Nenek Maimunah Tinggal Di Gubug Reot Makan Nasi Basi

0
411
Nenek Maimunah
Nenek Maimunah sedang duduk di teras gubugnya

Jempolindo.id- Jember. Siang itu, Senin (17/9/19) seperti biasa kesehariannya, Nenek Maimunah (80th) duduk diteras gubuk reyotnya. Sebentar kemudia nenek beranjak masuk ke gubuknya, jemarinya masih  terlihat cekatan  menghidupkan tungku dapur sederhana, sepertinya nenek  renta itu hendak memasak nasi.

Nenek Maimunah
Nenek Maimunah sedang menghidupkan tungku yang terbuat dari tanah

Sejak tahun 2006, Nenek Maimunah tinggal sebatang kara tanpa sanak saudara  di rumah gubuk yang berdiri rapuh diatas tanah milik warga Dusun Karang Anyar Desa Balung Lor Kecamatan Balung Kabupaten Jember.

Nenek Maimunah
Lihat yang dilingkari merah, nasi itu sudah berjamur

“saya numpang  di tanah ini, tapi boleh tinggal seumur hidup,” tutur nenek itu.

Kemiskinan barangkali sudah menjadi sahabat dalam hidupnya, hingga nenek renta itu tampak tak begitu hirau, meski yang dimakannya nasih yang sudah hampir berjamur. Kalaupun ada lauk tahu tempe teramat disukurinya.

Nenek Maimunah
Berlauk Tahu dinginpun Nenek itu menikmati hidupnya

“Ya kan sering masih ada sisa nasi sampai dua tiga hari saya simpan,: katanya.

Usia tampak sudah semakin menggerogoti kesehatannya, Nenek Maimunah mengaku mulai sering mengalami sesak nafas dan perut sering  merasa kesakitan.

“ya mau gimana lagi, ya jalani saja,” suaranya hampir tak terdengar.

Nenek Maimunah
Nenek Maimunah sedang menikmati makan siangnya

Barangkali Nenek Maimunah sudah tak begitu peduli dengan dirinya sendiri, tinggal di gubuk kotor dan pengap dijalaninya sambil menunggu takdir. Warga desa setempat sajalah yang mulai prihatin dan mencemaskan derita hidup yang dijalani nenek itu.

Tokoh Pemuda Desa Balong Lor Rijal, menghimbau semua pihak untuk peduli atas kehidupan  janda tua seperti nenek Maimunah yang kondisi hidupnya memang memprihatinkan.

Nenek Maimunah
Tokoh Pemuda Balung Lor, Rijal

“Masyarakat miskin seperti Nenek ini tentu menjadi tanggung jawab kita semua, ya masyarakat sekitar, termasuk pejabat pemerintah,” harap Rijal.

Selama ini, kebutuhan Nenek Maimunah memang ditopang dari kepedulian warga sekitar, meski sekedarnya tetapi setidaknya bisa membantu agar Nenek  Maimunah menyambung hidupnya. Sementara untuk membantu kesehatannya, sudah barang tentu Rijal merasa perlu ada perhatian lebih dari pihak terkait.

“Untuk itu, saya kira alangkah lebih baik jika pemerintah bersedia turun tangan membantu hajat hidup dan kesehatan nya Nenek Maimunah,” Himbau Pemuda itu. (*)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini