MENINGKATKAN MINAT BACA DAN KEPEKAAN TERHADAP LITERASI DIMASA PANDEMI DI DESA RAMBIPUJI KECAMATAN RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER

0
70

I. PENDAHULUAN

Menurut survei kelas dunia, orang-orang Indonesia tak suka baca buku. Minat baca anak-anak bangsa ini terpuruk Penelitian PISA menunjukkan rendahnya tingkat literasi Indonesia dibanding negara-negara di dunia. Indonesia berada pada ranking 62 dari 70 negara yang disurvei . CCSU merilis peringkat literasi negara-negara dunia pada Maret 2016. Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara yang disurvei.

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2 yang beberapa bulan ini melanda Indonesia. Covid-19 berdampak pada berbagai bidang termasuk pendidikan, pemerintahan, dan juga perekonomian di Indonesia. Dampak Covid-19 tidak hanya perkotaan yang menanggung dampaknya, tetapi juga merambah ke pedesaan sehingga aktivias masyarakat mulai dari pendidikan, perdagangan hingga sektor pertanian juga menerima imbas dari pandemi Covid-19.

Salah satu Desa yang juga terdampak Covid-19 adalah Desa Rambipuji dimana di Desa Rambipuji terindikasi asa 14 orang yang positif terjangkit Covid-19. Desa Rambipuji adalah desa yang terletak di tengah – tengah ibu kota Kecamatan Rambipuji. Sejalan dengan kondisi alam dan letak geografisnya sebagai  wilayah  daratan  dan berada  di lingkungan  pusat  kota  kecamatan  dan  daerah  pertanian,   maka mata pencanarian  masyarakatnya cukup  bervariasi.  Secara  umum  terlihat  pendidikan  di   Desa   Rambipuji   dapat   di nilai  sedang. Hal  ini  sangat  di mungkinkan  karena  Desa Rambipuji  termasuk wilayah dalam yang  dekat  dengan  Ibukota Kabupaten  yang  sudah barang tentu cukup tersedia sarana dan prasarana pendidikannya,  baik di wilayah dalam itu sendiri maupun di dalam  lain  yang  berdekatan.

Mengembangkan budaya literasi (membaca, menulis dan berhitung) sudah ada dalam sistem pendidikan di Indonesia sejak 2003, maka sebagai salah satu pengendali budaya baca dikalangan siswa adalah melalui pengelolaan yang tepat dan konsisten agar menjadi pembangunan budaya yang berkelanjutan serta dalam suasana menyenangkan. Secara sederhana, literasi dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan membaca dan menulis. Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Dalam Undang-Undang No 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan literasi dimaknai sebagai ”kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.” Sangat disayangkan banyak yang terjadi di sekolah, bahwa literasi dianggap hanya untuk mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia saja. Padahal, merujuk pada pemahaman kalimat di atas, bahwa peserta didik harus memiliki kemampuan semua bidang, sesuai dengan bakat dan minatnya.

Program kerja talkshow ini sebenarnya outputnya pada pembukaan wisata literasi di daerah Desa Rambipuji yaitu Gumuk Gong. Akan tetapi dalam hal ini tidak bisa dilakukan karena kucuran dana desa yang difokuskan kepada penanganan Covid 19. Dana desa Rambipuji yang besarannya kurang lebih 1,1 milyar seagian besar digunakan untuk BLT-DD dengan menyasar 500 kepala keluarga di Desa Rambipuji. Dari awal pelaksanaan KKN disini saya sebagai mahasiswa KKN menginginkan adanya wisata literasi, akan tetapi dengan alasan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Akhirnya program saya hanya sampai peningkatan dan cara – cara peningkatan literasi pada penggiat di Desa Rambipuji. Akan tetapi disini Kepala Desa Rambipuji setelah mendengar dan melihat tentang adanya dan banyaknya komunitas literasi di daerah Kabupaten Jember, akan melaksanakan suatu gerakan besar di Desa Rambipuji Khususnya Wisata Gumuk Gong

Maka dengan latar belakang tersebut peningkatan literasi terhadap semua orang yang berpendidikan perlu, terutama dimassa pandemi covid 19 seperti ini, peningkatan literasi berguna untuk meningkatkan minat baca dan mengisi waktu kosong dimassa pandemi.

II. METODE PELAKSANAAN

Pertama yang saya lakukan dalam proker ini adalah bertemu dengan kawan – kawan.penggiat literasi didaerah Jember sekitarnya khususnya. Dalam hal ini saya bertemu sendiri dengan Perpustakaan Jalanan Jember M. Iqbal Maulana dan kawan kawannya berlokasi di Kantin Timur Fakultas Teknik. Kita membicarakan tentang mekanisme pelaksanaannya dan output yang dicapai. Mekanisme yang kita sepakati adalah sasaran kita adalah pemuda yang ingin menghidupkan literasi, dan pelaksanaannya dibuat kita berdiskusi disana bentuknya seperti FGD Forum Grup Discussion tentang Perpustakaan Jalanan Jember sendiri mulai dari sejarah, keluh kesah, suka duka dan perjuangannya serta berdiskusi dalam hal perjuangan literasi dimasa pandemi. Untuk output yang ingin dicapai adalah pengenalan tentang pentingnya literasi sendiri dan meningkatkan minat baca dengan memperjuangkan literasi bagi khalayak masyarakat. Untuk waktu pelaksanaan adalah pada hari rabu tanggal 12 Agustus 2020 pukul 19.00 sampai selesai. Dilakukan pada Via zoom

III. HASIL PELAKSANAAN

Menurut catatan pemerintah Desa Rambipuji, jumlah penduduk pada akhir Desember 2014  adalah 10.504  jiwa yang terdiri dari 5129 jiwa laki-laki dan 5375 jiwa perempuan. Sejalan dengan kondisi alam dan letak geografisnya sebagai  wilayah  daratan  dan berada  di lingkungan  pusat  kota  kecamatan  dan  daerah  pertanian,   maka mata pencanarian  masyarakatnya cukup  bervariasi.  Secara  umum  terlihat  pendidikan  di   Desa   Rambipuji   dapat   di nilai  sedang. Hal  ini  sangat  di mungkinkan  karena  Desa Rambipuji  termasuk wilayah dalam yang  dekat  dengan  Ibukota Kabupaten  yang  sudah barang tentu cukup tersedia sarana dan prasarana pendidikannya,  baik di wilayah dalam itu sendiri maupun di dalam  lain  yang  berdekatan,  sehingga   memudahkan  bagi anak – anak    atau penduduk  (usia  sekolah  untuk  melanjutkan  pendidikan pada berbagai tingkatan yang ada ). Namun dalam perjalanannya banyak penurunan minat baca yang menurun diseluruh indonesia termasuk desa rambipuji.

Gambar 1 Posko Observasi Covid 19 Desa Rambipuji

Program kerja talkshow ini sebenarnya outputnya pada pembukaan wisata literasi di daerah Desa Rambipuji yaitu Gumuk Gong. Akan tetapi dalam hal ini tidak bisa dilakukan karena kucuran dana desa yang difokuskan kepada penanganan Covid 19. Dana desa Rambipuji yang besarannya kurang lebih 1,1 milyar seagian besar digunakan untuk BLT-DD dengan menyasar 500 kepala keluarga di Desa Rambipuji.

Gambar 2 Wisata Gumuk Gong Desa Rmbipuji

Dari awal pelaksanaan KKN disini saya sebagai mahasiswa KKN menginginkan adanya wisata literasi, akan tetapi dengan alasan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Akhirnya program saya hanya sampai peningkatan dan cara – cara peningkatan literasi pada penggiat di Desa Rambipuji. Akan tetapi disini Kepala Desa Rambipuji setelah mendengar dan melihat tentang adanya dan banyaknya komunitas literasi di daerah Kabupaten Jember, akan melaksanakan suatu gerakan besar di Desa Rambipuji Khususnya Wisata Gumuk Gong

Gambar 3 Poster Talkshow

Pada saat acara talk show tiba, banyak kawan – kawan penggiat literasi mengikuti acara tersebut. Disana saudara Iqbal menceritakaan tentang perpustakaan jalanan sendiri dan perjuangan yang selama ini dilakukan. Acara berlangsung selama 2,5 jam lamanya.

Gambar 4 Forum Diskusi

Forum diskusi yang dilakukan sangat aktif, bahwan ada kawan penggiat literasi yang masih bisa jalan dimasa pandemi. Saudara abu darda dari temen temen literasi Himpunan Perencanaan Wilayah Kota dapat menjalankan kegiatan peningkatan literasi dengan online. Untuk mekanismenya adalah meminjam buku dengan menukarkan sampah plastik dengan via online. Untuk sampah plastiknya difoto dan nantinya di serahkan ketika beliau sudah ketemu atau via pengiriman barang. Sebuah terobosan yang tepat dimassa pandemi untuk peningkatan literasi. Dalam hal ini acara ini mendapat antusias dari berbagai pihak, dan mendapat dukungan untuk merintis kembali perpustakaan jalanan ketika massa pandemi selesai.

IV. KESIMPULAN

Kegiatan KKN Back To Village dengan tema pembelajaran dimasa pandemi Covid di Desa Rambipuji Kecamatan kesimpulannya adalah :

  1. Target sasaran yang semula adalah pembuatan wisata edukasi literasi belum berhasil dikarenakan dana desa yang dialokasikan kepada dana pandemi.
  2. Pelaksanaan peningkatan literasi dengan menggunakan media talkshow interaktif
  3. Dalam pelaksanaan talk show banyak pihak yang berperan terutama penggiat literasi

Hasil dari talk show literasi sangat berguna untuk peningkatan literasi indonesia untuk selanjunya khususnya di Desa Rambipuji dan nantinya semoga wujudnya wisata edukasi dapat terwujud

V. UCAPAN TERIMAKASIH

Ucapan terimakasih mahasiswa KKN Back To Village kepada beberapa pihak yang telah membantu berjalannya kegiatan ini dengan baik yaitu :

  1. LP2M Universitas Jember yang telah mewadahi dan memberikan kesempatan mahasiswa untuk tetap melakukan KKN walaupun dengan keadaan yang serba terbatas.
  2. Bapak Sri Bambang Kaloko selaku DPL, yang telah membimbing dan memberi kemudahan dalam KKN dimasa pandemi
  3. Perangkat Desa Rambipuji yang telah memberikan izin untuk melaksanakan Kegiatan KKN ini berlangsung.
  4. Iqbal Maulana selaku pemateri pada Talkshow Literasi
  5. Teman teman KKN kelompok 74 yang telah membantu.
  6. Dan berbagai pihak lainnya yang turut membantu pelaksanaan KKN Back To Village.

VI. REFRENSI   

Questibrilia, Bivisyani. 2019. https://www.jojonomic.com/blog/usah a-mikro Windhiyana, Ericha. 2020.

Dampak covid19 terhadap kegiatan pembelajaran online di sebuah perguruan tinggi kristen di indonesia. Universitas Kristen Satya Wacana :Jawa tengah

*Gilang Krisna Wijaya