JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, H. Muhammad Hasan Basuki, S.H., melaksanakan kegiatan reses Masa Persidangan Ke I tahun 2026, di Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan reses itu menjadi ajang penyampaian aspirasi warga yang fokus pada pengembangan wilayah.
Pemerintah Desa (Pemdes) Tugusari memanfaatkan momen reses ini dengan menyuarakan kebutuhan mendesak akan pembangunan infrastruktur.
Mereka menilai, akses yang memadai menjadi kunci utama untuk membuka gerbang potensi wisata desa yang selama ini masih terpendam.
Mendengar aspirasi masyarakat, Hasan Basuki menegaskan komitmennya. Ia menyatakan bahwa infrastruktur, terutama di kawasan pinggiran, tetap menjadi prioritas utamanya di tahun ini.
Menurut politisi Gerindra itu, akses jalan yang layak bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami tampung semua aspirasi, namun tahun ini fokus kami masih pada infrastruktur,” katanya.
Terutama daerah pinggiran seperti Tugusari ini yang sangat membutuhkan. Dari total panjang jalan 20 km.
“Alhamdulillah berkat kerja sama erat dengan Pak Kades, kini hanya tersisa sekitar 2 km yang belum tersambung sejak zaman kemerdekaan,” ujar Hasan Basuki.
Ia menambahkan, semua masukan akan dibawa ke meja pembahasan anggaran melalui fraksi.
“Selanjutnya, kami akan memastikan aspirasi tersebut dieksekusi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait selaku pelaksana teknis,” tegasnya.
Tiga Titik Andalan Wisata Tugusari
Sementara itu, Kepala Desa Tugusari, Akhmat Khoiri, memaparkan konsep pengembangan desanya yang sudah matang.
Pihaknya mengandalkan tiga titik wisata utama yang tersebar di berbagai dusun untuk menjadi motor penggerak ekonomi:
- Wisata Modern Alun-Alun (Dusun Andongsari): Desa merencanakan kawasan ini sebagai pusat keramaian baru dengan fasilitas modern seperti waterboom. Yang menarik, Desa Tugusari menggandeng investor untuk menggarap aset desa ini tanpa menjual kepemilikan.
- Agrowisata Sumber Pelangi (Dusun Sumber Canting): Destinasi ini menawarkan wisata edukasi pertanian. Pengelola menyiapkan koleksi lengkap tanaman durian dan alpukat unggul untuk menarik pengunjung.
- Wisata Kebun Durian (Dusun Perkebunan): Di atas lahan seluas 30 hektar, pihak desa berkolaborasi dengan pihak perkebunan Jawatama untuk menciptakan sentra durian terbesar.
“Kami ingin mewujudkan Wisata Durian yang sesungguhnya, di mana wisatawan bisa melihat pohonnya langsung, bukan hanya membeli buahnya saja,” tegas Khoiri.
Harapan Dukungan dari Pemerintah Kabupaten
Di balik potensi besar tersebut, Kades Tugusari mengakui masih ada satu ganjalan serius: infrastruktur jalan. Ia khawatir, tanpa akses yang mulus, wisatawan akan berpikir dua kali untuk berkunjung ke desanya.
Oleh karena itu, pihak desa berharap mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Jember (Gus Bupati) dan Pemerintah Kabupaten.
Mereka bermimpi menjadikan Tugusari sebagai pilot project desa wisata di Jember.
“Tanpa dorongan dan dukungan dari Gus Bupati, konsep besar ini tidak akan tercapai. Kami optimis, dengan sinergi antara anggota dewan dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Khoiri melalui dukungan semua pihak, impian menjadikan Desa Tugusari lebih maju dan mandiri, bakal terwujud.
Tugusari akan semakin maju. Ini akan menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari UMKM hingga menyerap tenaga kerja pemuda desa,” tutup Khoiri penuh harap. (#)
- Pewarta: Sundari Rianto
- Editor: Miftahul Rachman





