20.7 C
East Java

Evaluasi MBG Saat Libur Sekolah, Pengelola Dapur Jember Minta Pemerintah Tinjau Ulang Distribusi

JEMBER, JEMPOLINDO.ID  – Puluhan pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember, yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM), menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember, para Sabtu (20/06/2026).

Mereka meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan penghentian distribusi makanan selama masa libur sekolah.

Para pengelola dapur itu, menyampaikan tuntutan itu dalam forum dialog mengenai keberlanjutan program nasional tersebut,  yang diterima Ketua DPRD Kabupaten Jember Ahmad Halim, bersama beberapa pimpinan Fraksi.

Baca Juga: Usai Aksi Dukung Program Pemerintah, Ketua DPRD Jember Diserbu Emak-emak Minta Tanda Tangan 

Perwakilan pengelola SPPG, H. Ahmad Sudiono, menilai petunjuk teknis (juknis) tidak sejalan dengan surat edaran pelaksanaan MBG saat liburan.

Menurutnya, kebijakan itu berpotensi merugikan pengelola lantaran kewajiban operasional dapur tetap berjalan meskipun distribusi makanan ke sekolah dihentikan sementara.

“Kami berharap ada peninjauan kembali terhadap kebijakan tersebut. Banyak pengelola telah melakukan investasi besar, termasuk melalui pinjaman perbankan maupun kerja sama investasi,” ujar Ahmad kepada wartawan.

Ahmad menjelaskan, sebagian besar pengelola telah menggelontorkan modal signifikan untuk membangun fasilitas dapur, menyediakan peralatan masak, hingga merekrut tenaga ahli gizi, akuntan, dan staf operasional.

Namun, selama penghentian distribusi, seluruh biaya operasional itu tetap harus ditanggung pengelola tanpa adanya pemasukan dari program.

Selain persoalan finansial, para pengelola juga menyoroti dampak sosial kebijakan tersebut terhadap anak-anak penerima manfaat, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Mereka menilai masa libur selama tiga minggu merupakan durasi yang cukup panjang bagi anak-anak yang selama ini mengandalkan asupan gizi dari program MBG.

Ahmad menegaskan, semangat program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa meskipun sekolah libur, pemenuhan gizi anak tetaplah prioritas utama pemerintah.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi selama masa liburan, baik dalam bentuk makanan siap santap maupun makanan kering yang dapat dibawa pulang,” tegasnya.

Para pengelola berharap Badan Gizi Nasional segera mengkaji ulang kebijakan tersebut. Tujuannya, agar keberlanjutan program MBG tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Jember. (#)

=================

Dukung Jurnalisme Profesional dengan berdonasi melalui rekening BCA: 2000781234

=================

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img