BerandaBeritaUsai Dikukuhkan ASTA Jember Langsung Tancap Gas

Usai Dikukuhkan ASTA Jember Langsung Tancap Gas

ASTA Jember Ajang Seni Tarung Tradisi

- Advertisement -spot_img

JEMBER – Usai Dikukuhkan  ASTA Jember  langsung tancap gas. Diungkapkan Ketua ASTA Jember Hj Indah Wahyuni SE, usai dikukuhkannya Pengurus Asosiasi Seni Tarung Tradisional Indonesia (ASTA) Kab. Jember Oleh Ketua ASTA Jawa Timur H. M.Hari Purnomo, di rumah makan Lestai . Sabtu Malam ( 08/01 2022).

Ketua Asta Jember HJ, Indah Wahyuni SE menjelaskan kehadiran ASTA merupakan wujud kepedulian terhadap berkembangnya Seni tradisi.

“ASTA Jember ini terbentuk karena kepedulian kita karena Harapan Kita olahraga beladiri tradisional yaitu Seni Tarung Tradisi bisa menjadi olahraga di negeri sendiri seperti kita tahu bahwa olahraga Seni Tarung Ini Sudah dikenal di Masyarakat,” jelasnya.

Usai dilantik, Indah Wahyuni, ASTA Jember dberharap dapat bersinergi dengan Diispora, agar bisa menjadi ikon Jember serta menginspirasi Asta di kabupaten seluruh Indonesia.

Pada dasarnya, kata Indah Wahyuni, ASTA tak berbeda jauh dengan Pencak Dor, yang terbuka diikuti dari berbagai aliran pencak silat.

“Seperti tadi sudah dijelaskan Ketua ASTA Jawa Timur H. M. Hari Purnomo Pada Waktu Sambutan Asosiasi Tarung Tradisi Indonesia dasar nya seperti Pencak Dor semua bisa Mengikuti,” Jelasnya.

Ketua ASTA Jawa Timur H. M. Purnomo, dalam sambutannya menjelaskan Bahwa ASTA Itu sudah terbentuk di 20 provinsi, Sedangkan di Jawa Timur Sudah terbentuk 14 daerah.,

“Tujuannya untuk memajukan budaya kita Indonesia Warisan nenek moyang tentang beladiri asli Indonesia,” tandasnya.

Sedangkan Ahmad Roib, mewakili Pengurus Kormi Jember, dalam Sambutannya mengapresiasi Pengurus ASTA Jember yang baru dilantik.

“Besok sudah melaksanakan event yang tingkatnya tidak tanggung- tanggung, event terbuka tingkat nasional,” tuturnya.

Gelaran kejuaraan ASTA, bertepatan dengan hari jadi Jember, Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Murdiyanto menyatakan siap berkolaborasi bersinergi.

“Generasi penerus harus didorong untuk melestarikan budaya kita yang luar biasa ini ,oleh karena itu tiga pilar tadi yaitu berbudaya bermartabat dan beretika ini menjadi pegangan prinsip dasar yang harus kita pegang betul betul,” Harapnya. (Agung)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img