19.8 C
East Java

Anggota DPRD Jember Dikeroyok setelah Kejar Truk Mafia BBM Bersubsidi Hingga Ambulu

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Sebuah peristiwa heroik, baru saja berlangsung, saat Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Jember, David Handoko Seto, mencoba mengungkap dugaan praktik mafia BBM bersubsidi di sebuah SPBU Jalan Teuku Umar, Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, pada Sabtu (14/03/2026) dini hari.

Melalui rekaman suaranya, David menuturkan aksi heroiknya bahkan berujung pada kejar-kejaran maut, hingga wilayah Ambulu.

Dia juga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah anak muda, di wilayah Ambulu

Warga Laporkan Pengisian Solar Ilegal di SPBU Tegal Besar

Semula David mengaku sering menerima laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di SPBU tersebut.

“Tapi saya aras arasen (malas), satu ya karena saya merasa bukan kewenangan, terus waktunya pasti malam sekitar jam 1,” katanya.

Pada Sabtu (14/03/2026) dini hari David kembali mendapatkan laporan dari Warga, yang melihat pengisian BBM bersubsidi dalam jumlah besar.Padahal, SPBU tersebut tidak beroperasi 24 jam.

“Saya mendapat informasi lagi dari warga tentang pengisian solar bersubsidi secara besar-besaran di waktu yang tidak wajar. Kebetulan saya masih belum tidur, Saya langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenarannya,” ungkap David.

Temukan Truk dengan Empat Tangki Modifikasi

Sesampainya di lokasi, David mendapati sebuah truk sedang mengisi solar bersubsidi menggunakan empat tangki yang sudah dimodifikasi. Jumlah ini jauh melebihi batas kewajaran pengisian BBM untuk kendaraan pribadi.

Melihat kejanggalan tersebut, David segera menghubungi Ketua Hiswana Migas Muhammad Iqbal Wilda Fardana, agar sama sama menyaksikan langsung temuan di lapangan.

Ia juga berkoordinasi dengan Polsek Sumbersari untuk mengamankan barang bukti.

“Di lokasi saya melihat satu truk mengisi BBM dengan empat tangki modifikasi di bagian dalam bak truk. Ini jelas pelanggaran berat,” tegas David.

Petugas SPBU Simpan Puluhan Rekomendasi Palsu

Saat memeriksa telepon seluler milik petugas SPBU, David menemukan fakta mengejutkan. Ponsel tersebut menyimpan puluhan dokumen rekomendasi pembelian BBM bersubsidi yang diduga berasal dari berbagai instansi.

“Di ponsel petugas SPBU itu saya menemukan puluhan rekomendasi pembelian yang kemungkinan besar digunakan untuk melegitimasi transaksi ilegal ini,” jelasnya.

Sejenak kemudian, Anggota Polsek Sumbersari datang lokasi SPBU.

Saat polisi datang, sopir truk bernama Franco masih berada di lokasi, namun kemudian menghilang secara misterius.

Warga sekitar Curah Nongko menginformasikan bahwa truk berplat nomor DK 8464 AS tersebut diduga milik seseorang bernama Tik Pontang.

Kejar Pelaku hingga 100 Km/Jam

Situasi memanas ketika sopir truk tiba-tiba melarikan diri dari lokasi SPBU. Tanpa berpikir panjang, David langsung melakukan pengejaran menggunakan mobil pribadinya.

Aksi kejar-kejaran berlangsung sengit dengan kecepatan mencapai 80 hingga 100 kilometer per jam. Rute pengejaran membentang dari Sumbersari hingga memasuki wilayah Ambulu.

“Di Pasar Ambulu saya sempat memotong laju truk, tetapi justru ditabrak dan sopir kembali kabur masuk ke jalan-jalan kampung,” kisah David.

Kini, mobil milik David yang ditabrak, sudah berada di Satlantas Polres Jember.

Dikeroyok 15 Orang saat Berhasil Hentikan Truk

Pengejaran berakhir di dekat jembatan besi wilayah Ambulu. Namun, alih-alih mendapatkan bantuan, David justru berhadapan dengan sekitar 15 pemuda yang mengendarai sepeda motor.

“Saya awalnya mengira mereka akan membantu menghentikan truk. Tapi justru mereka menyerang dan memukul saya,” ujarnya dengan nada kecewa.

David mengaku mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan rekan dari sopir truk tersebut.

Bawa Kasus ke Polres Jember

Atas insiden ini, David berencana melaporkan dua perkara ke Polres Jember:

Pertama, dugaan penjualan BBM bersubsidi secara ilegal oleh pihak SPBU. Kedua, dugaan percobaan pembunuhan oleh kelompok yang mengawal truk tersebut.

David menyoroti tiga kejanggalan utama dalam kasus ini:

  1. Transaksi BBM berlangsung dini hari, di luar jam operasional SPBU
  2. Pihak SPBU sengaja mematikan lampu saat pengisian berlangsung
  3. Sopir truk memilih melarikan diri saat akan dimintai keterangan

“Saya yakin aparat kepolisian mampu mengungkap jaringan di balik praktik mafia BBM bersubsidi ini. Saya akan segera membuat laporan resmi,” tegas David.

Pada siang harinya, David masih kembali melihat situasi di SPBU tersebut. Ternyata, masih beroperasi.

Kabarnya, informasi ini telah mendapatkan tanggapan dari Sekretaris Fraksi Gerindra DPR-RI Bambang Haryadi, yang kebetulan sedang melakukan pemantauan dan pengawasan BBM di Kabupaten Jember.

Melalui keterangan persnya, Bambang meminta agar SPBU dimaksud dihentikan operasinya. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img