JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Partai Nasdem (Nasional Demokrat) Kabupaten Jember bergolak, sejumlah pengurus DPC (tingkat Kecamatan) melayangkan mosi tidak percaya.
Polemik itu diketahui saat sejumlah Kader Partai NasDem Jember menyampaikan pernyataan sikap, pada Kamis (25/12/2025).
Tonton juga
Saat menyatakan sikap, Mursid, Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Sumbersari, didampingi Siswoto Ketua DPC Nasdem Mayang dan Abdurrahman Ketua DPC Nasdem Sukorambi.
Melalui Mursid, menyampaikan kondisi Partai NasDem Jember, yang sudah berada diujung tanduk.
Polemik Partai NasDem Jember, dipicu oleh Kasus Dugaan Korupsi yang menyeret Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Dedi Dwi Setiawan dan dugaan penyelewengan dana Banpol, membuat Partai Nasdem kian terpuruk di mata publik.
Menyoal Status Dedi
Dedi Dwi Setiawan adalah Wakil Ketua DPD Partai NasDem Jember, yang terjerat kasus Korupsi penggunaan anggaran Makan Minum, kegiatan Sosraperda DPRD Kabupaten Jember.
Kini, putra dari Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Jember H Marsuki itu, telah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan kejaksaan negeri Jember, sejak Sunn Malam, 20 Oktober 2025.
“Dampaknya, elektoral partai politik diambang bahaya, kepercayaan masyarakat juga mulai tergerus, marwah partai juga dipertaruhkan,” ujarnya.
Status Dedi sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, yang mengambang, juga dinilai berdampak pada peran Partai NasDem ditubuh DPRD Kabupaten Jember.
“Kami menuntut, agar DPD Partai NasDem Jember memberikan sikap resmi status hukum yang telah menjerat Dedi,” jelasnya.
Mempertanyakan Dana Banpol
Selain itu, Mursid juga menyampaikan, jika dalam dua periode kepengurusan DPD Partai NasDem Jember ini, pihaknya selaku pengurus DPC, belum pernah mendapat uang pembinaan dari DPD, meski ada Banpol.
“Sebelumnya kami ada anggaran pembinaan DPC dari DPD, namun pada kepengurusan kali ini, yang sudah hampir selesai 2 periode, kami tidak pernah mendapatkan itu,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya meminta transparansi pemanfaatan anggaran Bantuan Politik (Banpol), yang berasal dari APBD Kabupaten Jember.
“Sebenarnya, untuk apa saja, anggaran Banpol selama ini,” tanyanya.
Mosi Tidak Percaya
Menyikapi situasi itu, 17 pengurus dari 31 DPC, pernah melakukan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan DPD Kabupaten Jember, dengan melayangkan surat mosi tidak percaya kepada DPW Provinsi Jawa Timur maupun DPP.
“Dua bulan lalu, kami sudah melayangkan surat mosi tidak percaya terhadap kinerja DPD ke DPP maupun DPW,” ujarnya.
Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan, karenanya Mursid menganggap perlu menegaskan sikapnya, dengan menyatakan sikap menggugat Kinerja DPD Nasdem Jember.
“Karenanya, hari ini kami bersama kader Nasdem lainya, menyatakan sikap kembali,” ujarnya, kepada sejumlah media.
Memperhatikan kondisi Partai NasDem yang kian memperihatinkan, Mursid meminta agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh atas kinerja Pengurus DPD Partai NasDem Jember.
“Kami minta penegakan disiplin, sesuai dengan kode etik dan Peraturan Partai,” tandasnya.
Mursid menyayangkan sikap DPD Partai NasDem Jember, yang justru melakukan pergantian pengurus tanpa prosedur yang semestinya, sehingga beberapa pengurus yang melakukan mosi tidak percaya, malah dicopot.
“Padahal, tujuan teman-teman DPC, untuk kepentingan partai, tapi beberapa teman kami setelah melakukan mosi tidak percaya, justru diganti, bahkan saya dikeluarkan dari group (WhatsApp) DPD,” ujar Mursid.
Siap Dengan Konsekuensinya
Mursid juga menyatakan, bahwa dirinya tidak mempermasalahkan, jika sikapnya membuat dirinya dicopot sebagai ketua DPC Nasdem Sumbersari, seperti teman lainnya.
“Kalau saya tidak masalah andai nanti dicopot sebagai pengurus DPC, meski saya dicopot, saya pastikan saya tetap sebagai kader Nasdem,” tegasnya.
Mursid, diketahui sudah berkiprah membesarkan partai Nasdem, sejak awal berdiri.
“Saya sudah mengabdi, sejak NasDem masih menjadi Ormas Nasional Demokrat,” tandasnya.
Atas polemik ini, pihaknya berharap pengurus DPW Partai NasDem Jawa Timur dan DPP Partai NasDem turun ke Jember, untuk melihat realita, serta mendengar aspirasi Kader Nasdem.
“Kalau dibiarkan begini, Nasdem akan sulit menghadapi pemilu 2029 nanti, apalagi target 8 kursi,” jelasnya.
Pengurus DPD Partai NasDem Jember Belum Merespon
Sementara Bambang Hariyanto, sekretaris DPD Partai Nasdem Jember, saat dikonfirmasi media ini, belum memberikan keterangan.
Media ini berupaya melakukan sambungan telpon, namun ditolak, pesan whatsapp yang dikirim, juga belum direspon. (*)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman

