CUITAN REDAKSI
Beranda / CUITAN REDAKSI / Pemkab Jember Ajak Gencarkan Literasi Digital

Pemkab Jember Ajak Gencarkan Literasi Digital

Jember – Jempolindo.id – Pemkab Jember ajak semua komponen masyarakat pro aktif dalam melakukan literasi digital, sebagai upaya agar nitizen cakap menggunakan platform digital.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Pemkab Jember Bobby Arie Sandi, saat menjadi narasumber pada acara Literasi Digital, yang digelar ICT Watch, dipandu oleh Moderator Ulya Anisatur R, di RM Lestari, Sabtu (13/08/2022) siang.

“Kami gak mungkin melakukannya sendiri, maka butuh berkolaborasi bersama, sehingga pemanfaatan digital lebih optimal,” ujarnya.

Bobby juga menyampaikan, bahwa Pemkab Jember sudah melaunching aplikasi JKOPI ( Jember Kota Pintar), sebuah aplikasi yang terintegrasi pada semua layanan masyarakat, dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga OPD Pemkab Jember terkait.

“Aplikasi itu sangat berguna untuk kepentingan meningkatkan pelayanan kebutuhan masyarakat kabupaten Jember,” ujarnya.

Utang Rp786 Miliar dan Jalan Panjang Jember: Antara Kebutuhan dan Risiko Fiskal

Terkait, pemanfaatan platform digital, Bobby mengingatkan untuk tidak mudah sharing konten yang tersebar, agar tidak menimbulkan permasalahan dibelakang hari.

Bobby juga mengatakan bahwa sebagian besar warga kabupaten Jember sudah menjadi pengguna media sosial. Namun, masih banyak konten yang tersebar masih berbau Hoax.

“Karenanya sebaiknya saring sebelum sharing, berfikir sebelum posting,” pintanya.

Menurut Bobby, literasi digital memiliki nilai manfaat, sekaligus juga memiliki dampak negatif, terlebih untuk perkembangan anak, karenanya keluarga merupakan pintu awal, sehingga penggunaan media sosial, lebih bisa cakap.

“Untuk itu diperlukan keterlibatan keluarga, agar penggunaan media sosial, bisa lebih terarah,” tegasnya.

5 Fraksi Sepakat 2 Fraksi Menolak Rencana Utang Pemkab Jember, Halim: Masih Diajukan ke PT SMI

Karena, kata Bobby disamping kecerdasan dan kecakapan dalam menggunakan media sosial, juga tetap harus memperhatikan prinsip digital etik.

“Sehingga bisa lebih pintar menilai konten yang tersebar, sekaligus juga bijak dalam membuat konten, terlebih jangkauan konten tidak terbatas, yang bisa berpengaruh terhadap anak-anak,” pesannya. (#)

Berita Terbaru

× Advertisement
× Advertisement