Dima Akhyar Bersama Konglomerat Bersarung Sidogiri

0
352

Jember_Jempol. Tulisan ini disadur dari status Facebook akun Dima Akhyar saat menerima kunjungan KH Mahmud Ali Zain, salah satu pengasuh ponpes Sidogiri Pasuruan beserta keluarga. Senin (29/06/2020).

KH Mahmud Ali Zain mengenakan baju putih, kopyah putih, bersarung motive kotak – kotak tampak berbincang akrab bersama Dima Akhyar, diusianya yang 65 tahun, beliau masih tampak bugar dan penuh gairah.

KH Mahmud Ali Zain saat berkenan melihat tanaman sayur di kebun Dima Akhyar

“Alhamdulillah dapat pula menemani berbincang sembari menimba sebagian pengetahuan, pengalaman dan kekayaan hikmah yang beliau miliki,” tulis Dima.

Sosok KH Mahmud Ali Zain, disamping sebagai bagian dari keluarga pengasuh pondok, beliau juga merupakan perintis dan pimpinan sebuah lembaga keuangan berbasis pesantren yg saat ini dikenal sebagai BMT (Baitul Maal Wa attamwil) Sidogiri Pausuruan.

Sebuah lembaga ekonomi yang digagas bukan sekedar  menghindari subhat, melainkan juga membuktikan kemandirian pesantren.

Lembaga usaha berbentuk koperasi itu kini telah memiliki asset lebih dari 2,4 Trilyun rupiah, memiliki 268 cabang UGT dan 160 an cabang Maslahah yang lokasinya tersebar di 10 Provinsi. Ada ribuan santri yang dilibatkan dan diberdayakan di lembaga ekonomi tersebut.

Tak hanya bergerak di sektor keuangan, yakni BMT dan BPR Syari’ah, gerakan ekonomi yang dikembangkan beliau juga masuk ke sektor Riil,

Sejumlah lini usaha lain didirikan dan dikembangkan pula sebagai suatu ‘anak usaha’, ada agrobisnis, bisnis software, air mineral dengan brand ‘santri’, bisnis kuliner, percetakan, rumah sakit, property, dan tentu yang cukup populer adalah minimarket syariah berjaringan yang diberi nama ‘Basmallah’. Kini minimarket tersebut sudah 160 an jumlahnya,

Menurut kyai, seluruh ikhtiar ekonomi yang dilakukan sejak 20 tahun lalu ini didedikasikan bagi pengembangan dan penguatan ekonomi pesantren, santri dan ummat.

Beliau tak hanya berharap, namun mampu membuktikan bahwa secara ekonomi, santri dan pesantren dapat mandiri bahkan bisa memberikan kontribusi pada ummat dan negeri,

Atas seluruh kiprahnya, beliau mendapat apresiasi dari pemerintah Indonesia.

Presiden SBY menganugerahinya tanda kehormatan berupa Bintang Jasa Pratama sebagai tokoh yang memberikan pengabdian dan jasa luar biasa pada negara, dan pada masa Presiden Jokowi penghargaan diberikan sebagai tokoh lembaga keuangan inspiratif.

Beliau juga pernah menjadi anggota DPD RI 2004 – 2009 dari Jawa Timur dengan  gerakan songkok putihnya berhasil meraih suara tertinggi, menjadi Pembina Hipsi (Himpunan pengusaha santri Indonesia), ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) pusat dan sederet aktivitas lainnya.

Setelah sejenak menemani beliau yang tertarik melihat-lihat pekarangan kami yang ditanami berbagai sayuran dan buah agar lebih produktif, beliau pamit untuk melanjutkan perjalanannya kembali.

Semoga ada kesempatan lain untuk kembali menimba pengetahuan, wawasan dan hikmah dari beliau, Kyai luar biasa, Kyai dengan 10 putra putri dan 21 cucu yang penuh kederhanaan. (red)