17.9 C
East Java

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua DPC PDIP Jember Soroti Minimnya Keteladanan di Ruang Publik

JEMBER, JEMPOLINDO.IDDewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember memperingati Hari Lahir Pancasila dengan menggelar upacara bendera bersama sejumlah elemen masyarakat, Senin (01/06/2026).

Seluruh jajaran PAC se-Kota Jember pun hadir untuk merefleksikan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan refleksi yang berlangsung sederhana di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates itu menjadi momentum bagi Ketua DPC PDIP Jember, Widarto, untuk menyampaikan pandangannya.

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi menghafal Pancasila, melainkan mewujudkan nilai-nilainya dalam tindakan nyata.

Widarto pun mengkritik keras kebiasaan masyarakat yang hanya menjadikan Pancasila sebagai simbol, slogan, atau catatan sejarah belaka.

Menurutnya, ideologi bangsa ini harus hadir dalam setiap kebijakan pemerintah maupun perilaku warga sehari-hari.

“Pancasila tidak boleh hanya menjadi bunyi-bunyian. Ideologi harus membumi, bekerja, dan hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dua fungsi utama Pancasila, yakni sebagai dasar negara dan sebagai pandangan hidup bangsa.

Sebagai dasar negara, seluruh kebijakan pemerintah dari pusat hingga desa seharusnya mencerminkan nilai keadilan, kesejahteraan, demokrasi, keberagaman, serta persatuan.

Oleh karena itu, masyarakat perlu terus merefleksikan berbagai kebijakan publik agar nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan.

Sebab, negara tidak boleh kehilangan arah akibat kebijakan yang jauh dari semangat Pancasila.

Di sisi lain, Pancasila juga berperan sebagai panduan moral dalam hubungan antar sesama warga negara.

Menurut Widarto, nilai itu sangat penting untuk mencegah konflik sosial, perpecahan antarkelompok, maupun sikap saling menjatuhkan karena perbedaan suku, agama, atau pilihan politik.

Namun, yang paling disorotnya adalah minimnya keteladanan di ruang publik saat ini.

Masyarakat, kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember itu, lebih membutuhkan contoh nyata dibanding sekadar pidato, seminar, atau slogan yang tidak diwujudkan dalam tindakan.

“Yang minim hari ini adalah keteladanan. Semua bisa berpidato dan berteori, tetapi yang dibutuhkan masyarakat adalah praktik nyata,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi nilai gotong royong yang menjadi inti Pancasila, kegiatan refleksi tersebut juga diisi dengan ajakan untuk terlibat langsung menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Salah satunya, masalah sampah yang dinilai akan menjadi tantangan besar di Kabupaten Jember pada masa mendatang.

Panitia pun mengajak peserta untuk tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan contoh nyata melalui aksi bersama.

Mereka membersihkan lingkungan dan menyelesaikan persoalan masyarakat secara langsung.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, para peserta berharap nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menjadi wacana, melainkan benar-benar diwujudkan dalam tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi
  • Editor: Miftahul Rachman
Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img