BerandaBeritaCemaskan Jalan Pontang, Agus : Masyarakat Menunggu Eksekusi

Cemaskan Jalan Pontang, Agus : Masyarakat Menunggu Eksekusi

- Advertisement -spot_img

JemberCemaskan Jalan Pontang Kecamatan Ambulu yang sudah rusak parah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jember Agus Khoironi meminta agar dilakukan penanggulangan darurat, sehingga tingkat kerusakan tidak semakin parah. Pasalnya, jalan tersebut sudah tak terurus sejak tahun 2018 silam, hingga kini belum ada penanganan yang serius. Selasa (16/11/2021) siang.

“Ya kan sudah lama tak terurus, warga banyak yang mengeluh,” ujarnya,

Ditemui diruang Komisi C DPRD Jember, Agus Khoironi menjelaskan bahwa anggaran yang akan digunakan untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut, melalui Dinas PU Bina Marga dan Sumberdaya Air (PU BM SDA) Pemkab Jember rencananya menggunakan metode Kontrak Tahun Jamak (KTJ) atau lazim dikenal dengan Multiyears.

“Ini sudah pertengahan nopember, jika tahapan lelangnya  masing akan di launching, maka kemungkinan baru akan selesai pada bulan desember. Nanti kalau gak bisa terlaksana bisa menimbulkan silpa, itu malah gak bisa terbayarkan uang muka untuk pemenang lelang, Karena sudah lewat tahun anggaran,” jelasnya.

Menurut Agus, menunggu proses pelaksanaan dengan pola multiyears, tentu perlu waktu cukup lama, karenanya legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Jember itu menghendaki agar ada upaya penanggulangan darurat.

“Supaya jenggolangan 3000 itu, jadi bukan jengglongan sewu lagi, itu bisa segera diatasi,” tandasnya.

Terlebih, pada bulan desember sudah musim penghujan, Agus menghawatirkan secara tehnis malah tidak bisa dilaksanakan dengan baik.

“Ya itu, ini kan sudah masuk musim penghujan, kita koordinasikan dengan pengawas, kalau suhu (aspalnya) tidak memenuhi syarat ya harus kita tolak. Misalnya, Suhunya dingin tetapi tetap digelar,” tegasnya.

Seperti dicontohkannya, ada beberapa pelaksanaan proyek pengaspalan, yang dilaksanakan pada saat musim penghujan, suhu aspalnya sudah dingin tetapi tetap digelar.

“Akibatnya kualitasnya kurang baik,” katanya.

Salah satu yang dikhawatirkan Agus, lokasi penyedia AMP juga terlalu jauh sehingga akan berdampak pada kualitas aspal. Hal itu berdasarkan temuan DPRD Jember dalam pelaksanaan pengaspalan jalan yang melalui penunjukan langsung.

“Rata – rata masalahnya AMP nya terlalu jauh, sehingga sampai sini sudah hujan, ahirnya suhu aspalnya mulai turun,“ tukasnya.

Atas temuannya itu, Agus menegaskan agar pemkab Jember menunda terlebih dahulu kewajibannya membayar kepada rekanan.

“harusnya kalau kualitasnya jelek, ya pembayarannya jangan dipenuhi,”ujarnya.

Terkait penyedia AMP untuk proyek pengaspalan jalan, menurut Agus terdapat 12 AMP, yang 7 diantaranya berada di luar kota, seperti Gempol dan Pasuruan. Alasannya, karena untuk memenuhi kebutuhan aspal tidak cukup disediakan dari AMP yang ada di Jember.

Karenanya, Agus berharap agar memperhatikan secara tehnis agar pemanfaatan aspal dapat lebih optimal, tanpa mengurangi kualitas yang sudah ditentukan.

“Ya kedepan kita harapkan dapat berjalan dengan lebih baik,” harapnya. (git)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img