JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, Bupati Jember, Muhammad Fawaid, S.E., M.Sc., mengambil keputusan tegas dengan tidak menggelar open house di Pendopo Wahyawibawagraha.
Bupati Fawait memilih merayakan dan melaksanakan Sholat Idul Fitri di Kampung halamannya, di Pondok Pesantren Nurul Chotib, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, pada Sabtu (21/03/2026).
Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi anggaran dan penyederhanaan kegiatan seremonial di lingkungan pemerintah daerah.
Selain membatasi kegiatan seremonial, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tengah menggodok skema kerja dari rumah atau work from home (WFH).
Langkah strategis ini bertujuan untuk menekan penggunaan energi, terutama konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan dinas dan operasional perkantoran.
Gus Bupati, sapaan akrab Muhammad Fawaid, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak mentah dunia memberikan tekanan signifikan terhadap subsidi BBM nasional.
“Sebagai bagian dari NKRI, kita harus peka terhadap kondisi global,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai kesederhanaan.
“Meski tahun ini tidak ada open house di pendopo, kita kembali ke kesederhanaan. Kalau ada tamu, kami terima di pondok dengan jamuan ala kadarnya. Niat utamanya adalah mendukung gerakan efisiensi pemerintah pusat,” ujar Gus Bupati.
Dengan kebijakan ini, Pemkab Jember tidak hanya merespons dinamika ekonomi global, tetapi juga menunjukkan keselarasan dengan arahan pemerintah pusat dalam mengelola anggaran secara bijak dan berkelanjutan. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman





