Kader PDIP Jember Datangi Polres Jember Dukung Polri Tangkap Pelaku dan Aktor Intelektual Pembakaran Bendera

0
637

Jember_Jempol. Insiden pembakaran bendera partai PDIP di Jakarta, oleh pendemo saat aksi Tolak RUU HIP menyulut kader PDIP Kabupaten Jember bergerak. Senin siang (29/06/2020) sejumlah Kader PDIP Jember mendatangi Polres Jember guna mendukung Polri menangkap pelaku dan aktor intelektual pembakaran bendera partai berlambang Banteng Moncong putih itu.

Berangkat dari Kantor DPC PDI Perjuangan Jember, sekitar 50 orang kader PDI Perjuangan bergerak menuju Mapolres Jember.

Mereka diterima diruangan Kapolres Jember untuk menyampaikan aspirasinya.

Usai menghadap Kapolres Jember, kepada sejumlah wartawan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Jember, Bambang Wahjoe Sujono menjelaskan, kedatangan kader PDIP Jember ke Mapolres Jember, bukan untuk mendemo apalagi meluruk Polres.

“kedatangan kami murni memberikan dukungan polri mengusut tuntas insiden pembakaran bendera PDIP yang terjadi di Jakarta, hingga pelaku dan aktor intelektualnya ditangkap,” tegasnya.

Bambang menjelaskan, meski hingga detik ini tidak ada ancaman apapun terhadap DPC PDIP Jember, namun sesuai instruksi DPP PDI Perjuangan, Bambang menyatakan siaga satu.

“Bukan untuk berperang, namun hanya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa PDIP bukan partai komunis seperti yang dituduhkan kelompok tertentu,” jelasnya.

Terkait banyaknya postingan hujatan di jejaring sosial media, Bambang tak merisaukannya.

“Karenanya, kunjungan kami ke Mapolres Jember setidaknya diharapkan pihak Polres Jember bisa menindaklanjuti laporannya jika memang ditemukan ujaran kebencian dan hoaks yang mendiskreditkan PDIP,” kata Bambang.

Sementara Kapolres Jember AKBP Aris Supriono, usai menemui perwakilan PDIP Jember menjelaskan, kendati tidak ada instruksi dari Mabes Polri kepada Polres Jember terkait insiden pembakaran bendera partai yang terjadi di Jakarta, Namun pihaknya juga mendukung proses hukum kasus pembakaran bendera itu. Polres Jember menyatakan siap menindaklanjuti laporan PDIP jika memang ditemukan indikasi tindak pidana (even)