Lir Ilir Pesan Sunan Kalijaga Untuk Ummat Manusia 

Loading

Jember _ Jempolindo.id _ Bagi masyarakat Jawa, tentu lagu Lir Ilir, yang konon diciptakan oleh Sunan Kalijaga, tentu sudah tak asing lagi.

Namun, barangkali tidak banyak yang mengerti apa makna yang tersembunyi didalamnya, yang mengandung makna mendalam, yang dapat dijadikan sebagai pegangan hidup manusia.

Diambil dari berbagai sumber, termasuk dari tutur lesan, para sesepuh jaman dahulu, secara harfiah berikut ini ini maknanya.

  • Lir Ilir Tandure wis sumilir

(Bangunlah bangunlah tanamannya sudah semakin segar) 

Mengandung makna tanaman berupa syiar Islam sudah semakin banyak diterima dan dijalanlan oleh masyarakat.

  •  Tak ijo royo royo tak sengga kemanten anyar

(Tumbuh Semakin menghijau, menyenangkan seperti kemanten baru)

Ajaran Islam semakin tumbuh menghijau, menyenangkan seperti kebahagiaan kemanten baru.

  • Cah Angon Cah Angon Penekno Blimbing Kuwi

(Anak gembala anak gembala panjatlah pohon blimbing itu)

Anak gembala merupakan simbol dari para pembawa syiar Islam, yang terus menyampaikan syiar Islam.

Buah Blimbing, rata – rata bersudut lima, yang menandakan rukun Islam ada lima.

  • Lunyu Lunyu Penekno

(Meskipun licin panjatlah)

Memang menyebarkan dan menjalankan ajaran Islam tidaklah mudah, pasti banyak rintangan, Namun meskipun banyak rintangan tetap semangat untuk menjalani nya.

  •  Kanggo basuh dodotiro

 (Untuk membasuh pakaian atau ada juga yang memaknai dada)

Sesungguhnya ajaran Islam itu akan bermanfaat untuk mencuci pakaian, dalam makna luas berarti agama atau keyakinan.

Sehingga, keyakinan didalam dada seseorang itu akan tersucikan.

  • Dodotiro dodotiro kumitir bedah ing pinggir

(Pakaian/dada kamu, seperti bendera yang sobek dipinggir nya)

Mungkin akibat dari menghadapi perjuangan itu, bisa jadi keyakinanmu terpengaruh, sehingga membuat manusia ragu ragu, dan kurang semangat.

  • Domdomono Jlumatono, Kanggo sebo mengko sore 

(Jahitlah, benahilah, untuk beribadah nanti sore)

Meskipun sudah robek, namun jahitlah dan terus perbaiki semangat nya, sehingga dapat digunakan untuk beribadah, menyembah kepada Allah SWT.

Sore, juga bisa dimaknai hari akhir. Dimana manusia pasti akan menghadapi kematian. Menghadap kepada yang Maha Pencipta.

  • Mumpung Padang Rembulane

(Mumpung masih terang rembulan nya)

Terulah berbuat kebajikan, mumpung masih diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan.

  • Mumpung Jembar kalangane

(Mumpung terbuka kesempatan nya)

Bahwa selagi hidup di alam dunia, kesempatan selalu ada untuk terus berbuat kebaikan dan kebajikan.

  •  Yo surako surak Iyo….

 (Ayo bersorak riang gembira)

Jalanilah kehidupan ini dengan riang gembira. Karena, rasa riang gembira itu merupakan tanda syukur manusia kepada Sang Maha Pencipta.

Itulah makna yang terkandung didalam syair Sunan Kalijaga yang masih relevan, sebagai tuntunan kehidupan. (MMT)

Table of Contents