JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Aksi lanjutan, Koordinator Forum Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ) Jumantoro mendirikan posko keprihatinan atas rencana Pemkab Jember mengajukan utang sebesar Rp 786 M, kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Posko itu didirikan di depan pintu gerbang Gedung DPRD Kabupaten Jember, pada Kamis (13/08/2026).
Tonton juga:
Sebelumnya, FKMCJ bersama Ormas Laskar Jahanam telah melakukan aksi demonstrasi menolak rencana Pemkab Jember, di Gedung DPRD Kabupaten Jember, pada Senin (10/08/2026).
Jumantoro menegaskan pendirian posko akan dilakukan hingga ada kejelasan sikap DPRD Kabupaten Jember.
“Kami imbau seluruh masyarakat Jember untuk terlibat aktif, posko ini kami dirikan hingga ada kejelasan,” tandasnya.
Menurut Jumantoro, rencana utang Pemkab Jember sama sekali tidak masuk akal. Pasalnya, hanya akan menyebabkan beban bagi masyarakat Jember.
“Jangan sampai menggunakan dalih pembangunan, tetapi malah menjadi beban bagi rakyat, yang hidupnya sudah kurang baik,” ujarnya.
Jumantoro menolak argumen pengajuan utang, yang disampaikan banyak kalangan, bahwa daerah lain juga sama sama menggunakan fasilitas utang, untuk membiayai pembangunan.
“Jangan bandingkan Jember dengan Surabaya. Surabaya punya PAD lebih dari 8 triliun, hanya mengajukan utang 400 an juta, sedangkan Jember PAD nya hanya 1,1 triliun, malah mengajukan utang sebesar 786 Miliar, hampir 75 persen,” ujarnya.
Sikap Anggota DPRD Jember, melalui Badan Anggaran, terkait dengan rencana utang ini, justru terbelah. Mereka masih akan mempertimbangkan lebih mendalam, untuk mengambil keputusan.
“Rencananya hari ini (Kamis, 13/08/2026) DPRD Kabupaten Jember akan rapat, tetapi kabarnya ditunda besok (Jum’at, 14/08/2026),” katanya.
Jika dalam pengambilan keputusan, DPRD Kabupaten Jember bersepakat menyetujui pengajuan utang pemkab Jember, maka Jumantoro akan tetap melanjutkan upayanya menolak.
“Kalau perlu akan kami temui Menteri Keuangan, bahkan kepada presiden, agar pengajuan utang itu ditinjau kembali,” katanya. (#)





