Klarifikasi Terkait Pekerjaan Proyek Desa Nogosari

  • Bagikan
Klariikasi
Foto : Proyek Pemeliharaan Jalan di Desa Nogosari, masih dalam tahap pekerjaan

Jember – Jempolindo.id – Klarifikasi terkait dengan pemberitaan jempolindo, berjudul “Anggota DPRD Jember Soroti Buruknya Pekerjaan Perbaikan Jalan Nogosari”, yang mengulas perihal pelaksanaan proyek perbaikan jalan di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji, maka pihak pelaksana memberikan penjelasan tentang tahapan pelaksanaan proyek dimaksud. Kamis (02/09/2021).

Anggota DPRD Jember Soroti Buruknya Pekerjaan Perbaikan Jalan Nogosari

Melalui juru bicaranya, CV Balda Jaya menjelaskan, pekerjaan proyek itu merupakan pekerjaan pemeliharaan berkala jalan desa, yang  tahapan pekerjaannya  telah dilaksanakan sejak bulan Juli, dan diharapkan selesai pada bulan oktober 2021.

“Sebenarnya sudah dikerjakan sesuai tahapan, mulai dari pekerjaan awal hingga sekarang masih dalam proses pengerjaan,” jelasnya.

Mengenai, asumsi material yang bercampur dengan tanah, memang menurutnya, material yang ada pada tahapan itu terkesan bercampur dengan tanah, karena kondisi sebelumnya, jalan desa itu sudah rusak parah, sebagian jalan makadam dan jalan tanah.

“Kami tinggal melakukan pengerjaan tahap berikutnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebagaimana layaknya hampir seluruh jalan di Kabupaten Jember, diketahui sudah sangat lama dalam kondisi rusak parah, sehingga perawatannya juga membutuhkan pekerjaan ekstra.

Seharusnya, memang untuk kegiatan pemeliharaan berkala,  dilakukan  pada interval waktu tertentu karena kondisi jalan sudah mulai menurun, yang biasanya kegiatan itu  meliputi perbaikan, levelling, resealing maupun overlay (pelapisan ulang) pada jalan beraspal atau regrooving (pengaluran/pengkasaran permukaan) maupun overlay pada jalan.

Namun, pihak pelaksana menyakinkan akan melakukan pekerjaan pemeliharaan jalan berdasarkan ketentuan spek yang diinginkan, sebagaimana sudah menjadi kewajibannya.

Besok (Jum’at, 03/09/2021) kami akan di datangkan agregat A utuk di hampar di atasnya, selanjutnya di keras kan dengan  alat berat. Pekerjaan selanjutnya pengaspalan. Jadi masih ada 2vkali hampar agregat,” ujarnya. (Sugito/sofyan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *