JEMBER , JEMPOILINDO.ID – Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, bahas Geopolitik dan MBG, saat menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan ke-1 Tahun 2026, di Kalisat pada Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan anggota konstituen daerah pemilihan (dapil) 3 serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember Chandra Ary Fiyanto, S.T. menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi geopolitik global yang sedang memanas.
Tantangan Geopolitik
Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan berat akibat serangan inflasi di negara sahabat serta konflik AS-Israel ke Iran.
“Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dalam negeri,” ujar Chandra di hadapan konstituen.
Menurut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember itu, asumsi APBN menetapkan harga minyak di angka 70 dolar per barel. Namun realitas hari ini menunjukkan harga sudah mencapai 90 dolar per barel.
“Setiap kenaikan 1 dolar harga minyak menyebabkan defisit sekitar 10 triliun rupiah di APBN,” tegasnya.
Kondisi ini juga mempengaruhi minat investor. Chandra mengungkapkan, para investor mulai mempertimbangkan kembali rencana investasi mereka di Indonesia. Indeks harga saham melemah dan nilai tukar rupiah ikut terpengaruh.
Ajak Peduli Program MBG
Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. Ia menemukan masih banyak penyimpangan dalam implementasinya.
“Kita bersama masyarakat harus peduli dan sama-sama mengawasi jalannya program MBG,” ajaknya.
Ia menegaskan, sikap kritis masyarakat bukan berarti tidak mendukung program pemerintah.
“Selama program berdampak positif, kita harus mendukung. Bila menyimpang, kita akan terus awasi karena ini menyangkut uang pajak rakyat,” pungkas Chandra. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman





