JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Ketua DPC PPP Kabupaten Jember, Madini Farouq yang akrab disapa Gus Mamak, tampil berbeda dalam momentum konsolidasi kali ini.
Ia mengenakan celana jeans—alih-alih sarung yang menjadi ciri khasnya—ia ingin mengirimkan pesan kuat bahwa PPP adalah partai yang relevan bagi milenial dan Gen Z.
“Saya ingin menunjukkan bahwa PPP bukan hanya partainya orang tua, tapi juga partainya anak muda. Usia itu jangan dilihat dari angka, tapi dari bagaimana kita berkarya dan berpenampilan. Paling tidak macak enom (tampil muda) itu penting untuk merangkul generasi masa depan,” kelakar Gus Mamak.
PPP Jember Gelar Muscab
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memanaskan mesin politiknya menyambut estafet kepemimpinan melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 yang digelar di Hotel Royal Jember, Senin (4/5/2026).
Langkah ini menjadi awal konsolidasi besar-besaran untuk menjadikan Kabupaten Jember sebagai barometer politik di Jawa Timur.
Strategi Luar Biasa Menuju 10 Kursi
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) 1 DPW PPP Jatim, Hj. Nur Hasan, menegaskan bahwa PPP Jember memiliki target ambisius untuk melipatgandakan perolehan kursi legislatif. Dari 5 kursi yang saat ini dimiliki, PPP membidik 10 kursi pada Pemilu 2029 mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, Nur Hasan menekankan pentingnya kerja extraordinary atau luar biasa. Ia menyoroti kondisi PPP yang saat ini tidak memiliki perwakilan di Senayan (DPR RI) sebagai cambuk untuk meningkatkan elektoral secara signifikan.
“Kita harus bekerja dengan cara extraordinary. Kalau hanya bekerja biasa-biasa saja, kita sulit menaikkan elektoral. Konsolidasi harus sampai ke tingkat ranting dan memastikan semua caleg yang bertarung adalah sosok-sosok yang luar biasa,” ujar Nur Hasan.
Terbuka bagi Kaum Muda dan Organisasi Kemahasiswaan
Sebagai partai hasil fusi pada 1973, PPP berkomitmen menjaga akar kultural keulamaan namun tetap adaptif terhadap dinamika zaman. Nur Hasan menyebut PPP mulai merangkul berbagai elemen organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan seperti HMI, PMII, GMNI, hingga IMM.
“Regenerasi itu penting. DPP telah mencanangkan komposisi pengurus harian harus merangkul semua komponen, termasuk kuota 30 persen perempuan dan tokoh-tokoh muda. PPP adalah warisan ulama, tapi kami sangat terbuka bagi siapa pun yang siap mengabdi,” tambahnya.
Mekanisme Formatur dalam Muscab
Terkait suksesi kepemimpinan, Gus Mamak menjelaskan bahwa mekanisme Muscab PPP tidak memilih ketua secara langsung, melainkan memilih tim formatur yang terdiri dari tujuh orang (unsur DPP, DPW, DPC, dan PAC). Tim inilah yang nantinya akan menyusun struktur kepengurusan.
Meskipun Gus Mamak mendapatkan diskresi untuk kembali memimpin pada periode ketiga, ia menegaskan bahwa proses tetap berjalan sesuai aturan organisasi. Fokus utamanya setelah Muscab adalah verifikasi faktual dan penguatan kaderisasi hingga tingkat desa.
“Ke depan, kita akan mengadakan LKKD (Latihan Kepemimpinan Kader Dasar) tingkat dapil dengan peserta tiga orang per desa. Kita siapkan kader muda untuk masa depan PPP,” pungkasnya. (#)
- Pewarta: Sundari Rianto
- Editor: Miftahul Rachman





