Kades Dukuh Dempok Keluhkan Rancunya Data Penerima Bantuan

0
424

Jember_Wuluhan_Jempol. Tumpang tindihnya data penerima bantuan warga saat Covid -19,  dikeluhkan Kepala Desa Dukuh Dempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Miftahul Munir. Kamis (14/05/2020).

Pasalnya,  Miftahul Munir saat ditemui Jempol, mengaku menemukan sejumlah data yang tidak valid, seperti adanya data warga yang sudah meninggal dan warga sejahtera. Setidaknya dari  252 Warga penerima di bantuan di desanya, masih ada penerima bantuan yang tidak layak   mendapatkan bantuan.

“Tanpa bermaksud mencari siapa yang salah, harus diakui memang banyak data yang tumpang tindih,” jelasnya.

Tumpang tindihnya data itu menurut Miftahul Munir justru menyebabkan keresahan pemerintah desa yang berada di garis terdepan dalam distribusi bantuan.

“Ini menunjukkan bahwa data yang ada mungkin data lima tahun yang lalu, sehingga seharusmya dilakukan up date,” tuturnya.

Lebih jauh, Miftah menuturkan, sesui petunjuk,  Pemerintahan Desa melakukan pendataan Warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang biayanya berasal dari Dana Desa (DD) yang ditetapkan melalui Musyawarah Desa, kemudian masih ada susulan  jenis bantuan lainnya, seperti BPNT, PKH dan BST, yang sumber dananya berasal dari APBN

“Setelah dilakukan cross chek melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)  baru ditemukan banyak data yang dobel,” katanya.

Sementara, penerima bantuan yang sumbernya dari APBN tidak boleh ada yang sama, karena memang tujuannya untuk pemerataan.

“Sehingga cukup menyita waktu untuk memilah data – data yang sudah disuguhkan kepada pemerintah desa,” pungkasnya. (Bbg)