17.6 C
East Java

Bupati Jember Ingin Anggaran 4 Triliun  Berputar di Jember, Rencana Perluas Peran BUMD 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID Bupati Jember Muhammad Fawait mempersiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa harus terus-menerus membebani APBD.

Bupati Jember menyampaikan pernyataan itu  saat menyambut rombongan Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP), di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Jum’at (13/02/2026).

Dalam pertemuan itu, terlihat kemauan Pemkab Jember, yang mulai melirik skema “kredit produktif” sebagai mesin pertumbuhan baru.

Bupati menegaskan bahwa Jember tidak boleh pasif. Menurutnya, pemerintah pusat punya banyak gudang pendanaan berupa kredit bunga lunak yang bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas publik.

Salah satunya,  pengembangan rumah sakit daerah. Mengingat Jember merupakan rujukan bagi tujuh kabupaten/kota di sekitarnya, kapasitas yang ada saat ini mulai kewalahan.

“Pendapatan RS Soebandi itu naik drastis, dari Rp15 miliar per bulan di awal saya menjabat, sekarang sudah menyentuh Rp31 miliar. Tapi kalau mau nambah kamar pakai APBD, ya tidak cukup,” ujar Bupati.

“Solusinya, pinjaman produktif dari SMI. Prinsipnya sederhana: membangun fasilitas yang nantinya bisa membiayai dirinya sendiri dari operasionalnya,” tambahnya.

Selain infrastruktur kesehatan, fokus besar lainnya adalah ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM melalui BUMD.

Karenanya, Gus Fawait berencana akan memperluas fungsi BUMD, dengan melakukan Revisi Perda.

“Nantinya, Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan, rencananya tidak lagi sekadar urus kebun, tapi bakal jadi “BUMD Pangan,” katanya.

BUMD ini akan jadi pemimpin (leader) sekaligus penghubung produk lokal—seperti telur dan daging—agar bisa masuk ke rantai pasok program nasional tersebut.

Ketika ditanya soal komitmen terhadap investor, Bupati menjawab dengan tegas bahwa Jember sangat terbuka.

“Kalau investasi, kami kasih karpet merah,” tegas Bupati.

Langkah ini diambil sesuai arahan Presiden agar daerah lebih kreatif mencari sumber pendanaan di luar perbankan konvensional (Himbara), yang selama ini lebih banyak diakses pemain besar, sehingga pelaku usaha kecil dan pemerintah daerah bisa lebih berdaya.

“Strategi ini bukan tentang menumpuk utang konsumtif, melainkan investasi pada aset yang menghasilkan (produktif) demi kemajuan jangka panjang warga Jember,” ujarnya.

Penguatan sektor ekonomi itu, kata Gus Fawait,  juga untuk menjaga agar potensi perputaran uang yang berasal dari APBD, sebesar Rp 4 triliun lebih per tahun,  tidak lari ke luar daerah.

“Yang sebesar itu tidak main main, kita ingin, agar uang tersebut tidak lari dari Jember,” ujarnya

Gagasan itu juga terkait dengan upaya Pemkab Jember mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun SPPG (Satuan Pelayanan Pangan Bergizi) terbesar kedua di Jawa Timur. (#)

  • Pewarta: Sundari Rianto
  • Editor: Miftahul Rachman 
Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img