CUITAN REDAKSI
Beranda / CUITAN REDAKSI / Nenek Maimunah Tinggal Di Gubug Reot Makan Nasi Basi

Nenek Maimunah Tinggal Di Gubug Reot Makan Nasi Basi

Nenek Maimunah
Nenek Maimunah sedang duduk di teras gubugnya

Jempolindo.id- Jember. Siang itu, Senin (17/9/19) seperti biasa kesehariannya, Nenek Maimunah (80th) duduk diteras gubuk reyotnya. Sebentar kemudia nenek beranjak masuk ke gubuknya, jemarinya masih  terlihat cekatan  menghidupkan tungku dapur sederhana, sepertinya nenek  renta itu hendak memasak nasi.

Nenek Maimunah

Nenek Maimunah sedang menghidupkan tungku yang terbuat dari tanah

Sejak tahun 2006, Nenek Maimunah tinggal sebatang kara tanpa sanak saudara  di rumah gubuk yang berdiri rapuh diatas tanah milik warga Dusun Karang Anyar Desa Balung Lor Kecamatan Balung Kabupaten Jember.

Nenek Maimunah

Lihat yang dilingkari merah, nasi itu sudah berjamur

“saya numpang  di tanah ini, tapi boleh tinggal seumur hidup,” tutur nenek itu.

Kemiskinan barangkali sudah menjadi sahabat dalam hidupnya, hingga nenek renta itu tampak tak begitu hirau, meski yang dimakannya nasih yang sudah hampir berjamur. Kalaupun ada lauk tahu tempe teramat disukurinya.

Nenek Maimunah

Berlauk Tahu dinginpun Nenek itu menikmati hidupnya

“Ya kan sering masih ada sisa nasi sampai dua tiga hari saya simpan,: katanya.

Melacak Jejak Sejarah dan Makna Kata “Londo Ireng”

Usia tampak sudah semakin menggerogoti kesehatannya, Nenek Maimunah mengaku mulai sering mengalami sesak nafas dan perut sering  merasa kesakitan.

“ya mau gimana lagi, ya jalani saja,” suaranya hampir tak terdengar.

Nenek Maimunah

Nenek Maimunah sedang menikmati makan siangnya

Barangkali Nenek Maimunah sudah tak begitu peduli dengan dirinya sendiri, tinggal di gubuk kotor dan pengap dijalaninya sambil menunggu takdir. Warga desa setempat sajalah yang mulai prihatin dan mencemaskan derita hidup yang dijalani nenek itu.

Tokoh Pemuda Desa Balong Lor Rijal, menghimbau semua pihak untuk peduli atas kehidupan  janda tua seperti nenek Maimunah yang kondisi hidupnya memang memprihatinkan.

Nenek Maimunah

Tokoh Pemuda Balung Lor, Rijal

“Masyarakat miskin seperti Nenek ini tentu menjadi tanggung jawab kita semua, ya masyarakat sekitar, termasuk pejabat pemerintah,” harap Rijal.

Pusaran Rasuah di Lombok Barat: Dari Alphard hingga Sapi Kurban

Selama ini, kebutuhan Nenek Maimunah memang ditopang dari kepedulian warga sekitar, meski sekedarnya tetapi setidaknya bisa membantu agar Nenek  Maimunah menyambung hidupnya. Sementara untuk membantu kesehatannya, sudah barang tentu Rijal merasa perlu ada perhatian lebih dari pihak terkait.

“Untuk itu, saya kira alangkah lebih baik jika pemerintah bersedia turun tangan membantu hajat hidup dan kesehatan nya Nenek Maimunah,” Himbau Pemuda itu. (*)

 

 

 

Realita menjadi guru honorer di balik janji PPPK 2026

× Advertisement
× Advertisement