23.2 C
East Java

Bupati Jember Sebut Rendahnya SAKIP Penyebab Kemiskinan

Jember, Jempolindo.id – Tak tertanggulanginya tingkat kemiskinan di Kabupaten Jember, selama 10 tahun terakhir, salah satu penyebabnya adalah rendahnya nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Pernyataan itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait, saat membuka rapat pendampingan penyusunan Dokumen Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025, di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, pada Senin (29/09/2025.

Hadir pada kesempatan itu seluruh jajaran OPD, dan Camat Se-kabupaten Jember.

Perbaikan Nilai SAKIP

Karenanya, Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, berupaya untuk memperbaikinya kembali, agar APBD Kabupaten Jember dapat terkelola dengan baik.

“Sebetulnya bukan pada nilainya, namun pada titik beratnya. Sehingga pengelolaan anggaran efektif,” ujarnya.

Dengan tata kelola yang baik, menurut akan menambah kepercayaan investor, yang akan berinvestasi di Kabupaten Jember.

“Upaya penurunan kemiskinan, tidak bisa hanya mengandalkan APBD, diperlukan datangnya investasi,” katanya.

Kenyamanan berinvestasi itu, perlu mendapat dukungan dengan membangun infrastruktur yang memadai.

“Salah satunya dengan mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro, sebagai sarana transportasi,” katanya.

Termasuk, perbaikan SAKIP yang akan menambah kepercayaan bagi investor.

“Dengan tata kelola anggaran yang baik, maka akan membuat para investor percaya,” ujarnya.

Dana Transfer Pusat Berkurang

Disinggung berkurangnya dana transfer pusat sebesar Rp 270,67 triliun, Gus Fawait menyebut bahwa kebijakan itu juga diberlakukan oleh pemerintah pusat secara nasional.

“Tetapi saya percaya, bahwa pemerintah pusat berkemauan baik, karena anggaran itu dipergunakan untuk pengentasan kemiskinan, perbaikan SDM, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Gus Fawait yakin, meski ada pengurangan dana dari pusat, target pembangunan di Kabupaten Jember masih akan berjalan sebagaimana mestinya.

“Apalagi pemerintahan pusat juga memberikan bantuan pembangunan di Kabupaten Jember, mulai dari pembangunan infrastruktur dan lainnya,” tegasnya.

Salah satu upaya agar pembangunan di Kabupaten Jember tetap bisa berjalan dengan baik, adalah dengan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Diantaranya dengan peningkatan sektor pariwisata. Kami sedang berupaya bagaimana pengelolaan Pantai Watu Ulo menjadi satu dengan Papuma,” ujarnya.

Papuma dan Watu Ulo, merupakan salah satu destinasi wisata terindah di Kabupaten Jember.

“Dengan menjadikan satu pengelolaan, maka akan semakin mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Jember,” tandasnya. (Slmt)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img