JAKARTA, JEMPOLINDO.ID – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok Pati, dibuat geram setelah rekening bank miliknya diblokir secara sepihak.
Padahal, di dalam rekening tersebut terdapat dana Rp80,9 juta yang merupakan gabungan uang pribadi dan donasi publik untuk operasional aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI .
Pemblokiran diketahui terjadi pada Sabtu (22/8/2026) saat Botok hendak melakukan transaksi di tengah persiapan aksi yang rencananya digelar pada 27 Agustus 2026 mendatang .
Atas kejadian ini, Botok menilai pemerintah telah bertindak semena-mena.
“Inilah bentuk kedzaliman penguasa. Rekening itu kan private ya, kok bisa, sekelas bank aja bisa dikendalikan oleh penguasa,” tegasnya .
Menanggapi hal tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akhirnya buka suara. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, membenarkan pihaknya melakukan pemblokiran rekening milik Botok.
Namun, ia menegaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan aparat penegak hukum (APH) yang diajukan secara prosedural .
“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis manajemen Bank Mandiri dalam akun X resmi mereka, dikutip Minggu (23/8/2026) .
Meskipun mengakui adanya permintaan dari aparat, Bank Mandiri tidak merinci penegakan hukum apa yang mendasari pemblokiran tersebut .
Pihak bank hanya menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan, dan kehati-hatian dalam setiap layanan perbankan .
Rekening yang diblokir merupakan rekening pribadi Botok yang berfungsi menampung donasi masyarakat. Botok membantah keras jika dana tersebut berasal dari tindak pidana.
“Nominal uangnya cuma Rp80 juta. Itu uang pribadi saya dan donasi teman-teman saya. Uang koruptor ratusan miliar rupiah (tidak diblokir), ini cuma uang Rp80 juta diblokir kan aneh. Terlalu curiga yang berlebihan, masa negara takut sama kami?,” ujarnya di Pati, Minggu malam .
Ketua AMPB, Teguh Istianto, mengungkapkan pemblokiran ini sangat mengganggu rencana aksi mereka.
“Sangat mengganggu. Tolong carikan keadilan supaya tetap bisa dipakai,” ujarnya.
Teguh menegaskan pihaknya belum menerima informasi resmi dari bank karena masih akhir pekan .
Tak hanya rekening bank, Botok juga mengeluhkan akun media sosial TikTok dan WhatsApp miliknya turut diblokir secara beruntun .
Salah satu anggota AMPB, Sutekno alias Paijan Jawi, membenarkan kabar tersebut dan menyebutkan akun TikTok miliknya juga ikut hilang .
Meskipun mendapat berbagai ‘penjegalan’, Botok memastikan aksi unjuk rasa di DPR RI pada 27 Agustus 2026 tetap akan berjalan.
Mereka membawa dua tuntutan utama, yaitu mendesak DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset dan memberlakukan hukuman mati untuk koruptor .
Saat ini, Botok memilih memprioritaskan kelancaran dan keselamatan massa aksi yang akan datang, dan belum ada konsolidasi lebih lanjut terkait upaya pembukaan blokir rekening tersebut . (#)





