22 C
East Java

Dandim 0824 Jember Bantah Isu Tambang di Balik Pembangunan Batalyon Teritorial Silo

JEMBER, JEMPOLINDO.ID Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember akhirnya buka suara, terkait rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo.

Rencana ini sebelumnya memicu beragam reaksi masyarakat. Namun, Kodim menegaskan bahwa proyek ini murni untuk kepentingan pertahanan, bukan tambang.

Dandim 0824 Letkol INF Rifqi Muhammad Suhada secara tegas menyampaikan bahwa pembangunan Yon TP merupakan bagian dari program strategis nasional di bidang pertahanan.

Ia juga membantah isu yang mengaitkan proyek tersebut dengan aktivitas pertambangan.

“Informasi itu tidak benar,” tegasnya singkat, pada awak media, Senin (01/06/2026).

Saat ini, rencana pembangunan masih dalam tahap evaluasi. Program ini berlangsung serentak di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI.

Meski demikian, muncul pro dan kontra di masyarakat Silo. Oleh karena itu, Kodim terus melakukan sosialisasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Letkol Rifqi menjelaskan bahwa lokasi yang direncanakan untuk pembangunan merupakan lahan milik negara. Selama tiga bulan terakhir, Kodim Jember bersama Muspika dan Forkopimda giat berdialog dengan warga.

Langkah ini mereka lakukan untuk memastikan masyarakat mendapat informasi utuh dan akurat.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keberadaan Yon TP dirancang untuk mendukung pertahanan, keamanan, dan kesiapsiagaan wilayah.

Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Program ini diharapkan memberikan manfaat, baik dari sisi ekonomi, kesiapsiagaan wilayah, maupun pembangunan daerah,” ujarnya.

Kodim Jember menilai proyek tersebut berpotensi menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru di Kecamatan Silo. Sebab, wilayah itu selama ini belum berkembang secepat kawasan perkotaan di Jember.

Menanggapi informasi yang simpang siur, Kodim Jember membuka ruang dialog bagi masyarakat dan tokoh masyarakat. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas sosial serta mencegah keresahan akibat hoaks.

“Kami mengajak semua pihak yang butuh penjelasan untuk berdiskusi langsung. Dengan begitu, mereka bisa memperoleh pemahaman yang komprehensif,” kata Dandim.

Kodim berharap komunikasi yang terbuka dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, pembangunan daerah yang berkelanjutan pun bisa terwujud. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi
  • Editor: Miftahul Rachman
Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img