BERITA JEMPOL POLITIK & PEMERINTAHAN
Beranda / POLITIK & PEMERINTAHAN / Kamus Medis Madura: Inovasi RSUD Kalisat Jember Pecahkan Hambatan Bahasa dalam Layanan Kesehatan

Kamus Medis Madura: Inovasi RSUD Kalisat Jember Pecahkan Hambatan Bahasa dalam Layanan Kesehatan

JEMBER, JEMPOLINDO.ID Kamus Medis, merupakan jembatan komunikasi efektif, yang menjadi kunci utama dalam pelayanan kesehatan.

Di daerah dengan keragaman bahasa seperti Jember, hambatan bahasa sering memicu kesalahpahaman antara tenaga medis dan pasien.

Menanggulangi hambatan komunikasi itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisat Jember, kini menghadirkan solusi inovatif,  Kamus Medis Madura sebagai jembatan komunikasi inklusif.

RSUD Kalisat secara resmi meluncurkan kamus ini untuk memperkuat layanan kesehatan yang komunikatif, khususnya bagi masyarakat di wilayah Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe, Mayang, Silo, dan Sumberbaru.

Sebagian besar pasien di daerah ini menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa ibu.

AWAS! Aliansi Wartawan Anti Suap Resmi Dibentuk di Jember, Siap Jadi Kontrol Sosial

Mengapa Kamus Medis Madura Penting?

Direktur RSUD Kalisat, dr. Nurullah Hidajahnigtyas, menjelaskan bahwa tidak semua tenaga kesehatan berasal dari Madura atau menguasai dialek lokal.

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah komunikasi serius,” ungkap Nurullah.

Banyak pasien kesulitan menjelaskan keluhan dalam bahasa Indonesia medis. Di sisi lain, tenaga kesehatan yang tidak fasih berbahasa Madura berisiko salah menangkap informasi penting tentang kondisi pasien.

Padahal, diagnosis akurat sangat bergantung pada komunikasi yang tepat.

Inovasi dari Pengalaman Lapangan

dr. Akbar, dokter umum di RSUD Kalisat, menggagas kamus ini setelah menyaksikan langsung tantangan komunikasi di ruang layanan. Kamus Medis Madura menyajikan panduan praktis berisi istilah medis dan keluhan kesehatan dalam bahasa Madura yang umum digunakan masyarakat.

Di Balik Gemerlap Program Homecare Jember, Merisa Bertahan Bersama Becak Tua

“Kamus ini dapat digunakan oleh seluruh lini pelayanan, mulai dari petugas pendaftaran hingga dokter spesialis,” jelas Nurullah. “Tujuannya menciptakan interaksi yang lebih akrab, humanis, dan tetap profesional.”

Dukungan Kebijakan 24 Jam

RSUD Kalisat tidak hanya mengandalkan kamus. Manajemen rumah sakit juga menerapkan kebijakan pendampingan tenaga kesehatan fasih berbahasa Madura di setiap shift. Setiap shift—pagi, sore, dan malam—selalu tersedia petugas yang mampu memastikan layanan berjalan lancar tanpa hambatan komunikasi.

Selaras dengan Visi Kesehatan Jember

Inovasi ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Jember melalui program Universal Health Coverage (UHC) dalam era “Jember Baru, Jember Maju“.

Program ini menargetkan akses layanan kesehatan yang mudah, bermutu, dan setara bagi seluruh warga.

RSUD Kalisat juga memperkuat fasilitas layanannya dengan empat layanan spesialis dasar (Bedah, Penyakit Dalam, Anak, serta Obstetri dan Ginekologi) serta layanan penunjang seperti THT, Mata, Jantung, Saraf, Patologi Klinik, dan Radiologi.

DPRD Jember Sorot Anggaran Banner Rp4,46 Miliar: “Terlalu Besar, Mending untuk Rakyat”

Dampak Positif bagi Pasien

Dengan Kamus Medis Madura, RSUD Kalisat berkomitmen menghilangkan hambatan bahasa dalam pelayanan kesehatan.

Rumah sakit optimistis pendekatan ini akan membantu pasien merasa lebih dipahami—sebuah langkah kecil yang signifikan dalam mendukung proses penyembuhan. (#)

× Advertisement
× Advertisement