17 C
East Java

KORMI Jember Siapkan Kampung Olahraga, IJMBC 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Drum Band Berkelanjutan

JEMBER, JEMPOLINDO.ID  – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jember menegaskan komitmennya membina atlet drum band secara berkelanjutan melalui International Jember Marching Band Carnival (IJMBC). Jum’at (07/08/2026)

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga diharapkan melahirkan atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Pada hari pertama pelaksanaan, panitia menggelar sejumlah kategori perlombaan, di antaranya Junior Class, Marching Concept, dan Music Battle.

Khusus kategori Music Battle, pertandingan masih memasuki babak penyisihan untuk menentukan peringkat peserta yang akan melaju ke babak berikutnya.

Panitia menjelaskan sesi pagi difokuskan sebagai tahapan awal kompetisi sekaligus memberi kesempatan peserta beradaptasi dengan arena lomba.

Sementara itu, babak semifinal dan final, termasuk kelas internasional, dijadwalkan berlangsung pada sesi berikutnya di GOR Kaliwates dengan harapan menarik lebih banyak penonton.

Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Ketua KORMI Jember, Try Basuki, menyampaikan organisasinya terus mendorong para atlet dan pelatih di sekolah-sekolah agar tetap konsisten menjalani latihan. Selain IJMBC, berbagai kejuaraan lain telah disiapkan sebagai wadah pembinaan, sekaligus didukung kebijakan pengakuan prestasi atlet melalui jalur prestasi di sekolah.

“Harapan kami seluruh atlet yang tergabung dalam drum band terus berlatih karena masih banyak agenda kejuaraan ke depan. Mulai tahun ini, sertifikasi atlet juga mulai diakui oleh sekolah melalui jalur prestasi,” ujar Try Basuki.

Kampung Olahraga Jadi Program Unggulan

Di sisi lain, KORMI mengungkapkan rencana membentuk kampung olahraga atau desa olahraga sebagai program kerja tahun ini. Program tersebut diawali dengan penetapan satu lokasi percontohan sebelum dikembangkan ke desa-desa lain guna meningkatkan budaya olahraga di tengah masyarakat.

“Kami ingin membangun ekosistem olahraga dari tingkat desa. Kampung olahraga akan menjadi pusat pembinaan dan pengembangan bakat sejak dini,” jelas Try Basuki.

Penilaian Berfokus pada Kualitas

Sementara itu, Sehat Saiman, salah satu dewan juri, menilai kualitas penampilan peserta drum band di Jember cukup beragam. Menurutnya, sejumlah kelompok telah menunjukkan kemampuan dengan standar nasional bahkan internasional, meski masih terdapat peserta yang memerlukan pembinaan lebih lanjut.

Ia berharap para pelatih di Kabupaten Jember terus meningkatkan kualitas pembinaan agar standar kemampuan seluruh peserta semakin merata. Dalam penilaian lomba, dewan juri menggunakan tiga aspek utama, yakni kualitas musikalitas, kekompakan permainan, dan nilai hiburan (entertainment) yang ditampilkan peserta.

“Penggunaan alat musik impor maupun produksi dalam negeri tidak memengaruhi penilaian kemampuan peserta. Penilaian tetap berfokus pada kualitas permainan, sementara perbedaan alat hanya berpengaruh terhadap karakter suara yang dihasilkan,” tegas Sehat Saiman. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi
  • Editor: Redaksi
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img