak sebanding dengan jumlah pasien yang datang setiap harinya.
Mengutip SuaraIndonesia.co.id, adanya masyarakat yang menyoroti kondisi kursi roda yang ada dinilai sudah tidak layak pakai dan seharusnya segera diganti. Keluhan itu disampaikan Asep, warga Kalisat, Jember, saat ditemui di kediamannya, Selasa (25/08/2026).
“Sangat kurang, kalau boleh saya bilang. Ini terkesan seperti darurat kursi roda. Padahal, Bupati Fawait memprioritaskan program kesehatan,” ujar Asep dengan nada heran.
Menurutnya, sebagai rumah sakit pemerintah terbesar di Jember, masalah sekecil itu seharusnya mendapat perhatian serius.
“Kami harus datang pagi-pagi hanya untuk kebagian kursi roda. Jangan sampai pasien berebut,” tambahnya.
Asep juga menyayangkan kondisi tersebut lantaran pendapatan asli daerah (PAD) Jember tergolong fantastis.
Ia menyindir: “Kursi roda barang kecil, tapi sangat dibutuhkan dan urgen manfaatnya. Beli stiker miliaran bisa, masak kursi roda belum bisa?”
Keluhan serupa datang dari Supriyanto, warga Kecamatan Kencong. Ia menegaskan jumlah kursi roda di RSD dr. Soebandi sangat terbatas dibandingkan lonjakan pasien setiap hari.
“Bayangkan ada berapa poli dan berapa pasien yang datang. Kami sering harus otot-ototan untuk mendapatkannya,” keluhnya.
Meski kecewa, Supriyanto tetap optimistis persoalan ini segera diatasi mengingat perhatian Bupati Fawait yang intens terhadap sektor kesehatan.
“Kami jauh dari Kencong naik motor. Sampai di sini, keluarga saya harus berdiri. Bayangkan seperti apa,” ungkapnya.
Sementara itu, Humas RSD dr. Soebandi, Septiono Hariyawan, memberikan tanggapan singkat. “Sudah menjadi agenda usulan perencanaan di tingkat manajemen,” tulisnya melalui pesan singkat. (#)

