BerandaBeritaMusda HKTI Jember, Dua Kandidat Bertarung Ketat

Musda HKTI Jember, Dua Kandidat Bertarung Ketat

"Tidak ada calon titipan," Kata Jumantoro

- Advertisement -spot_img

JEMBERMusda HKTI Jember, diselengarakan menjelang tutup tahun 2021. Gelaran Musda Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember itu akan melakukan pemilihan ketua baru untuk masa bakti 2022 – 2026.

Diketahui ada 3 calon kandidat ketua baru yang mendaftar, sebelum penutupan pendaftaran 30 November 2021 lalu.

Namun dari informasi yang dihimpun wartawan, dalam kontestasi pemilihan ketua baru itu. Ada dua kandidat calon ketua yang dianggap paling kuat.

Menanggapi proses pemilihan ketua baru HKTI Jember. Menurut Ketua Domisioner HKTI Jember Jumantoro, dengan dilakukannya pemilihan ketua dan pengurus baru.

Diharapkan HKTI Jember menjadi lebih baik, dan benar-benar bisa mengawal kepentingan petani di Jember.

“Terkait mekanisme pendaftaran sudah berakhir 30 November 2021 kemarin. Untuk Kabupaten Jember infonya sudah ada 3 calon kandidat ketua. Tapi dua yang kandidat kuat. Untuk saya sebagai demisioner tidak lagi mencalonkan, agar ada regenerasi,” kata Jumantara saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (17/12/2021).

Ia menjelaskan, terkait mekanisme pendaftaran calon ketua baru, harus memiliki kriteria tertentu. Namun ditanya siapa dua calon kandidat kuat Ketua HKTI Jember terpilih? Jumantoro enggan mengungkapkan.

“Diantaranya (calon Ketua mendaftar), harus dapat dukungan 50+1 dari pengurus kecamatan, sanggup membiayai pra muskab dan Musdakab, sanggup meng KTA nisasi anggotnya. Artinya anggota itu nanti dapat dibantu memiliki KTA,” sebutnya.

“Kemudian menghidupkan/mendirikan Koperasi HKTI, juga sanggup menyediakan kantor, dan ketentuan lain yang sudah terlampir,” imbuhnya.

Terkait pesan bagi para kandidat calon ketua baru, lanjut Jumantoro, pihaknya mendapat pesan khusus dari Wakil Ketua HKTI Provinsi Jatim, Saiful Ashari.

“Harapannya tidak ada lagi Ketua HKTI kabupaten yang ditunjuk atau dipaksakan karena kepentingan. Organisasi HKTI merupakan salah satu alat perjuangan petani memperjuangkan peningkatan kesejahteraan,” katanya menirukan pesan yang disampaikan Wakil Ketua HKTI Provinsi Jatim

“Intinya, dengan adanya kompetisi calon Ketua HKTI se Jatim, untuk perbaikan kepengurusan biar sesuai dengan aturan demokrasi, bukan lagi tunjukan atau titipan,” imbuhnya. (Fit)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img