Jember, Jempolindo.id – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember dari Partai Golkar Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat, menyoroti maraknya tindakan asusila, yang dilingkungan pendidikan.
Birbik menyampaikan keprihatinannya, saat melaksanakan reses masa sidang ke II Tahun 2025, di lingkungan Pondok Pesantren Talangsari, pada Jum’at (29/08/2025).
Acara reses yang dihadiri Tokoh Masyarakat dan Konstituen dari Dapil 1 itu, mengambil tema Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Keagamaan.
“Kita melihat kondisi pendidikan di Kabupaten Jember sangat miris sekali, dengan adanya tindakan asusila,” ujarnya.
Karenanya, Birbik memandang perlu adanya pendidik agama, untuk membekali anak didik tentang pendidikan akhlak dan moral.
“Sehingga tidak hanya mendapatkan materi pendidikan formal saja,” katanya.
Dengan pendidikan agama, anak didik menjadi mengerti tentang batasan yang dilarang dan tidak boleh dilakukan.
“Karenanya, dipandang perlu penambahan materi penambahan pendidikan agama. Karena, pendidikan yang ada masih belum bisa mendidik menjadi anak yang berakhlaqul karimah,” tandasnya.
Selain itu, Legislator Partai Golkar itu juga menyoroti kurikulum belajar, yang cenderung memaksakan, tanpa memahami kondisi riil yang dialami anak didik.
“Misalnya kebijakan tidak boleh ada anak yang tertinggal kelas, padahal sebenarnya anak itu masih belum memiliki kemampuan,” katanya.
Karenanya, perlu ada kajian mendalam terkait dengan kurikulum pendidikan, agar anak didik mendapatkan materi pendidikan yang berkualitas.
“Nah, ini yang perlu adanya perubahan pola dan materi pendidikan, sehingga anak didik memang memiliki kualitas objektif,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gus Birbik mendapatkan keluhan tentang kebijakan yang terjadi di SMA Negeri 4 Jember.
“Memang ini menjadi kewenangan Cabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur, namun tidak ada salahnya kami akan lakukan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.
Salah satunya, kebijakan anak harus membayar parkir di Sekolah, sebesar Rp 2000.
“Jika sehari ada 1000 siswa saja, kan sudah dua juta per hari,” katanya.
Kebijakan parkir sekolah itu, akan segera disampaikan melalui Bupati Jember Muhammad Fawait.
“Kami akan segera sampai kepada Bupati, bagaimana nanti menyikapinya,” tandasnya. (Slmt)





