20.7 C
East Java

Ribuan Warga Jember Grudug Gedung DPRD Jember, Kawal MBG dan Minta Evaluasi Tata Kelola

JEMBER, JEMPOLINDO.ID  – Sekitar 10.000 warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi long march menuju Gedung DPRD Jember, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga: Evaluasi MBG Saat Libur Sekolah, Pengelola Dapur Jember Minta Pemerintah Tinjau Ulang Distribusi 

Massa yang terdiri dari petani, ibu rumah tangga, pemasok bahan pokok, pelaku usaha, hingga mahasiswa itu berjalan kaki dari kawasan Universitas Jember sambil membawa sejumlah aspirasi.

Aksi bertajuk “Mengawal Program Strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka Mewujudkan Indonesia Sejahtera” itu menyuarakan dukungan terhadap tiga program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat.

Dukungan Rakyat Kecil di Tengah Kritik

Koordinator FMJM Agus Nur Yasin menegaskan, program-program tersebut dinilai telah memberikan dampak nyata hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

“Program strategis seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan KDMP sudah hadir di masyarakat. Manfaatnya tidak hanya dirasakan warga perkotaan, tetapi juga sampai ke pedesaan, masyarakat pinggir kebun, hingga wilayah pesisir,” ujar Agus di lokasi aksi.

Menurutnya, pihaknya tidak menutup mata terhadap adanya kekurangan dalam pelaksanaan program, khususnya MBG. Namun, persoalan tersebut harus diselesaikan melalui evaluasi dan perbaikan sistem, bukan dengan menghentikan program.

“Kalau ada kekurangan, ada kesalahan, bukan berarti programnya harus ditiadakan. Yang diperlukan adalah perbaikan terus-menerus agar manfaatnya semakin besar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Soroti Tata Kelola Badan Gizi Nasional

Dalam pernyataan sikapnya, FMJM meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk sistem pengelolaan hingga tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Agus memaparkan, saat ini terdapat 219 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Jember dari target sekitar 255 unit. Jumlah itu dinilai telah menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Di Jember sudah banyak tenaga kerja yang terserap, belum lagi dampak ekonomi dari perputaran usaha di sekitar dapur MBG,” jelasnya.

Seruan Perbaikan dan Penolakan Hoaks

FMJM juga menyampaikan sejumlah poin dukungan, di antaranya mengawal keberlanjutan program MBG, KDMP, dan Sekolah Rakyat, mendukung perbaikan tata kelola, serta meminta aparat menindak pihak yang dinilai membuat situasi tidak kondusif melalui penyebaran informasi yang memecah masyarakat.

DPRD Jember: Aspirasi Akan Diteruskan

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim yang menerima perwakilan massa aksi mengatakan, aspirasi yang disampaikan FMJM akan diteruskan sesuai kewenangan DPRD.

“Pada intinya mereka menyampaikan agar program-program strategis nasional tetap dilanjutkan, dengan catatan ada evaluasi dan perbaikan tata kelola,” ujar Halim.

Ia menambahkan, DPRD bersama pemerintah daerah akan melakukan koordinasi terkait pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan program strategis nasional di Jember, termasuk operasional dapur MBG.

“Ke depan kami bersama eksekutif akan melakukan langkah-langkah strategis, terutama dalam hal pembinaan terhadap dapur-dapur yang ada,” pungkasnya. (#)

===================

Dukung Jurnalisme Profesional dengan berdonasi melalui rekening BCA: 2000781234

===================

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img