20 C
East Java

Update Pro Gus’e, Bupati Jember Bersama Istri Pakai Kaos Bertuliskan Gus Darling dan Gus Fundamental

Jember, Jempolindo.id – Ada yang menarik, ketika Bupati Jember Muhammad Fawait menggunakan kaos bertuliskan “Gus Darling” dan Istrinya Gyta Eka Puspita menggunakan kaos bertuliskan “Gus Fundamental, saat umumkan Pro Gus’e, di Kawasan Wisata Rembangan, pada Jum’at (01/08/2025) malam.

Baca juga: Gubernur Jatim Gelar Rakor Urai Kemacetan Lalu Lintas Dampak Penutupan Jalan Gumitir  

Bukan hanya mereka, bahkan TP3D Kabupaten Jember, awak media dan beberapa OPD Pemerintah Kabupaten Jember, juga menggunakan kaos berwarna pink dengan tulisan serupa.

Frase Gus Darling dan Gus Fundamental, dipungut dari ucapan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menanggapi pertanyaan wartawan, terkait dengan krisis BBM yang terjadi di Kabupaten Jember, pada saat Program Bunga Desa di Kecamatan Ambulu.

Asal Frasa Gus Fundamental

Gus Fawait menjawab bahwa masalah krisis BBM yang sedang terjadi, sehingga menyebabkan antrian panjang di SPBU, bukan masalah fundamental.

Maksud kata fundamental itu, mungkin sebenarnya untuk menjelaskan bahwa ketersediaan BBM di Jember mencukupi, hanya saja terkendala oleh kemacetan arus lalu lintas, yang menghambat pasokan BBM dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Kemacetan lalulintas itu terjadi akibat dari penutupan Jalan Gumitir, yang sedang ada pekerjaan perbaikan, sejak tanggal 24 Juli 2025.

Hanya saja, publik terlalu cepat mentafsirkan kata Fundamental itu, yang menilai Gus Fawait seolah tidak peka terhadap situasi.

Asal Frasa Gus Darling

Sedangkan Frase Gus Darling, diambil saat Bupati Jember mengadakan konferensi pers di Gedung DPRD Kabupaten Jember, untuk menjelaskan upaya Pemkab Jember bersama DPRD Kabupaten Jember, dalam menanggulangi krisis BBM.

Saat itu, Gus Fawait keseleo lidah, sebenarnya dia menyampaikan bahwa dengan krisis BBM itu, maka Bupati Jember telah membuat surat edaran agar sekolah dilakukan secara Daring dan Karyawan Pemkab Jember yang tidak terlibat dengan pelayanan publik bisa bekerja dari rumah (WFH).

Saat mengatakan sekolah daring, Gus Fawait jumbuh dengan kata Darling.

Akibat mengucapkan dua kata itu, Nitizen lantas merujaknya, seolah Bupati Jember sudah melakukan kesalahan besar.

Merespon Dengan Kerja Keras

Tetapi, Gus Fawait merespon ledekan Nitizen dengan caranya yang khas. Dia malah menjadikan dua kalimat itu sebagai tulisan di kaos berwarna pink.

Dia juga menjawab ledekan Nitizen dengan upaya keras menanggulangi krisis BBM yang sedang terjadi, sehingga dapat diselesaikan dengan relatif cepat.

“Bahkan menurut Pertamina, proses penanggulangan Krisis BBM di Jember tercepat se Indonesia,” ujarnya.

Tentu, cepatnya penanganan Krisis BBM itu, berkat kerjasama segenap pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemprov Jawa Timur, Pemkab Jember, PT Pertamina Patra Niaga, TNI, Polri, seluruh jajaran OPD Pemkab Jember, relawan, hingga media.

“Karenanya, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras membantu menangani krisis BBM yang terjadi,” ujarnya.

Bupati yang masih berusia 36 tahun itu, juga menyampaikan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPRRI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi III DPRRI Bambang Hariyadi, Anggota DPR-RI Kawendra Lukistian, dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kabupaten Jember.

Tak berhenti hanya sekedar menyelesaikan masalah Krisis BBM, tetapi Bupati Jember berama PT Pertamina Patra Niaga, terus memantau untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM, hingga dua bulan ke depan.

Karena, diperkirakan penutupan Jalan Gumitir, masih akan terus berlangsung hingga tanggal 24 September 2025.

“Kami bersama Pertamina akan terus melakukan pemantauan, untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM di Jember,” katanya.

Gus Fawait juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Jember, yang telah turut membantu memberikan informasi, melalui kanal Wadul Gus’e.

Dukungan Pertamina

Melalui Sales Manager Area Jember PT Pertamina Patra Niaga Hendra Saputra memastikan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 2025, untuk 40 SPBU di Kabupaten Jember, terjamin pasokannya.

Pertamina, kata Hendra telah mengerahkan 86 armada, untuk menggelontor kebutuhan BBM di Jember.

“Jadi, kami menjamin sejak hari ini dan seterusnya, kebutuhan BBM di Kabupaten Jember, telah terjamin,” tegasnya. (Slmt)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img