23.2 C
East Java

Banjir Jember Meluas: 7.249 KK Terdampak, Korban Jiwa dan Status Darurat Tunggu Sikap Bupati

JEMBER, JEMPOLINDO.ID– Banjir besar melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan dampak yang semakin meluas dan memprihatinkan. Delapan sungai utama di wilayah tersebut meluap, merendam ribuan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember pada Jumat malam (13/02/2026), bencana ini kini menerjang 22 desa di 9 kecamatan.

Jumlah korban terdampak melonjak signifikan dari 3.944 Kepala Keluarga (KK) menjadi 7.249 KK. Akibatnya, jumlah pengungsi juga bertambah dari 299 orang menjadi 557 orang.

Banjir juga menelan korban jiwa. Seorang ibu, Siti Fadilah (40), warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, meninggal dunia tersengat listrik saat air merendam kabel di rumahnya.

Menyikapi situasi yang semakin kritis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat. Kepala Diskominfo Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, mengonfirmasi bahwa rapat koordinasi telah menghasilkan rekomendasi untuk penetapan status darurat bencana.

“Saat ini kami masih melakukan pengecekan ulang progres administratifnya sebelum keputusan final ditetapkan,” ujarnya.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan bahwa tim gabungan dari petugas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi dan penyelamatan warga, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Pihaknya juga mendirikan empat dapur umum dan mengirimkan logistik seperti sembako, obat-obatan, selimut, serta 25 ribu liter air bersih lengkap dengan tandonnya ke lokasi pengungsian.

“Prioritas utama kami adalah menyelamatkan warga dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Edy.

Banjir tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak fasilitas publik. Beberapa pesantren dan sekolah tergenang air.

Tiga jembatan dilaporkan rusak parah, bahkan ada yang roboh, sehingga memutus akses jalan antarwilayah.

BPBD Jember mengidentifikasi kerusakan secara bertahap untuk persiapan pemulihan pasca-bencana.

Masyarakat yang tinggal di bantaran delapan sungai besar diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Sungai-sungai tersebut meliputi:

  • Sungai Dinoyo dan Kaliklepuh di Panti
  • Sungai Kaliputih
  • Sungai Kalijompo di Sukorambi
  • Sungai Rembangan di Arjasa
  • Aliran Sungai Bedadung
  • Sungai Karangbayat di Sumberbaru
  • Sungai Gondangdia di Tanggul

Edy Budi Susilo mengapresiasi para relawan yang bahu-membahu membantu warga, mulai dari evakuasi, pendirian dapur umum, hingga pembersihan lumpur dan pohon tumbang.

“Partisipasi aktif semua pihak sangat membantu mempercepat penanganan bencana ini,” pungkasnya. (#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img