JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Sehubungan dengan pemberitaan di Jempolindo.id, berjudul : “Di Balik Gemerlap Program Homecare Jember, Merisa Bertahan Bersama Becak Tua”, dinilai dapat menimbulkan multitafsir diruang publik.
Baca Juga:
Di Balik Gemerlap Program Homecare Jember, Merisa Bertahan Bersama Becak Tua
Materi tersebut dikutip Jempolindo, dari Suara Indonesia, atas seijin wartawan, sekaligus pemilik media, yang meliput berita tersebut.
Narasi berita yang sudah diunggah menceritakan kisah Merisa Aprilia (16) putra dari Pak Selamet, Warga Desa Ajung Kecamatan Kalisat, yang menderita gagal ginjal, dan harus cuci darah sebanyak 2 kali seminggu.
Selama menjalani layanan kesehatan, Merisa diantar Bapaknya menggunakan bektor.
Penjelasan Komandan Baret Rescue
Atas pemberitaan tersebut, Komandan Baret Rescue David Handoko Seto menegaskan keberatannya atas pemberitaan tersebut.
“Perlu saya sampaikan, bahwa setelah ramai di media sosial, pada tanggal 6 Agustus, maka pada tanggal 8 Agustus, Baret Rescue telah memberikan bantuan antar jemput ambulance,” katanya, pada media ini, Kamis (27/08/2026).
Bantuan tranportasi itu, kata David diberikan secara gratis, dua kali seminggu, terkadang sampai tiga kali, karena harus melakukan pemeriksaan yang lain.
“Hingga hari ini (Kamis, 27/08/2026), teman teman yang antar jemput Merisa itu terkonfirmasi, melalui open kamera,” jelasnya.
Adapun vidio yang beredar, menurut David, Pak Selamet telah menjelaskan peranan Relawan Bared Rescue
Bantuan Baret Rescue, merupakan wujud dukungan terhadap Pemerintahan Kabupaten Jember, yang mempunyai program Homecare.
“Kami Baret Rescue, memang tidak melakukan publikasi, dan pelayanan kami memang anti mahar, khususnya di seluruh Kabupaten Jember,” ujarnya.
David meminta agar dukungan riil yang telah dilakukannya, agar tidak disalahgunakan.
“Oleh siapapun, terutama tindakan yang dapat mendiskreditkan (Pemkab Jember),” katanya.
Alasan Bantuan Relawan Baret Rescue
Selain itu, pasien atas nama Merisa, menurut David sebenarnya tidak bisa dilayani dengan layanan Homecare.
“Penyakit yang diderita Merisa, memang tidak bisa ditangani dengan layanan home care, harus berangkat ke rumah sakit,” katanya.
Karenanya, David berharap kedepan di RSD Kalisat juga ada layanan HD, melalui pola kerja sama dengan pihak ke 3.
“Selain untuk meringankan beban pemerintah daerah juga semakin mendekatkan layanan pasien cuci darah dari daerah Jember utara dan timur,” katanya.
Penjelasan Pak Selamet
Pak Selamet, Ayah Merisa Aprilia, melalui rekaman Vidio Call bersama David Handoko Seto, menceritakan bahwa dirinya telah didatangi seseorang wartawan.
Kata Pak Selamet, Wartawan tersebut telah meminta mengambil gambar.
“Dan menyuruh saya naik bektor, tapi cuma sebentar,” katanya.
Pak Selamet membenarkan bahwa, penanganan perawatan Merisa telah dibantu Relawan Baret Rescue.
“Itu melalui seseorang, saya dikenalkan dengan relawan (yang membantu Merisa),” tutupnya.
Klarifikasi Imam
Sementara, menurut Imam, pihaknya telah melakukan kerja jurnalistik, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dengan melakukan wawancara secara sistematis, yang dibuktikan dengan hasil rekaman.
“Pihak Pak Selamet telah mengijinkan, dan menceritakan apa yang dialaminya, dalam melakukan perawatan anaknya,” katanya.
Bahkan Imam membenarkan, bahwa Pak Selamet telah dibantu oleh relawan Baret Rescue.
“Dan pernyataan pak Selamet telah dimuat, di media Suara Indonesia,” katanya.
Terkait dokumentasi diatas bentor, Imam menyampaikan, bahwa itu sebagai bukti pendukung atau ilustrasi berita.
“Karena saat sebelumnya (ada bantuan Baret Rescue), menurut pengakuan Pak Slamet, ke Rumah Sakit naik becak, berangkatnya pagi dan Pak Slamet mengiakan,” ujarnya.
Sampai saat ini, Imam sudah bertemu langsung, untuk mengklarifikasi dengan David, dan menceritakan ihwal sebenarnya.
“Dalam hal ini, saya hanya terdorong oleh faktor kemanusiaan, tidak ada kepentingan apapun,” tutupnya. (#)

