JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Forum Pengawal dan Pembinaan Ideologi Pancasila (FPPIP) Jember, menggelar peringatan Harlah Pancasila sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yang dikemas dalam diskusi bertajuk “Indonesia Darurat Integritas: Merdeka atau Sekadar Bertahan?”, pada Minggu (22/8/2026).
Puluhan tokoh senior, akademisi, purnawirawan, hingga aktivis mahasiswa berpadu dalam satu ruang. Hangat, namun sarat kekhawatiran. Mereka menilai kondisi bangsa kian menjauh dari cita-cita Proklamasi.
Integritas Elit Bobrok, Hukum Tumpul
Ketua Panitia, Ir. Muji Kuswarsidi, M.P., membuka diskusi dengan kritik pedas. Ia menyebut kehidupan berbangsa saat ini sedang tidak baik-baik saja.
“Di usia 81 tahun, kita justru disuguhi krisis kepercayaan lintas lembaga yang amat parah. Korupsi, kolusi, dan nepotisme merajalela tanpa pengawasan efektif. Kita mengalami krisis moral dan politik secara bersamaan,” ujar Muji.
Ia juga menyoroti beban ekonomi rakyat kecil. Ironi kemerdekaan, kata Muji, justru terasa pahit.
“Dulu istilahnya ‘mantab’—makan tabungan. Sekarang sudah masuk taraf ‘maut’—makan dari utang. Konflik elit ditontonkan, sementara perut rakyat makin melilit. Ini ironis,” tambahnya.
Ia berharap generasi muda, khususnya kader GMNI, terus mengawal cita-cita Proklamasi.
Revolusi Belum Selesai
Pembina FPPIP, Dr. Ir. Teguh Wahyudi, mengingatkan sejarah pergerakan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan fisik hanyalah “jembatan emas” menuju masyarakat adil dan makmur.
“Ciri bangsa merdeka ada empat: bebas dari rasa takut, bebas berpendapat, bebas beragama, dan terjamin keadilan sosial. Jika itu belum dirasakan rakyat, tugas revolusi kita belum tuntas,” tegasnya.
Senada, Ketua Umum FPPIP Jember, Prof. Bambang Supeno, menyoroti iklim politik nasional yang dinilai kehilangan etika dasar bernegara.
Sesi Diskusi dan Harapan Baru
Diskusi dipandu Sekjen FPPIP, Dr. Ir. Sigit Prastowo, M.P., dengan menghadirkan pemateri kunci:
· Prof. Dr. Dominikus Ratu, M.Si
· Ketua GMNI Jember, Aziz Al Fazri
Mereka membedah peta jalan menyelamatkan integritas nasional dari ancaman disintegrasi moral.
Hadir pula jajaran pembina dan tokoh FPPIP seperti Sumadi, Darsono, Edy Purnomo (FKPPI), Prof. Jayus, Forum Komunitas Purnawirawan Unej Jember (FKUJ), serta puluhan kader mahasiswa yang siap berada di garis depan perjuangan. (#)





