22.6 C
East Java

Fraksi Golkar Amanah Jember Sampaikan 7 Catatan Kritis 

Jember, Jempolindo.id – Fraksi Golkar Amanah menyampaikan pendapat akhirnya, terhadap Rancangan APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026, saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember, pada Jum’at (28/11/2025).

Baca juga:

Fraksi PDIP Jember Minta Pemerintah Daerah Kelola Anggaran Dengan Sungguh Sungguh

Pendapat Akhir fraksi, gabungan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) itu dibacakan oleh juru bicaranya, Agung Budiman.

“Fraksi Golkar Amanah telah mengikuti secara seksama seluruh rangkaian pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, kami memberikan apresiasi yang setinggitingginya atas kerja keras seluruh pihak dalam menyusun dokumen anggaran yang berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Fraksi Golkar Amanah mendukung penuh R-APBD 2026 sebagai instrumen penting dalam melanjutkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kabupaten Jember.

“Kami melihat bahwa arah kebijakan yang tertuang dalam R-APBD 2026 sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah daerah serta mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata,” katanya.

Fraksi Golkar Amanah, menyambut baik langkah-langkah strategis yang telah dan akan dilakukan Pemerintah Daerah, terutama dalam hal digitalisasi sistem perpajakan dan retribusi, serta pengoptimalan pengelolaan aset daerah. Inisiatif-inisiatif tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas fiskal daerah, tetapi juga mendorong tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.

Sebagai fraksi yang mengedepankan prinsip Profesionalitas dan kepentingan rakyat, Fraksi Golkar Amanah juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

“Kami mendorong Inovasi pengembangan sumber Pendapatan Asli Daerah tanpa membebani Masyarakat,” ujarnya.

Mereka berkeyakinan, dengan semangat gotong royong dan sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif, target peningkatan Pendapatan Asli Daerah dapat dicapai tanpa membebani masyarakat.

Fraksi Golkar Amanah juga menghargai perhatian Pemerintah Daerah terhadap isu-isu strategis seperti penanganan banjir, pencegahan stunting, revitalisasi pendidikan, serta penguatan UMKM.

“Kami mendorong agar langkah-langkah operasional yang telah direncanakan dapat diimplementasikan secara konsisten, terukur, dan tepat waktu, dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta pengawasan yang efektif,” katanya.

Di sisi lain, Fraksi Golkar Amanah juga ingin mengingatkan, agar anggaran pendidikan yang telah dialokasikan di atas 20% benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang gratis dan berkualitas.

Transparansi dalam penyaluran bantuan operasional sekolah dan beasiswa harus menjadi prioritas, agar tidak terjadi kesenjangan antara kebijakan dan realita di tingkat akar rumput.

Fraksi Golkar Amanah juga mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan Perda RTRW Jember sebagai agenda prioritas.

Perda RTRW bukan sekadar dokumen, melainkan peta jalan menuju Jember yang maju, tertata, dan berkelanjutan.

Saat ini, Jember menghadapi kondisi darurat tata ruang. Ketidakpastian regulasi mengancam daya saing daerah, menghambat investasi, dan berpotensi mematikan program strategis seperti pembangunan rumah rakyat.

Tanpa RTRW yang terkini, pembangunan akan berjalan tanpa arah yang jelas.

Sebagai mitra kritis yang konstruktif, Fraksi Golkar Amanah memberikan beberapa catatan diantaranya :

  1. Anggaran kebencanaan yang sangat urgent terlihat sangat minim sekali dibandingkan dengan anggaran yang lain dan tidak urgensitas.
  2. Pemerataan pupuk subsidi yang masih belum merata dirasakan oleh para petani serta sarana dan prasarana dalam pertanian, baik irigasi atau jembatan sebagai akses jalan bagi para petani.
  3. Penanganan Stunting, selain tindakan komprehensif juga tidak kalah pentingnya yaitu sistem integrasi data dari masing-masing instasi terkait untuk bisa dijadikan satu (satu kesatuan )
  4. Beberapa aspirasi masyarakat yang menjadi kebutuhan urgensitas dimasing-masing wilayah dan yang telah tersampaikan dimasing-masing wakil rakyatnya agar menjadi perhatian penuh bagi pemerintah untuk bisa merealisasikannya, mengingat kebutuhan tiap wilayah itu tidak sama atau berbeda.
  5. Janji mengenai perbaikan layanan tempat umum seperti pasar tradisional yang masih belum terealisasikan, mengingat kondisi bangunan dan sarana prasarana lainnya sangat memprihatinkan. Selain itu perlu adanya penataan dan penertiban kepada para pedagang yang menempati sepanjang jalan pasar tradisonal.
  6. Menjadi perhatian serius mengenai rombel (rombongan belajar) disatuan pendidikan untuk bisa lagi ditambahkan, agar kesempatan belajar lebih mudah untuk tujuan mencerdaskan putra-putri bangsa.
  7. Sarana dan prasarana RSD Kabupaten Jember menjadi perhatian serius.

Fraksi Golkar Amanah siap mengawal implementasi APBD Tahun Anggaran 2026 dengan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

“Kami percaya, dengan semangat gotong royong dan sinergi yang solid, Jember akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya.

“Kami berharap APBD ini dapat menjadi instrument efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Jember yang lebih baik, lebih maju, dan lebih Sejahtera,” tutupnya.(#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img