Rumah Kreatif UMKM Notonegoro Fasilitasi Pemberdayaan UMKM Jember

0
333

Jember _ Jempol. Tak dapat dipungkiri, berdasarkan data yang ada, sektor UMKM merupakan sektor paling kenyal dalam menghadapi terpaan krisis ekonomi. Karenanya, Direktur Rumah Kreatif UMKM Notonegoro Jember Indi Naidha merasa tertantang untuk mengangkat UMKM Jember agar naik kelas. Hal itu dikatakannya melalui saluran phone seluler, Minggu (13/09/2020).

Indhi yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Jember itu memaparkan banyaknya potensi dan peluang UMKM yang selama ini belum dikelola secara profesional, perkembannya sebenarnya masih memungkinkan ditingkatkan.

“Karenanya coba kami bantu untuk membuatkan design branding, kemasan dan pemasaran,” tuturnya.

Sudah dua tahun berjalan Rumah Kreatif UMKM Notonehoro yang dinahkodainya menjalin kerjasama dengan Dinas Koperasi Propinsi Jawa Timur guna memperkuat akses jaringan. Sekitar 15 UMKM sudah tergabung, 40 UMKM yang baru mendaftar.

“Kami mengikuti saran bapak kepala Dinas Koperasi Jawa Timur yang mendorong agar UMKM Notonegoro bisa menjadi lokal branding yang bisa menjual ke kelas nasional, karena kan Notonegoro sudah dikenal meluas di Jawa Timur,’ katanya.

Sebenarnya, kata Indi pihaknya juga menjalin kemitraan dengan Bank Jatim yang juga punya komitmen mendorong tumbuhnya pelaku UMKM, tidak hanya melalui akses permodalan tetapi juga dengan memberikan pelatihan, pendampingan, inkubasi bisnis, networking, serta perluasan akses pasar.

“Hanya saja kami belum bersedia menerima fasilitasi perbankan, meski sebenarnya setiap member mendapat Privelage Card, kami juga masih menolak bantuan dinas koperasi sepeserpun, biarlah kami menunjukkan kinerja terlebih dulu, jika nanti kami merasa perlu dibantu, baru kami akan mengajukan,” tandasnya

Untuk menjalankan kegiatannya Rumah Kreatif UMKM Notonegoro, Kata Indi merekrut Manajer, Tim Survey, dan Divisi yang diperlukan. Seluruh operasional kegiatannya masih mengeluarkan kocek sendiri.

“Segala sesuatunya kami masih biayai sendiri,” ucapnya.

Tempat kegiatannya memanfaatkan gedung di barat Griya Batik Notonegoro, yang rencananya di depannya akan dibuka cafe mini.

“Bisa buat nongkrong sambil ngopi, sekaligus bisa untuk menjual produk teman teman UMKM,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Indi berharap UMKM Kabupaten Jember mampu menembus jaringan pemasaran lebih luas. Cita – cita itu sangat mungkin tergapai, jika seluruh elemen bergerak menjalin kerjasama yang saling memperkuat.

“Kami terbuka bagi siapa saja UMKM.di kabupaten Jember yang bersedia bergabung,” ajaknya.

Keuntungan menjadi member, kata Indi semua member hanya menyediakan produk barangnya, sedangakan quality controle, desain kemasan, packaging dan pemasaran sudah ditanggulangj Rumah Kreatif Notonegoro.

“Termasuk penjualan media sosial sudah kami sediakan,” tegasnya. (Sof)