JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ganden REI (Real Estate Indonesia), untuk mewujudkan komitmennya dalam pembangunan kota berkelanjutan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, memastikan setiap pembangunan perumahan di wilayahnya mematuhi aturan tata ruang yang berlaku.
Kolaborasi strategis ini disampaikan saat kegiatan sahur bersama, yang dihadiri oleh 1.000 warga di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin (16/03/2026).
Dalam suasana kebersamaan tersebut, Bupati Fawait menyampaikan arahan tegasnya kepada para pengembang.
Bupati Jember Tekankan Pentingnya Tata Ruang dalam Program 3 Juta Rumah
Dalam keterangan resminya, Bupati Muhammad Fawait menegaskan kesiapan Pemkab Jember untuk mendukung penuh program nasional 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden.
Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa dukungan ini harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sedang dalam tahap finalisasi.
“Saya minta kepada semua pengembang, bangunlah rumah sesuai dengan tata ruang. Jangan sampai kita mengulangi kesalahan dengan membangun di bantaran sungai. Kita harus hindari risiko banjir,” tegas Gus Bupati, sapaan akrabnya, di hadapan para pengembang dan warga.
REI Jember Siap Beri Sanksi Tegas bagi Anggota yang Langgar Aturan
Menanggapi arahan Bupati, Ketua REI Jember, H. Abdus Salam, menyatakan dukungan penuh organisasinya. Ia berkomitmen untuk mengawal seluruh anggota REI agar patuh terhadap regulasi yang ditetapkan pemerintah.
REI Jember bahkan siap memberikan punishment atau tindakan tegas bagi anggota yang terbukti melanggar ketentuan tata ruang.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember. Oleh karena itu, kepatuhan pada aturan adalah harga mati. Kami tidak akan segan memberi sanksi kepada anggota yang nakal,” ujar H. Abdus Salam dengan tegas.
Wujud Kepedulian Sosial: Ribuan Paket Sembako untuk Warga Jember
Kolaborasi antara Pemkab Jember dan REI tidak hanya berhenti pada persoalan tata kota. Keduanya juga mewujudkan kepedulian sosial secara nyata dengan menyalurkan bantuan kepada ribuan masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari komunitas ojek online (Gojek & Grab), pedagang kaki lima (PKL), pelaku UMKM di sekitar alun-alun, hingga para tukang becak dan pemulung.
Adapun bantuan yang dibagikan meliputi:
- Paket sembako dan beras 5 kilogram.
- Santunan tunai dalam amplop.
- Nasi kotak untuk santapan sahur bersama di Pendopo. (#)
- Pewarta: Sundari Rianto
- Editor: Miftahul Rachman





