JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Ratusan aktivis Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (KUMAIL) menggelar demonstrasi di Alun-alun Kota Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/2/2026).
Aksi tersebut mengecam kekerasan Israel di Gaza yang didukung Amerika Serikat, serta kebijakan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP), dewan perdamaian internasional yang digagas mantan Presiden AS Donald Trump tanpa melibatkan perwakilan Palestina.
Demonstrasi dimulai pukul 07.00 WIB, diikuti massa yang membawa spanduk bertuliskan “Hentikan Genosida di Gaza!” dan “Indonesia Jangan Khianati Palestina!”.
Para orator bergantian menyampaikan orasi, menyoroti serangan Israel yang telah menewaskan ribuan warga sipil Palestina sejak eskalasi konflik akhir 2025. Mereka juga mengkritik BoP sebagai upaya “menghapus eksistensi Palestina“, karena tidak mengakui kelompok pejuang seperti Hamas.
Menurut pernyataan resmi KUMAIL, kebijakan Trump yang membentuk BoP pada Januari 2026 dianggap sebagai “alat kolonialisme baru”.
Dewan itu, yang diklaim sebagai forum perdamaian global, justru mengecualikan suara Palestina, sementara Indonesia secara mendadak bergabung seminggu lalu tanpa konsultasi publik luas.
Langkah ini memicu kecaman dari Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Osama Hamdan, yang menyebutnya “pengkhianatan terhadap perjuangan umat Islam”.
Media officer KUMAIL, Nasir Dimyati, kepada media ini menyampaikan di sela aksi, bahwa bergabungnya Indonesia dalam BoP melanggar UUD 1945, yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia.
“Ini bukan perdamaian, tapi legalisasi pendudukan,” tegasnya.
Nasir menambahkan, aksi di Jember merupakan bagian dari gerakan nasional KUMAIL yang telah bergulir di berbagai kota, termasuk Jakarta dan Surabaya, Malang serta Probolinggo sejak pengumuman BoP.
Senada dengan Nasir, aktivis KUMAIL Kholilah menyerukan agar pemerintah tarik diri dari BoP.
“Rakyat Indonesia solid mendukung Palestina. Kami tolak dewan palsu Trump yang abaikan Gaza. Solidaritas umat harus diwujudkan dengan boikot total terhadap produk Israel dan sekutunya,” ujarnya di hadapan massa, seraya meneriakkan takbir.
Aksi berlangsung damai di bawah pengawasan aparat keamanan. Sapol PP Jember mengerahkan 50 personel untuk menjaga kelancaran.
Hingga pukul 10.00 WIB, demonstran membubarkan diri setelah menyebarkan petisi kepada masyarakat Jember yang sedang mengadakan Car Free Day, menuntut Indonesia keluar dari BoP dan tingkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Konflik Israel-Palestina memanas sejak Trump kembali berpengaruh pasca-pemilu AS 2024. BoP, yang melibatkan 50 negara termasuk Indonesia, dikritik LSM internasional karena dianggap bias pro-Israel.
Kementerian Luar Negeri RI belum merespons tudingan ini, meski pejabat menyatakan keanggotaan BoP bertujuan “mendorong dialog damai”.
Demonstrasi serupa terus bermunculan di Indonesia, mencerminkan simpati luas masyarakat terhadap perjuangan Palestina.
KUMAIL, mengklaim punya 10 ribu anggota nasional dan fokus pada isu anti-imperialisme yang dilakukan oleh Amerika dan Israel. (SR)





