Cegah Covid-19, Laskar Sasak bagikan 50.000 liter cairan Disinfektan

0
94

MATARAM_Jempol.  Laskar Sasak, Organisasi Kemasyarakatan asli Nusa Tenggara Barat, kembali melakukan aksi peduli lingkungan guna  pencegahan dan penyebaran virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan warga dengan mendistribusikan sekitar 50.000 liter cairan disinfektan ke desa-desa di Lombok.

Aksi peduli lingkungan ini juga berupa sosialisasi terkait budaya hidup bersih dan bahaya virus Corona dengan pemasangan puluhan spanduk himbauan di areal publik.

Sebulan  lalu, kumpulan para pemuda komunitas warga Lombok ini juga sudah melakukan aksi peduli lingkungan saat Car Free Day dengan sosialisasi pencegahan penularan Covid-19 serta pembagian ribuan masker.

Ketua Laskar Sasak, Lalu Taharuddin menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan selalu hadir untuk berbuat bagi masyarakat disaat-saat kondisi apapun.

“Laskar Sasak selalu tergerak paling depan untuk menginisiasi berbagai hal yang menyangkut kesejahteraan saudara-saudaranya serta warga di pulau Lombok, khususnya terkait ancaman wabah Covid-19 yang sangat memprihatinkan ini,” kata Lalu Taharuddin sebagaimana dikutip dari Siaran Pers yang dikirimkan ke sejumlah redaksi media, Senin (6/4/2020)

Lebih jauh Lalu Taharuddin menjelaskan aktifitas sosial itu dilakukan pada 5- 6 April 2020, pihaknya melakukan pemasangan sepanduk himbauan di sejumlah kawasan bisnis serta areal publik di beberapa kota di pulau lombok.

“Pada beberapa hari sebelumnya, beberapa anggota sibuk melakukan proses pencampuran dalam rangka memproduksi disinfektan guna di distribusikan ke sejumlah desa di pulau, khususnya di wilayah Lombok Timur yang jadi fokus lebih dalam. Targetnya 50.000 liter cairan disinfektan bisa terdistribusi dalam 2 pekan ini,” kata Lalu Taha panggilan akrab Ketua Laskar Sasak tersebut.

Secara khusus Lalu Taha menjelaskan 10.000 liter cairan disinfektan produksi sendiri ini didistribusikan pekan ini. “Sisanya yang 40.000 liter didistribusikan pekan depan,” tegasnya.

Secara khusus Lalu Taha menjelaskan bahwa beberapa anggota Laskar Sasak memang ada yang berprofesi sebagai penyuplai disinfektan  untuk kebutuhan sejumlah hotel dan beberapa  rumah sakit.

“Ada beberapa anggota yang dulunya suplier [penyalur] disinfektan di Bali, sehingga dengan keahlihan tersebut jadi dasar untuk memproduksi larutan anti virus dan bakteri tersebut yang saat ini diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat Lombok khususnya,” ujarnya.

Wakil Ketua Laskar Sasak, Lalu Kana mengatakan bahwa para pemuda sekitar yang bekerja membuat cairan disinvektan bekerja dengan sukarela, bahkan tidak ada uang bensin dan rokok.

“Padahal pekerjaan pembuatan cairan membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak selain juga cairan disinvektan dapat beresiko pada kesehatan bila dalam proses produksinya tidak memiliki keahlian. Diharapkan Posda [Pos daerah] Kab. Lombok Timur dapat memberikan solusi Terkait hal tersebut,” ungkap Lalu Kana

Seperti diketahui bahwa aktifitas Laskar Sasak ini dimulai dari wilayah Lombok Timur yang bekerja sama dengan polmas babinsa dan sejumlah kepala desa.

Lebih jauh, pada 4 April 2020, di Posko Laskar Sasak Dusun Batu Mora Desa Montong Baan Kec. Sikur Kab. Lombok Timur telah dilaksanakan kordinasi oleh Polres kab. Lombok Timur dengan hasil antara lain:

  1. Sudah dikordinasikan dengan TNI, Polri dan Pemangku Pemerintah setempat terkait Posko Covid-19 Laskar Sasak di Kab. Lombok Timur.
  2. Cairan Disinfektan yang sudah siap diedarkan berjumlah 10.000 liter dengan masih dalam pembuatan bahan baku 45 kg bahan baku dari Mataram. Pekan depan ada 40.000 liter yang didistribusikan.
  3. Adapun sistem Posko menggunakan cara jemput bola dengan mengirim Cairan Disinvektan kepada masyarakat. Selain itu akan diberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan cairan Disinvektan.
  4. Masyarakat juga bisa mengambil sendiri cairan Disinvektan ke Posko Covid-19 Laskar Sasak jika ada yang membutuhkan.
  5. Untuk spanduk cipkon Covid-19 sudah disiapkan dan sedang membuat bambu sebagai sarana pemasangan oleh para pemuda setempat.

    Langkah koordinasi ini diharapkan bisa menjadikan aksi peduli sosial ini bisa semakin terarah dan bermanfaat, karena melibatkan berbagai pihak dan menghindari hal-hal negatif yang ada. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini