Tak Dilayani Istri Nekat Lakukan Aksi Begal Tetek

  • Bagikan
Tak Dilayani istri
Keterangan Foto : Terduga Pelaku Aksi Begal Tetek saat dijebloskan ke tahanan di Mapolsek Mayang

Jember – Jempolindo.id – Mengaku gegara tak dilayani istri, THL (22) Aksi Begal Tetek,  yang  sempat bikin heboh di Wilayah Mayang Jember itu kini diringkus anggota Reskrim Polsek Mayang dan Reskrim Timur Polres Jember, saat berada di Pasar Burung, Kecamatan Mayang, pukul 7 pagi, Minggu (12/9/2021).

Bermula dari unggahan Kepala Desa Sidokmukti Sunardi Hadi, di akun facebook pribadinya.

Tak dilayani istri
Foto : Akun Facebook Kepala Desa Sidomukti Sunardi Hadi Prayitno
BEGAL PAYUDARA MERESAHKAN WARGA DESA SIDOMUKTI
Disampaikan kepada seluruh warga Desa Sidomukti Mayang khususnya kaum hawa untuk hati-hati dan waspada, karena sudah ada 3 orang yang menjadi korban pelecehan seksual dengan cara dipegang payudaranya dalam waktu kurang dari sebulan ini. Pelaku yang diperkirakan dari luar desa itu adalah orang yang sama dan beraksi tidak mengenal waktu, bisa siang maupun malam.
Seperti kejadian hari ini Sabtu 11 September 2021 sekitar jam 07.30 Wib saya dilapori oleh sesorang yang menjadi korban yang begal payudara. Tempat kejadiannya di lokasi jalan desa yang agak sepi, tepatnya di Dusun Krajan RW 10. Kronologisnya korban yang seorang guru itu hendak menuju ke sekolahan tempat mengajar nya dengan menaiki sebuah sepeda motor.
Awalnya korban dibuntuti dari belakang oleh pelaku yang sama menaiki sepeda motor. Begitu dijalan yang sepi pelaku memepet korban dan dengan cepat pelaku memegang payudara korban dan langsung tancap gas melarikan diri. Pelaku yang menaiki sepeda motor Honda Revo Merah knalpot brong tanpa plat nomor dan tanpa menggunakan helm itu dengan ciri-ciri tinggi berperawakan sedang, rambut pendek, usia sekitar 35-40 tahun, bercelana pendek dan berjaket hitam diperkirakan kabur kearah Dusun Mrapen.
Begitu dapat laporan, saya langsung kontak para warga yang ada disepanjang jalan tersebut dan juga turun ke TKP dengan harapan pelaku dapat diamankan. Namun karena informasinya sudah setengah jam yang lalu dan juga kondisi jalan yang agak sepi sehingga pelaku kali ini bisa lolos.
Kami menghimbau kepada seluruh warga Desa Sidomukti khususnya kaum hawa untuk lebih waspada dan hati-hati apabila jalan sendirian terutama dijalan yang sepi. Usahakan apabila keluar ada temannya. Dan apabila jadi korban segera teriak minta pertolongan dan kalo sempat foto pelaku. Agar segera bisa ditangkap dan tidak lagi meresahkan warga.(hp055)

 

Kabarnya, pelaku berinisial THL (22) warga Dusun Krajan, Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, yang diduga sebagai pelaku begal payudara di wilayah Kecamatan Mayang,  sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan, melakukan aksi begal payudara untuk memuaskan hasrat seksualnya. Karena ada keinginan untuk memiliki anak tapi hasrat seksualnya tidak dilayani istrinya.

“Saya melakukan itu untuk (memuaskan) syahwat saya. Karena saya ada masalah keluarga. Saya ingin memiliki anak dengan istri saya. Tapi istri saya tidak mau. Katanya tunggu anak tiri saya sudah berumur 5 tahun,” ungkapnya.

Informasi dari warga sekitar, THL telah menikah dua kali. Dengan istri pertama, pelaku tidak memiliki anak dan bercerai. Kemudian menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki anak masih berumur sekitar 2 tahun.

Menurut pengakuan THL, istrinya belum bersedia melayani hasrat seksual istrinya, karena belum ingin punya anak lagi.

Ahirnya, THL melampiaskan kekesalannya, nekat melakukan aksi kejahatan begal payudara itu.

Saat diperiksa polisi di Mapolsek Mayang, aksi begal payudara yang dilakukannya di jalan.

THL membuntuti calon korbannya dengan mengendarai motor yamaha Vega ZR warna merah tanpa plat nomor.

“Saya melakukannya dengan naik sepeda (motor) terus saya ikuti, kemudian saya pegang payudaranya,” kata THL saat diinterogasi polisi.

Dalam melakukan aksi kejahatannya itu, terduga pelaku itu mengaku sendirian, dan melakukannya beberapa kali. Dengan TKP di beberapa kecamatan berbeda.

“Saya melakukannya maksimal 5 kali, di Dusun Krajan, Desa Sidomukti; Desa Jatian, Kecamatan Pakusari; daerah Sempolan (Kecamatan Silo),” sebutnya.

Tidak hanya memegang payudara korbannya, pelaku juga mengaku jika dalam melakukan aksi cabulnya itu. Juga dengan memegang bagian tubuh lain dari korbannya, yang kebanyakan perempuan kisaran umur 20 – 40 tahun.

“Saya juga memegang bokong (pantat, red) dari korban,” sambungnya.

Terpisah, menurut Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution. Terkait pengakuan dari terduga pelaku itu. Pihaknya tidak percaya begitu saja.

Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait aksi kejahatan yang diduga dilakukan pelaku itu.

Dalam melakukan aksi kejahatannya itu, pelaku mengendarai motor yamaha vega ZR warna merah tanpa plat nomor. Kemudian memakai jaket.

Pelaku membuntuti korban dan saat dirasa jalanan sepi. Pelaku memepet korban yang juga dengan memegang payudara korban menggunakan tangan kirinya.

“Kami masih mendalami motif yang dilakukan pelaku. Kami tidak percaya begitu saja dengan pengakuan pelaku. Masih kami dalami dan selidiki lebih lanjut,” kata Iptu Bejul.

Saat diringkus polisi, terduga pelaku itu tidak melakukan perlawanan.

“Untuk meringkus pelaku itu, kami Reskrim Polsek Mayang dibantu Reskrim Timur Polres Jember. Pelaku diamankan sekitar pukul 7 pagi tadi di Pasar Burung. Karena pelaku suka dengan burung merpati untuk ketangkasan. Sebelumnya dilakukan pengintaian yang dilakukan anggota polisi,” katanya.

Kini, terduga pelaku sudah diamankan di Mapolsek Mayang.

“Kami menghimbau masyarakat lebih hati-hati, dan jika ada tindak kriminal tidak kemudian langsung diupload (unggah, red) di Medsos. Tapi segera lapor polisi. Agar lebih cepat mengamankan korban. Sehingga tindak kejahatannya dapat digagalkan,” tandasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *