Jember, Jempolindo.id – Koperasi Sinar Tani, yang dikenal sebagai salah satu koperasi besar di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, kembali mengungkapkan jejak sejarahnya yang mengagumkan.
Koperasi yang telah melakukan ekspor hasil pertanian, khususnya kubis, ke Singapura pada tahun 1930-1940 ini mendapatkan sorotan dari Kadin Jatim, yang diwakili oleh Yuristiarso Hidayat, Peneliti Sygma Ken Bimo Sultoni, dan Koordinator TPP Kabupaten Jember, Dodik Merdiawan.
Penelusuran Sejarah
Kegiatan penelusuran dilakukan pada hari Minggu, 16 November 2025, yang menggandeng Kepala Desa Sukorejo, H. Rudianto, serta tim pendamping desa dari Kecamatan Sukowono, Totok Hadi, dan Tenaga Ahli Kabupaten Jember, Dapit Yusra Kusuma.
Dalam penelusuran ini, mereka mencari bukti peninggalan sejarah dari kakek Presiden Prabowo Subianto, yang diketahui memiliki andil besar dalam perkembangan koperasi tersebut pada era kolonial belanda.
Kepala Desa H. Rudianto mengaku terkejut saat mengetahui bahwa desanya menyimpan sejarah gemilang koperasi yang pernah menjadi perhatian langsung dari keluarga Presiden Prabowo. “Ini adalah penemuan yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.
Kisah Bu Aminah
Salah satu saksi hidup dari kejayaan koperasi tersebut adalah Bu Aminah, yang menceritakan pengalamannya ketika masih kecil. Ia ingat betul bagaimana orang tuanya mengepak kubis untuk diekspor ke Singapura.
“seingat saya dahulu orang tua kami selalu sibuk menyiapkan hasil pertanian, dan orang-orang datang dari berbagai tempat untuk membeli produk kami,” kenangnya.
Pengakuan Bu Aminah sangat relevan dengan apa yang tercatat dalam buku “10 Tahun 1930-1940: Penerangan Koperasi” karya RM Margono Djotohadi Kusumo, yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1941.
Penyampaian Buku Sejarah
Dalam rangka memperkuat penelusuran sejarah ini, tim penelusur juga menyerahkan salinan buku karya RM Margono kepada Kepala Desa Sukosari.
Pemberian Buku tersebut menjadi simbol penting dalam melestarikan warisan sejarah koperasi yang ada di kabupaten Jember.
Memorial Era Kolonial
Kegiatan penelusuran ini tidak hanya menggali fakta sejarah, tetapi juga memberikan nuansa romantisme mengenai kejayaan koperasi pada era kolonial Belanda.
Dodik Merdiawan, sebagai Koordinator Kabupaten TPP Jember dan Ketua Tim Penelusuran, berharap bahwa penemuan ini dapat memotivasi pengembangan koperasi di Indonesia.
“Sejarah Koperasi Sinar Tani menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Harapan untuk Koperasi di Indonesia
Dengan ditelusurinya jejak sejarah koperasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya koperasi dalam pembangunan ekonomi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku koperasi saat ini untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas.
Koperasi Sinar Tani bukan hanya sekadar sebuah lembaga ekonomi, tetapi juga simbol keberhasilan dan harapan bagi masyarakat Desa Sukosari dan kabupaten jember pada masanya.
Penelusuran ini telah membuktikan bahwa sejarah dan tradisi koperasi akan terus hidup dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Wawancara mendalam yang dilakukan oleh tim penelusur dengan para saksi sejarah, seperti Bu Aminah, H. Rosi, dan para petani yang pernah terlibat dalam koperasi sinar tani dapat mengungkap lebih jauh bagaimana Koperasi Sinar Tani pada saat itu dapat berkontribusi besar dalam perubahan sosial dan ekonomi di Indonesia.
Melalui upaya kolektif ini, diharapkan sejarah Koperasi Sinar Tani tidak hanya diingat tetapi juga dihidupkan kembali sebagai bagian penting dari sejarah perekonomian Indonesia, yang patut dicontoh dan diterapkan di masa depan. (#)
Penulis : Dapit Yusra Kusuma, S.Sos, M.M.





