JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) menggelar Sarasehan Nasional bertajuk “Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa” dalam rangkaian KAUJE Fest 2026, Jumat (3/7/2026).
Acara yang berlangsung di Gedung Soejarwo Lantai 5 Kampus Universitas Negeri Jember ini menghadirkan sederet kepala daerah dan pakar untuk membedah strategi percepatan pembangunan nasional dari penguatan wilayah daerah.
Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., secara resmi membuka acara dengan pidato sambutan. Diskusi utama kemudian menghadirkan jajaran pakar, yakni Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A. (Peneliti Senior BRIN), Sumedi Andono Mulyo (Direktur Perencanaan Pembangunan Daerah, Kementerian PPN/Bappenas), dan Adhitya Wardhono (Dosen Universitas Jember).
Kepala Daerah Berbagi Pengalaman, Lahirkan ‘The Power of Kepepet’
Dipandu moderator Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim, sarasehan ini memberikan ruang bagi para kepala daerah untuk merespons langsung paparan para ahli. Hadir secara luring, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Bupati Situbondo), Adi Wibowo (Walikota Pasuruan), dan Hari Wuryanto (Bupati Madiun). Sementara itu, Muhammad Fawait (Bupati Jember), Indah Amperawati (Bupati Lumajang), Raymundus Sau (Bupati Ngada, NTT), Riza Wardana (Bupati Mentawai), dan Suryanto (Wakil Bupati Kotawaringin Barat) mengikuti jalannya diskusi secara daring melalui Zoom.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyoroti tantangan berat yang dihadapi para pemimpin daerah. Menurutnya, kemajuan Indonesia merupakan akumulasi dari kemajuan seluruh daerah, sehingga penguatan daerah menjadi kunci penting.
“Kami paham betapa perihnya kepala daerah hari-hari ini, tapi kami juga menyadari bahwa ada yang disebut ‘the power of kepepet’. Kadang-kadang justru kekuatan super lahir dari keadaan yang terdesak,” ujar Sarmuji.
Inovasi Bermunculan dari Tekanan
Sarmuji mencontohkan bagaimana keterbatasan justru memicu kreativitas luar biasa dari para kepala daerah.
“Apa yang disampaikan para bupati tadi mencerminkan the power of kepepet. Tidak mungkin Mas Rio sampai menggali dari akar yang sangat dalam tentang kejayaan Besuki di masa lalu. Tidak mungkin Mbak Indah sampai kepikiran bagaimana menjual Semeru. Itu semua karena the power of kepepet,” jelasnya, disambut antusiasme peserta.
Melalui sarasehan nasional ini, diharapkan ide-ide kreatif dan inovasi yang lahir dari keadaan terdesak mampu memacu daya pikir solutif untuk mengatasi persoalan ekonomi dan sosial yang menghimpit daerah, sekaligus memperkuat jembatan sinergi menuju Indonesia Maju. (#)
- Pewarta: Sundari Rianto
- Editor: Gilang Gibran Al Fikri





