19.6 C
East Java

Sanggar Putra Tanjung Gelar FGD, Persiapan Grebeg Suro di Balung Lor 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Sanggar Seni Tradisional Jaranan Putra Tanjung, yang berada di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, menggelar Focuss Group Discussion (FGD), pada Sabtu (13/06/2026).

FGD itu bertajuk “Menjaga Warisan dan Inovasi Kesenian Jaranan Kepruk Jemberan”, dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Perwakilan Muspika Balung, Kepala Desa Balung Lor, Akademisi, dan 50 komunitas Kesenian Jaranan Kepruk Jemberan.

Menurut Pemilik Sanggar Putra Tanjung Bambang Sugiarto, FGD itu digelar dalam rangka menghadapi kegiatan Grebeg Suro, yang akan berlangsung pada Tanggal 19 Juni 2026.

“Ya ini sekedar ngopi bareng komunitas Seniman Jaranan Kepruk, sekaligus untuk persiapan kegiatan Grebeg Suro,” ujarnya.

Selanjutnya, masih ada rangkaian kegiatan lainnya, diantaranya Workshop Senin Tari, Pentas Bersama Kolaborasi dan Parade Cemeti Sodho Lanang, Parade Tetek Melek, serta kegiatan lainnya.

Dukungan Pemdes Balung Lor

Kepala Desa Balung Lor, Imam Mustofa berkomitmen mendorong bertumbuhnya kesenian jaranan kepruk di Kabupaten Jember.

“Mudah mudahan melalui FGD ini akan kita temukan kolaborasi yang baik antar semua pihak, termasuk pemerintah,” ujarnya.

Imam berharap, pada gelaran Grebeg Suro, yang akan digelar di Kampung Budaya Balung Lor, akan menjadi tolak ukur bagi pemerintah dan para pemangku kebijakan.

“Dalam pelaksanaan grebeg suro nanti, mudah mudahan akan menjadi tolak ukur bagi pemerintah dalam mendukung keberadaan Kesenian Tradisional Jaranan Kepruk,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Grebeg Suro, kata Imam Mustofa, selain melibatkan 50 komunitas jaranan kepruk, juga melibatkan UMKM.

“Alhamdulillah, sudah banyak UMKM yang akan turut meramaikan acara Grebeg Suro nanti,” jelasnya.

Momentum Penting Bangkitnya Kesenian Tradisi

Pemerhati Kebudayaan Kabupaten Jember, Sukmono Fajar Turido, yang juga aktif di Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, menyebut bahwa FGD ini merupakan momentum penting untuk menyatukan segenap unsur, baik pelaku budaya, pemerintah dan masyarakat.

“Sehingga dapat dicapai kesepahaman bersama dalam menjaga nilai nilai tradisi, serta terus berinovasi dalam perkembangan jaman,” ungkapnya.

Fajar berharap, melalui Grebeg Suro yang bakal digelar nantinya, yang merupakan rangkaian dari FGD itu, dapat menguatkan nilai nilai tradisi, karakter budaya, dan nilai religius.

“Gelaran ini akan menjadi ungkapan identitas, nilai regenerasi dan keadaban,” ujarnya.

Menggagas Sikejar

Dalam kesempatan itu, Akademisi ITS Mandala Jember Dr Reza Bahtiar Sulistyan, menyampaikan gagasan Sikejar (Sistem Informasi Kesenian Jaranan), sebagai wadah bagi para pelaku Kesenian Tradisional Jaranan Kepruk Jemberan.

“Ini merupakan jawaban dari perkembangan di era digital,” ujarnya.

Sikejar, merupakan media komunikasi antar komunitas Jaranan, berbentuk Website, yang akan menjadi wadah untuk saling berbagi informasi.

“Media ini akan menjadi wadah, saranan Komunikasi antara pemerintah dan pelaku Kesenian Tradisional, baik dalam mempromosikan kegiatannya, maupun sebagai bank data,” paparnya.

Melalui Sikejar, nantinya publik bisa mengetahui kegiatan kesenian Tradisi, komunitas Kesenian, dan berbagai informasi penting lainnya, yang terkait dengan kesenian tradisional.

“Sistem informasi ini, sudah dikembangkan juga di wilayah lainnya, seperti Simba (Sistem Informasi Bantengan) di Kabupaten Malang,” ujarnya. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img