Kepala BNPT : “Sekitar 120 Juta Pengguna Medsos Berpotensi Menerima Konten Intoleransi dan Radikalisme”

0
182

SURABAYA_http://Jempolindo.id : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komisaris Jendral Dr Boy Rafli Amar, M.H mengatakan pihaknya akan semakin bergerak ke hulu dengan memperkuat bangunan di masyarakat luas yang memiliki daya cegah tangkal intoleransi dan radikalisme, sehingga tidak lagi menunggu peristiwa radikalisme dan terorisme terjadi.

“Kita [BNPT RI] akan bergerak semakin ke hulu, bukan lagi menunggu peristiwa terorisme terjadi yang itu jadi ranah penegakan hukum. Upaya bergerak ke hulu ini dengan memperbanyak program-program pencegahan khususnya terkait literasi terkait informasi intolerasin dan radikalisme di masyarakat,” kata Boy Rafli Amar kepada pers seusai memberikan pidato kunci dalam Talkshows Ngopi Coi (Ngopi Pintar Cara Orang Indonesia) yang dilaksanakan BNPT RI dan FKPT Jawa Timur di Surabaya, pada Rabu, (21/10/2020).

Secara khusus Boy yang mantan Kapolda Papua itu menyatakan penyebarluasan radikalisme dan intoleran sangat memanfaatkan keberadaan media massa dan media sosial.

“Jumlah pengguna medsos sudah capai diatas 120 juta, artinya pemilik akun-akun tersebut bisa menerima konten informasi yang bermuatan intoleransi dan radikalisme baik yang disebarluaskan dari media massa maupun medsos bisa dari dalam ataupun luar negeri. Untuk proses itu program pencegahan berupa literasi informasi menjadi sangat urgen guna penyelamatan negara dan masyarakat Indonesia,” ungkap mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu.

Secara mendalam Boy menegaskan bahwa program literasi ini diperkuat guna mencegah masyarakat menerima informasi yang keliru, atau tidak bermanfaat serta tidak berguna. Program Literasi ini diharapkan bisa memperkuat masyarakat untuk menangkal informasi-informasi keliru yang bertententangan dengan prinsip-prinsip dasar nilai-nilai luhur agama termasuk bertentangan dengan ideologi negara atau bertentangan dengan hukum positif.

“Kita mesti menyelematkan masyarakat Indonesia jangan sampai dijadikan objek penyebaran informasi yang berpotensi membangun mindset dikalangan masyarakat kita bahwa informasi radikal-intoleransi itu adalah sebuah hal yang baik dan benar. Karena radilakisme dan intoleran itu tanpa perlu dibahas sangat tidak cocok dengan kepribadian atau identitas yang bersumber pada nilai-nilai luhur jati diri bangsa Indonesia,” kata Boy Rafli

Lebih dalam Boy menyebutkan identitas diri bangsa Indonesia mampu mengaktualisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan sampai nilai-nilai yang tidak sesuai dengan identitas bangsa itu dijadikan rujukan kaum muda . Sehingga menjadi radikal dan intoleran, mereka jadi tidak bisa menerima orang lain dan lingkungannya, karena berbeda paham dan aliran serta kepercayaan dan keyakinan. Bila tidak bisa mengendalikan diri akan cenderung melakukan tindakan terorisme yang bertentangan dengan UU 5/2018 perubahan UU No 15/2003,” tegasnya.

Secara lebih detail Boy menjelaskan program literasi ini untuk mencerdaskan masyarakat guna mencegah dari pihak-pihak yang menyebarkan informasi keliru dan bernilai intoleran dan radikalisme, sehingga perlu membangun kemampuan utk melakukan kontra terkait radikal dan intoleransi.

“Forum Ngopi Coi yang berbasis literasi ini diperbanyak. Forum ini untuk memperkuat dan untuk menjaga agar jangan sampai pemikiran radikal dan intoleran berpotensi jadi pemicu seseorang melakukan tindakan terorisme kalau seseorang tidak bisa mengendalikan diri bisa diatasi dengan baik,” tegasnya.

Pada Forum Ngopi Coi yang dilaksanakan BNPT RI dan Bidang Humas, Media dan Hukum FKPT Jatim itu dihadiri sedikitnya 75 orang peserta yang terdiri atas unsur Kepala Desa, Lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, Pers Mahasiswa dari sejumpah Perguruan Tinggi, wartawan dari sejumlah media cetak, online dan elektronik serta pendamping desa.

Acara Ngopi Coi ini menjadi spesial karena dihadiri langsung Kepala BNPT RI. Seperti di provinsi lainnya Talkshow Ngopi Coi kali ini disiarkan salah satu stasiun televisi swasta di Jatim.

Dalam sesi Talkshow Ngopi Coi bertindak sebagai narasumber Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI Dr Hj, Andi Intan Dulung, serta Mantan Dewan Pers 2016-2019 yang juga praktisi Media Yosep adi Prasetyo.

Narasumber lokal Kabid Humas, Media dan Hukum FKPT Jatim Yuristiarso Hidayat.
Ketua FKPT Jatim Dr Hesti Armiwulan menyatakan kegembiaraannya karena acara Ngopi Coi FKPT Jatim dihadiri oleh Ka. BNPT RI secara langsung.

“Menjadi sebuah kehormatan bagi FKPT Jatim dimana Ka. BNPT secara khusus hadir dan berkenan membuka acara serta memberikan pidato kunci. Hal ini tentunya akan menjadi penyemangat bagi pengurus FKPT Jatim agar lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas-tugas pencegahan terorisme dan radikalisme di Jatim,” kata Hesti dalam sambutannya. (Press Reales Humas FKPT)