20 C
East Java

Pro Gus’e, Progres Beasiswa, Tunjangan Guru Ngaji, dan Stok BBM Normal, Bupati Jember: Pembelajaran Secara “Darling” Resmi Dicabut

Jember, Jempolido.id – “Setelah mendapatkan laporan dari Pertamina, bahwa kondisi BBM sudah kembali normal, maka pembelajaran secara “darling” (diam sejenak) secara daring, kembali seperti sedia kala,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait, sengaja memelesetkan pernyataann daring menjadi darling.

Baca juga: 

Update Pro Gus’e, Bupati Jember Bersama Istri Pakai Kaos Bertuliskan Gus Darling dan Gus Fundamental

Bupati Jember menyampaikan pernyataannya itu, saat Pro Gus’e, di Kawasan Wisata Rembangan, pada Jum’at (01/07/2025) malam.

Selain itu, Gus Fawait juga menyampaikan karyawan Pemkab Jember yang sejak krisis BBM bekerja dari rumah (WFH), kini juga sudah bisa bekerja seperti semula.

Progres Beasiswa

Setelah itu, Gus Fawait meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Hadi Mulyono untuk menjelaskan perihal perkembangan program beasiswa Cinta Bergema dan Insentif Guru Ngaji.

Hadi Mulyono menjelaskan, program beasiswa yang dibuka sejak tanggal 30 Juni hingga 10 Juli 2025, telah mendaftar sejumlah 17.351 mahasiswa.

“Yang patut kita syukuri, dari sejumlah tersebut tersebar di 158 perguruan tinggi di Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri,” jelasnya.

Tim Pokja Beasiswa, selanjutnya melakukan verifikasi persyaratan data, para pendaftar, maka terdapat sejumlah 3.659 pendaftar yang dinyatakan tidak lolos. Sehingga tersisa 13.692 pendaftar yang dinyatakan lolos.

“Bagi peserta yang lolos, selanjutnya diminta untuk meng-upload, diantaranya KHS, IPK, UKT, akreditasi dan keterangan aktif,” katanya.

Setelah tahapan kedua, tersisa 10.876 mahasiswa, yang memenuhi persyaratan dari perguruan tinggi negeri.

“Peserta yang dinyatakan lolos, akan dilanjutkan dengan proses wawancara,” katanya.

Tahapan wawancara akan dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Agustus 2025, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

“Tahapan wawancara seharusnya dilaksanakan pada Minggu ini, namun karena ada kelangkaan BBM, sehingga molor,” ujarnya.

Mahasiswa diminta untuk terus update membuka link yang sudah disediakan tim Pokja dan perguruan tinggi yang bersangkutan.

Pencairan Tunjangan Guru Ngaji

Plt Kabag Kesra Kabupaten Jember Nurul Hafid menjelaskan, berdasadkan pendataan dari 226 desa dan 22 Kelurahan, telah teehimpun sebanyak 24.506 guru ngaji.

“Dari data tersebut ada yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 462 guru ngaji, karena meninggal, atau jumlah Santrinya yang tidak sampai 10 orang,” ujarnya.

“Sehingga tersisa 24.044 guru ngaji, yang dinyatakan memenuhi syarat,” imbuhnya.

Data guru ngaji yang sudah memenuhi syarat, masih akan dipadu padankan dengan data NIK di Dispendukcapil Jember.

“Karena quota kita hanya 22 ribu, jadi ada data lebih dari yang masuk,” ujarnya.

Jumlah itu lebih dari tahun 2024, yang kurang lebih hanya 19 ribuan.

Pada Minggu kedua bulan Agustus 2025, setelah data dipadu padankan dengan Dispendukcapil Jember, maka akan dilakukan uji publik.

“Data kembali akan dikirim ke desa masing masing,” katanya.

Setelah tidak ada sanggahan, akan dilaksanakan pengumpulan data administrasi, yang akan dilakukan oleh tim pendamping atau verifikator di setiap desa.

“Sekaligus pembukaan buku rekening dari Bank Jatim,” tegasnya.

Pada Minggu ke tiga dan keempat, dilanjutkan dengan penerbitan SK, sebagai syarat pengajuan pencairan di BPKAD Kabupaten Jember.

“Untuk pencairan tunjangan guru ngaji ini, akan dikoordinasikan bersama perbankan, yang dilaksanakan di masing masing desa,” tegasnya.

Sesuai pesan Bupati Jember, untuk memuliakan guru ngaji, diharapkan pada saat pencairan para guru tidak perlu antri di bank. (Slmt)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img