Digitalisasi Produk Dalam Upaya Pengembangan Usaha

0
110

Pandemi Covid 19 memberikan dampak negatif pada segala sektor tak terkecuali pada sektor UMKM terutama pada UMKM yang masih dalam sekala kecil. Sejak Februari penerepan kebijakan pemerintah untuk tetap dirumah saja memberikan dampak pada umkm yang masih menerapkan sistem konvensional dalam penjualannya. Penurunan omset sangat dirasakan akibatnya tidak sedikit UMKM yang bangkrut. Salah satunya pelaku UMKM yang terdampak dari kebijakan tersebut yaitu milik Ibu Tri Murdiyah pelaku penjual Jamur Crispy yang biasanya menjual dagangannya di sekolah sekolah. Penerapan belajar dirumah mengakibatkan omsetnya turun drastis sampai tidak ada pemasukan. Perlunya adaya inovasi bagi pelaku UMKM dalam pengembangan produknya agar tetap eksis atau tetap bergerak dalam pembatasan saat masa pandemi Covid 19. Banyak cara dalam pengembangan nya salah satunya dalam era teknologi dengan men digitalisasi produknya serta memberikan pembaharuan dalam kemasan serta memberikan inovasi dalam produknya.

Mahasiswa KKN Universitas Jember menjawab permasalahan ini dengan pengabdian kepada masyarakat selam 45 hari dengan menciptakan strategi dalam menghadapi permasalahan pada saat pandemi untuk pelaku UMKM yang dimulai pada tanggal 1 juli 2020 sampai dengan 14 Agustus 2020

Pada Minggu Pertama dilakukan survey untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada UMKM tersebut dengan mengetahui permasalahan akan terciptanya gagasan untuk memberikan konsep baru dalam pengembangan UMKM tersebut. Setelah survey  UMKM didapatkannya permasalahan pada umkm tersebut dan akan berlanjut pada minggu ke dua untuk memulai kegiatan program kerja KKN. Pada Minggu Kedua melakukan kegiatan mengenai memberikan pengetahuan berupa bagaimana dalam manajemen keuangan yang baik. Mulai dari mencatat arus masuk keuangan UMKM tersebut.

Pada Minggu ketiga berlanjut dalam pembuatan kemasan dengan menggunakan media online Canva dengan menggunakan Handphone sasaran. Pendampingan dalam pembuatan kemasan juga dibarengi dengan pembaharuan kemasan yang awalnya ukuran kecil sekarang ditambahkan dengan berbagai ukuran. Pada Minggu Keempat merupakan kegiatan pelatihan dalam inovasi produk dimana dalam pelatihan ini diberikan pengetahuan dan pendamping dalam memberikan inovasi pada produk tersebut berupa penambahan rasa serta pemanfaatan bahan sisa paada jamur tiram.

Pada Minggu kelima merupakan tujuan utama dalam permasalahan UMKM ini dengan melaksanakan pelatihan berupa digitalisasi produknya melalui shopee dengan melakukan pendampingan pembuatan akun Shopee dan pemasaran melalui platform Shopee serta tata cara penggunaan Shopee. Pada Minggu ke enam merupakan minggu terakhir dengan melakukan evaluasi semua kegiatan yang telah dilakukan pada saat KKN.

Kegitan demi kegiatan KKN telah terlaksana dengan baik dengan dukungan seluruh pihak terkait. Kegiatan ini tentu tidak selalu sempurna dikarenakan keterbatasan waktu dan dana dalam pelaksanaanya. Dalam pertemuan singkat ini, diharapkan apa yang telah dilaksanakan dan apa yang telah diusahakan dapat berguna bagi UMKM tersebut. (Fiba Granza Al Ghifari/ KKN 19/ Sumbersari/ L. Dyah Purwita Wardani SWW)